Edukatif

Misa Sore 1 Februari 2026: Pekan IV Tahun A

×

Misa Sore 1 Februari 2026: Pekan IV Tahun A

Sebarkan artikel ini

Perayaan Minggu Biasa IV Tahun A: Menemukan Kebahagiaan dalam Kerendahan Hati dan Kebenaran

Minggu, 1 Februari 2026, kita akan merayakan Minggu Biasa IV dalam kalender liturgi Gereja Katolik, sebuah momen yang diwarnai dengan warna hijau sebagai simbol harapan dan pertumbuhan iman. Hari ini, kita diajak untuk merenungkan makna kebahagiaan sejati melalui bacaan-bacaan suci yang telah disiapkan, membimbing kita untuk mencari Tuhan dan hidup dalam kebenaran.

Persiapan Misa: Menciptakan Suasana Khusyuk

Sebelum perayaan dimulai, para petugas liturgi berkumpul di sakristi. Meja perayaan telah disiapkan dengan perlengkapan yang esensial, termasuk lilin yang menyala mengapit salib, simbol terang ilahi yang membimbing langkah kita. Alkitab siap untuk membacakan Sabda Tuhan, dan buku nyanyian menuntun kita dalam pujian. Untuk menjaga kekhusukan suasana, penting bagi kita untuk mematikan alat komunikasi agar fokus sepenuhnya pada kehadiran Tuhan.

Perayaan akan diawali dengan salam pembuka yang mengingatkan kita akan penolong kita, yaitu Tuhan, Sang Pencipta langit dan bumi.

Tanda Salib dan Salam: Memulai Perayaan dengan Iman

Perayaan Sabda akan diawali dengan Tanda Salib, sebuah gestur yang menandai kehadiran Tritunggal Mahakudus dalam hidup kita.

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.

Kemudian, pemimpin doa akan menyampaikan salam yang penuh berkat:

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

Kata Pembuka: Merenungkan Makna Bacaan

Hari ini, kita diajak untuk merenungkan makna Minggu Biasa IV. Bacaan-bacaan suci akan membimbing kita untuk mencari Tuhan dan melakukan hal-hal yang benar.

  • Bacaan Pertama (Zefanya 2:3; 3:12-13) mengetengahkan gambaran tentang umat sisa Israel, yaitu mereka yang tetap setia kepada Yahweh dan menjalankan hukum-Nya dengan jujur dalam kesederhanaan. Kita diundang untuk meneladani mereka, menjadi pribadi yang jujur, tidak berbohong, dan hidup apa adanya.
  • Bacaan Kedua (1 Korintus 1:26-31) menyajikan refleksi mendalam dari Rasul Paulus mengenai cara kerja Allah. Allah seringkali memilih yang lemah dan hina di mata dunia untuk menunjukkan kuasa-Nya yang luar biasa. Kita semua dipanggil untuk menjadi rekan kerja Allah, di mana kelemahan kita justru menjadi sarana bagi kuasa-Nya untuk dinyatakan.
  • Bacaan Injil (Matius 5:1-12a) akan menyajikan Sabda Bahagia dari Yesus. Melalui ucapan-Nya, kita diajak untuk memahami siapa saja yang berbahagia di hadapan Allah: mereka yang miskin roh, berdukacita, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati, suci hati, membawa damai, dan dianiaya demi kebenaran. Ini adalah undangan untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Surga.

Setelah mendengarkan pengantar ini, kita akan mengheningkan cipta sejenak untuk mempersiapkan hati.

Tobat dan Permohonan Ampun: Mempersiapkan Diri Menerima Sabda

Sebelum mendengarkan Sabda Tuhan, kita diajak untuk melakukan pemeriksaan batin dan mengakui dosa-dosa kita. Ini adalah langkah penting untuk menyucikan hati agar siap menerima terang Sabda Allah.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

Pemimpin doa akan melanjutkan dengan permohonan pengampunan dari Allah.

P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.

Madah Kemuliaan: Memuji Keagungan Tuhan

Selanjutnya, kita akan bersama-sama menyanyikan Madah Kemuliaan, sebuah pujian yang mengungkapkan keagungan dan kemuliaan Allah di surga dan damai di bumi bagi orang yang berkenan pada-Nya.

P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

Doa Pembuka: Memohon Bimbingan Tuhan

Doa pembuka akan memohon agar Allah yang Mahakuasa dan kekal membimbing kita untuk hidup benar dan baik sesuai dengan perintah-Nya, sehingga kita dapat menikmati kebahagiaan di dunia ini dan kelak di surga.

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak] Allah yang mahakuasa dan kekal, Engkau menghendaki agar kami semua selamat dan menikmati kebahagiaan kekal bersama-Mu. Semoga kami selalu hidup benar dan baik sesuai dengan perintah-Mu, agar kami dapat menikmati kebahagiaan hidup kami di dunia ini dan kelak di surga bersama-Mu. Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.

Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan: Membuka Hati

Kita diajak untuk membuka hati dan pikiran kita agar Sabda Tuhan dapat menjadi pelita iman dan penuntun dalam perjalanan hidup kita.

Bacaan Pertama: Umat yang Rendah Hati

L : Bacaan dari Kitab Zefanya.
“Carilah Tuhan, hai semua orang yang rendah hati di negeri, hai semua yang melakukan hukum-Nya: carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan Tuhan.” Dan Allah berfirman, “Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, yang akan mencari perlindungan pada nama Tuhan. Mereka itulah sisa Israel. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong. Dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu. Sebaliknya mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring tanpa ada yang mengganggunya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Berbahagia dalam Kesucian Hati

Mazmur tanggapan akan menggemakan berkat bagi mereka yang suci hatinya, karena merekalah yang akan memiliki Kerajaan Surga.

Refren (Mat. 5:3)
Berbahagia orang yang suci hatinya sebab bagi mereka Kerajaan Surga.

Mzm 146:1.7.8-9a.9b-10
Dialah yang menegakkan keadilan,
bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar, Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung. (Refren)
Tuhan membuka mata orang buta,
Tuhan menegakkan orang yang tertunduk,
Tuhan mengasihi orang-orang benar.
Tuhan menjaga orang-orang asing. (Refren)
Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.
Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allah-Mu, ya Sion, turun-menurun! (Refren)

Bacaan Kedua: Kuasa Allah dalam Kelemahan

L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus
Saudara-saudara, coba ingatlah bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: “Barang siapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

Baca Juga :  Februari 2026: Sahur & Tarawih Pertama Ramadhan 1447 H

Alleluia: Seruan Sukacita

Alleluia menjadi seruan sukacita kita, merayakan kabar gembira yang akan disampaikan dalam Injil.

P : Alleluia
U : Alleluia
P : Bersukacitalah dan bergembiralah, * sebab besar ganjaranmu di surga.
U : Alleluia

Injil: Khotbah di Bukit dan Sabda Bahagia

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.
[Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.]
Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit, sebab melihat orang banyak. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kalian, jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga.”
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik: Menemukan Kebahagiaan Sejati

Khotbah Yesus di bukit merupakan ajaran yang sangat mendalam, menyentuh inti dari kebutuhan rohani manusia. Mari kita renungkan beberapa pokok penting yang dapat membantu kita mencapai kebahagiaan sejati:

  • Tempat Khotbah di Bukit: Pemilihan tempat di atas bukit memiliki makna simbolis yang kuat. Ini mengingatkan kita pada pemberian Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai. Kini, Yesus sendiri, Sang Hukum yang hidup, memberikan petunjuk menuju kebahagiaan. Berbeda dengan hukum yang berisi larangan, ajaran Yesus disampaikan dalam bentuk yang positif, mengajak dan meneguhkan. Kehadiran-Nya di tempat yang lebih tinggi menunjukkan bahwa Tuhan memperhatikan segala penderitaan kita dan memberikan kekuatan untuk menjalaninya. Ketika kita merasa lelah dan putus asa, ingatlah bahwa Tuhan senantiasa memandang dan menguatkan kita.
  • Isi Ajaran: “Berbahagialah”: Kata “berbahagialah” yang diucapkan Yesus memiliki dua makna: memuji mereka yang telah melakukan kebaikan dan sekaligus mengundang semua orang untuk berbuat baik. Kebahagiaan sejati tidak terletak pada kekayaan materi, tetapi pada kemiskinan batin yang sepenuhnya menggantungkan hidup kepada Tuhan. Kebahagiaan juga ditemukan dalam kelemahlembutan yang mampu merangkul dan mempersatukan, bukan kekerasan yang mendatangkan kerusakan. Lebih jauh lagi, kebahagiaan bersumber dari pelaksanaan kebenaran, meskipun penuh perjuangan. Kejujuran dan kebenaran, meski terkadang sulit, pada akhirnya akan membawa kedamaian yang lebih mendalam daripada kesenangan sesaat yang didapat dari penipuan.

Mari kita berupaya untuk tekun mendengarkan dan melaksanakan Sabda Tuhan agar kita dapat merasakan kebahagiaan hidup di dunia ini dan kelak diantar menuju kebahagiaan kekal. Tuhan senantiasa memberkati setiap usaha baik kita.

Hening Sejenak

Setelah merenungkan Sabda, kita akan mengheningkan cipta sejenak untuk membiarkan Sabda Tuhan meresap dalam hati kita.

Syahadat: Mengikrarkan Iman

Sebagai tanggapan atas Sabda Tuhan, kita akan bersama-sama mengucapkan Syahadat untuk meneguhkan iman kepercayaan kita kepada Allah.

Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria, yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan; yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati, yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa; dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, dan kehidupan kekal. Amin.

Doa Umat: Persembahan Doa

Saudara-saudari terkasih, marilah kita memanjatkan doa-doa permohonan kepada Bapa yang selalu mendengarkan.

  • Bagi para pemimpin Gereja: Semoga Bapa mencurahkan Roh Kudus agar mereka mampu melayani dengan rendah hati, meneladani Kristus.
    Marilah kita mohon…
  • Bagi masyarakat kita: Semoga Tuhan mendampingi masyarakat agar lebih mampu saling memperhatikan dan melayani dengan rendah hati.
    Marilah kita mohon…
  • Bagi mereka yang berkekurangan: Semoga teladan hidup Yesus memberi kekuatan bagi mereka yang membutuhkan untuk terus berjuang demi kesejahteraan diri dan keluarga.
    Marilah kita mohon…
  • Bagi kita sekalian: Semoga Sabda Tuhan hari ini membuka hati kita untuk menghargai kerendahan hati dan kerja sama yang baik. Semoga Roh Kudus menerangi kita.
    Marilah kita mohon…

Kita akan mengheningkan cipta sejenak untuk menyerahkan doa-doa pribadi.

P : Demikianlah ya Bapa, doa-doa permohonan yang kami sampaikan ke hadirat-Mu. Kabulkanlah demi jasa Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin.

Kolekte: Perwujudan Cinta dan Kepedulian

Selanjutnya, akan dilaksanakan pengumpulan kolekte sebagai wujud cinta kita kepada Tuhan dan sesama, diiringi lagu persembahan yang bernada syukur dan ajakan berbagi.

Doa Pujian: Mengagungkan Kebaikan Tuhan

Setelah kolekte, pemimpin doa akan membawakan Doa Pujian, mengagungkan kebaikan dan kasih Allah yang tak terhingga.

P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah begitu baik kepada kita umat-Nya. Dalam kebaikan-Nya itu, Ia datang melayani kita. Maka marilah kita memuji Dia dan berseru: Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Allah maha pengasih dan penyayang, Engkaulah penyelenggara segala hal dalam hidup kami. Dalam kebaikan-Mu yang tak terhingga, Engkau menciptakan kami dan menganugerahi kami kehidupan. Maka kami memuji Engkau:
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Bapa, amat besarlah cinta-Mu kepada kami. Ketika dalam perjalanan hidup ini kami jatuh, Engkau menyelamatkan kami dengan mengutus Putra-Mu dan Dia mengajarkan kami untuk mencintai. Engkau serahkan Dia bagi kami, maka kami memuji Engkau.
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Betapa besar cinta dan kebaikan-Mu bagi kami. Engkau mencurahkan Roh Kudus-Mu untuk menyempurnakan rencana penyelamatan-Mu dalam diri kami. Maka kami memuji Engkau.
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Setiap hari Engkau limpahi kami dengan karunia dan berkat, sehingga kami dapat menunaikan tugas sehari-hari, yakni berbakti bagi-Mu dan melayani sesama lewat karya-karya kami. Maka kami memuji Engkau.
U : Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan para pemimpin Gereja, kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

Baca Juga :  Kencan Hemat, Kualitas Tetap Oke: 5 Tips Romantis Tanpa Boros

Ritus Komuni: Menghayati Persatuan dengan Kristus

Dalam perayaan ini, terdapat dua pilihan ritus komuni:

18A. Cara A: Dengan Komuni Kudus

Setelah Doa Pujian, pemimpin akan mempersiapkan altar untuk komuni. Umat diajak untuk menyambut Tubuh Kristus dengan penuh iman dan rasa syukur.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

19A. Bapa Kami dan Salam Damai

Kita akan bersama-sama mendaraskan doa Bapa Kami, diikuti dengan Salam Damai sebagai tanda persaudaraan.

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

Setelah Salam Damai, Pemimpin akan menghunjukkan roti Ekaristi kepada umat.

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
[Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat]
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

Pemimpin dan umat akan menyambut Tubuh Kristus, diiringi dengan nyanyian komuni.

P : Tubuh Kristus.
U : Amin.

18B. Cara B: Tanpa Komuni Kudus (Komuni Batin)

Jika tidak menyambut Komuni Kudus, umat diajak untuk menghayati kehadiran Tuhan dalam hati melalui komuni batin.

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

19B. Bapa Kami dan Salam Damai

Kita akan mendaraskan doa Bapa Kami dan memberikan Salam Damai.

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

20B. Doa Komuni Batin

Kita akan mempersiapkan hati untuk menyambut kehadiran Tuhan secara rohani.

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
[hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
[Seruan ini akan diulangi beberapa kali, diikuti saat hening, dan diakhiri dengan lagu syukur atau pujian.]

Mazmur 1: Berbahagia Orang yang Berpegang pada Taurat Tuhan

Kita akan bersama-sama mendoakan Mazmur 1, yang mengisahkan tentang kebahagiaan orang yang setia pada hukum Tuhan.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Amanat Pengutusan: Menghidupi Kerendahan Hati dan Kemurahan Hati

Kita telah mendengar Sabda Bahagia yang mengajak kita untuk menjadi pribadi yang lemah lembut dan murah hati. Mari kita berupaya menghindari kekerasan dalam hidup kita bersama, karena kekerasan hanya akan menimbulkan masalah baru. Marilah kita saling membantu agar kelemahlembutan dan kemurahan hati senantiasa hidup dalam masyarakat kita.

Doa Penutup: Memohon Kesetiaan

P : Marilah kita berdoa, Allah yang kekal dan kuasa, kami telah merenungkan Sabda-Mu. Kami diteguhkan untuk melanjutkan hidup kami dengan memperhatikan hal-hal yang baik dan benar, yang sesuai dengan perintah-Mu. Semoga kami setia mendukung satu sama lain, sehingga hiduplah Sabda-Mu di tengah kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U : Amin.

Berkat Tuhan: Mengakhiri Perayaan

Sebelum mengakhiri perayaan, kita akan menundukkan kepala dan memohon berkat Tuhan.

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.

Pengutusan: Melanjutkan Tugas

P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.

Perayaan Sabda ini ditutup dengan lagu penutup.