Berita

Mengapa Jendela Kamar Hotel Sulit Dibuka? Ini Penjelasannya

×

Mengapa Jendela Kamar Hotel Sulit Dibuka? Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini



Saat menginap di sebuah hotel, mungkin kamu pernah merasa ingin membuka jendela untuk menikmati udara segar dari luar. Namun, seringkali jendela kamar yang kamu tempati tidak bisa dibuka. Hal ini bukan hanya terjadi di satu atau dua hotel saja, melainkan banyak hotel, motel, dan penginapan lainnya di seluruh dunia. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.



Salah satu alasan utama mengapa jendela kamar hotel tidak bisa dibuka adalah untuk mengurangi risiko hukum yang bisa timbul dari tamu itu sendiri. Bayangkan jika jendela di lantai 10 bisa dibuka—risiko seseorang melompat keluar karena masalah mental atau kecelakaan akibat mabuk sangat tinggi. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran besar bagi pihak hotel.

Contohnya, sebuah studi pada tahun 2008 yang dimuat dalam jurnal Social Science and Medicine menemukan bahwa pengunjung di Las Vegas memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk melakukan bunuh diri dibandingkan dengan mereka yang bepergian ke tempat lain. Meskipun bukan disebabkan oleh kekalahan berjudi, kemungkinan besar ini terkait dengan keinginan untuk menjauh dari rumah saat dalam kondisi mental yang buruk.

Namun, bukan hanya soal niat bunuh diri. Banyak tamu hotel yang minum alkohol saat liburan, yang bisa menyebabkan mereka kehilangan keseimbangan. Belum lagi anak-anak yang bisa saja tak sengaja terlalu dekat dengan jendela saat orang tua lengah. Semua ini bisa berakhir dalam tragedi dan tentunya membawa risiko gugatan hukum bagi pihak hotel.

Baca Juga :  Tragedi Tol Cijago: Kernet Tewas Ditabrak Truk Saat Ganti Ban



Contoh nyata terjadi pada tahun 2015, seorang pria di Los Angeles mengalami cedera serius setelah seorang wanita jatuh dari jendela lantai 11 dan menimpanya. Ia kemudian menggugat hotel tersebut, karena membiarkan jendela dapat dibuka. Kejadian serupa juga sudah terjadi sejak lama, seperti pada tahun 1945, seorang pria menggugat hotel di San Francisco setelah terkena kursi yang jatuh dari jendela hotel.

Selain itu, jika kamar berada di lantai bawah, ancaman bisa datang dari luar. Jendela yang bisa dibuka dapat memberi peluang masuk bagi pencuri, terutama jika tamu meninggalkan kamar dengan jendela terbuka. Jadi bisa dimengerti, untuk alasan keselamatan dan keamanan, hotel memilih menyegel jendela rapat-rapat.



Alasan lain kenapa hotel menyegel jendela rapat-rapat adalah karena operasional dan efisiensi. Hotel modern adalah ruang yang dikondisikan dengan sistem pendingin dan pemanas udara. Jika tamu membuka jendela saat AC menyala, tentu akan membuat konsumsi energi meningkat drastis. Ingat, tamu tidak membayar tagihan listrik hotel secara langsung—jadi tidak semua akan berpikir untuk menutup jendela sebelum menyalakan AC.

Baca Juga :  Ini 10 Manfaat Petai, dari Atasi Depresi hingga Sembelit

Selain itu, jendela yang bisa dibuka membutuhkan perawatan lebih. Semakin banyak bagian yang bergerak, semakin tinggi kemungkinan kerusakannya. Jendela tetap (sealed window) lebih tahan lama, dan murah untuk dikelola dalam jangka panjang.



Apakah semua hotel menyegel jendela? Tidak semuanya. Beberapa hotel memang menyediakan window restrictors atau alat pembatas yang memungkinkan jendela dibuka hanya beberapa sentimeter saja—cukup untuk udara segar masuk, tapi tidak membahayakan keselamatan. Ada juga hotel yang bersedia membuka jendela kamar jika kamu menandatangani surat pernyataan yang membebaskan mereka dari tanggung jawab.

Seorang jurnalis dari Sydney Morning Herald, Tim Richards, pernah menulis tentang pengalamannya di Hong Kong saat pihak hotel membuka jendela, setelah ia menandatangani surat tersebut. Kalau kamu benar-benar butuh udara segar, pilihan terbaik adalah memesan kamar yang memiliki pintu geser dan balkon. Selain bisa menghirup udara langsung, kamu juga mendapat bonus pemandangan!