Alreinamedia.com-Natuna, Kekosongan rotasi jabatan di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Natuna rupanya dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan. Modusnya, mengatasnamakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Natuna, khususnya pejabat Kabid Mutasi atas nama Arif Hidayat, S.STP.
Informasi mengenai dugaan jual beli jabatan ini mencuat setelah muncul laporan dari dua sekolah dasar, yakni SDN 005 Sepempang dan SDN 008 Batu Gajah, yang mengaku dihubungi pihak tidak dikenal dengan janji rotasi jabatan jika bersedia menyetorkan sejumlah uang.
Kepala BKPSDM Natuna, Alim Sanjaya, saat dikonfirmasi Selasa (1/7/2025), menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan permintaan data pribadi, apalagi meminta uang atau barang dengan alasan pengurusan jabatan. Ia mengimbau seluruh ASN di lingkungan Pemda Natuna untuk waspada dan tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengatasnamakan instansinya.
“Kami tidak pernah meminta uang dengan alasan apapun. Kalau ada yang mengatasnamakan BKPSDM, apalagi menjanjikan jabatan, itu jelas penipuan,” tegas Alim.
Lebih lanjut, Alim menuturkan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan atau proses rotasi jabatan di lingkungan Pemda Natuna. Kondisi ini justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencoba memainkan celah birokrasi dan menyebarkan informasi palsu demi keuntungan pribadi.
Salah seorang warga, Ridwan, menyayangkan lambannya penanganan terhadap isu ini. Menurutnya, kasus seperti ini semestinya langsung dilaporkan ke kepolisian.
“Kalau memang sudah ada korban, ini serius. Harus ditindaklanjuti secara hukum agar tidak makin meluas. Jangan sampai kepercayaan publik terhadap institusi ASN tercoreng karena ulah segelintir oknum,” ujar Ridwan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Natuna, Boy Wijanarko, juga mengaku belum mengetahui adanya penipuan berkedok jual beli jabatan ini. Ia menegaskan tidak ada skema atau mekanisme dalam pemerintahan yang membenarkan pembayaran untuk mendapatkan posisi jabatan.
“Saya pastikan itu tidak ada. Jangan percaya jika ada yang meminta uang untuk rotasi jabatan. Itu murni penipuan,” tutupnya. (Arizki)

















