Politik

MUI NTT: Natal dan Pesan Kerukunan untuk NTT

×

MUI NTT: Natal dan Pesan Kerukunan untuk NTT

Sebarkan artikel ini

Semangat Natal di Nusa Tenggara Timur: Perayaan, Toleransi, dan Kepedulian Sosial

Perayaan Hari Raya Natal di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya menjadi momen sakral bagi umat Kristiani, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan memperkuat semangat toleransi antarumat beragama. Momen istimewa ini dirayakan dengan sukacita, diwarnai dengan berbagai kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan, kepedulian sosial, dan kerukunan.

Silaturahmi Lintas Pejabat dan Tokoh Agama

Pada momentum Hari Raya Natal, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT, dipimpin langsung oleh Ketua MUI NTT, H. Muhamad S. Wongso, beserta Sekretaris H. Husen Anwar dan jajaran pengurus, melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah jabatan Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT. Kunjungan ini bertujuan untuk bersilaturahmi dan berdialog dengan para pemimpin daerah dalam suasana yang penuh kehangatan.

H. Muhamad Wongso menyampaikan bahwa pengurus dan anggota MUI NTT ingin memanfaatkan momen Natal yang istimewa ini untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan Gubernur NTT dan keluarga. Setelah bersilaturahmi dengan Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, rombongan MUI NTT melanjutkan kunjungan ke rumah jabatan Wakil Gubernur NTT, Dr. Johni Asadoma.

Dalam kunjungan tersebut, MUI NTT berharap agar perayaan Natal disambut dan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh umat Kristiani di NTT. H. Muhamad Wongso menekankan pentingnya pelajaran yang dapat diambil dari ibadah Natal, serta mengingatkan tentang pesan kerukunan. Ia menegaskan bahwa Provinsi NTT merupakan wilayah yang mengedepankan toleransi dan membutuhkan tanggung jawab bersama dalam menjaga keragaman dalam kebersamaan.

“Ibadah merupakan ritual masing-masing agama, namun masalah sosial keagamaan adalah urusan bersama dan tanggung jawab seluruh anak bangsa,” ujar H. Muhamad Wongso, seraya mengucapkan selamat merayakan Natal kepada seluruh umat Kristiani.

Natal sebagai Momentum Kepedulian Sosial

Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, dalam kesempatan lain, mengingatkan bahwa Natal bukan sekadar perayaan liturgi semata, melainkan momentum penting untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Ia mengajak umat Kristiani untuk memperkuat solidaritas sosial, kepedulian terhadap sesama, serta nilai kebersamaan keluarga dalam merayakan Natal.

Melkiades Laka Lena berpesan agar umat tidak hanya fokus pada perayaan pribadi dan kenyamanan, tetapi juga membuka mata terhadap kondisi sesama, terutama mereka yang sedang menghadapi kesulitan hidup. Ia mengingatkan bahwa kelahiran Yesus Kristus di palungan mengajarkan nilai kerendahan hati dan kepedulian. “Natal mengajarkan kita untuk melihat ke kiri dan ke kanan, memperhatikan keluarga, tetangga, dan kerabat yang mungkin sedang kesulitan dan membutuhkan perhatian kita,” tuturnya.

Baca Juga :  PPP Sebut Pilkada Langsung Lebih Banyak Mudaratnya, Golkar Tetap Dipilih Langsung

Gubernur juga menyoroti kondisi masyarakat yang masih hidup dalam pengungsian akibat bencana dan konflik, yang menjadikan Natal mereka tidak dapat dirayakan dengan tenang dan nyaman. Ia menekankan bahwa rasa syukur atas nikmat yang diterima harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.

Menghidupkan Kembali Budaya Silaturahmi Langsung

Melkiades Laka Lena secara khusus mengajak masyarakat NTT untuk menghidupkan kembali budaya berkunjung dan bersilaturahmi secara langsung, bukan hanya melalui pesan singkat atau media sosial. Ia berpendapat bahwa kemajuan teknologi kerap mengurangi kehangatan relasi antarmanusia. “Jangan sampai Natal kita habis di urusan handphone dan pesan WA. Mari kita biasakan kembali berkunjung, bersalaman, dan bertemu langsung. Kehadiran kita secara nyata jauh lebih bermakna,” ajaknya.

Lebih lanjut, mantan Anggota DPR RI ini menyoroti melemahnya ikatan keluarga akibat kurangnya waktu kebersamaan. Ia berkomitmen untuk mendorong kebijakan yang dapat menghidupkan kembali nilai-nilai keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia di NTT. Ia berencana mendorong agar keluarga-keluarga di NTT memiliki waktu khusus setiap hari untuk duduk bersama, makan bersama, berdialog, dan berdoa.

“Ke depan, kami akan mendorong agar keluarga-keluarga di NTT kembali punya waktu khusus setiap hari untuk duduk bersama, makan bersama, berdialog, dan berdoa bersama. Nilai-nilai ini mulai pudar dan perlu kita hidupkan kembali,” tegasnya. Ia bahkan menyebutkan rencana penyusunan Peraturan Gubernur yang akan melibatkan sektor pendidikan untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk karakter anak dan mempererat hubungan orang tua-anak.

Semarak Perayaan Natal di NTT

Provinsi NTT, yang meliputi bagian timur Kepulauan Nusa Tenggara dengan ibu kota Kupang, memiliki mayoritas penduduk beragama Katolik dan Kristen. Hal ini membuat lebih dari separuh penduduknya merayakan Hari Raya Natal. Kesibukan menyambut kelahiran Yesus Kristus telah terlihat sejak dua pekan sebelum hari H.

Baca Juga :  BNN dan Kemenhub Kerja Sama Ciptakan Transportasi Bebas Narkoba

Di NTT, khususnya Kota Kupang, puluhan pohon Natal telah berdiri menghiasi sepanjang jalan protokol hingga ke gang-gang perumahan. Pohon-pohon Natal ini dibangun oleh berbagai instansi pemerintah, TNI/Polri, serta melalui gotong royong dan swadaya masyarakat. Berbagai ornamen menarik turut mempercantik pohon-pohon Natal tersebut, menjadikannya daya tarik tersendiri.

Salah satu area yang menjadi sorotan adalah Jalan El Tari Kupang, di mana beragam pohon Natal berdiri dengan anggun menghiasi ruas jalan. Warga Kota Kupang maupun dari berbagai pelosok NTT menyempatkan diri untuk berjalan-jalan menikmati keindahan pohon Natal dan mengabadikan momen langka tersebut.

Puncak perayaan Natal ditandai dengan misa Natal, setelah itu umat berbondong-bondong untuk saling bertemu, menyapa, dan bersilaturahmi. Pemerintah Provinsi NTT, melalui Gubernur dan Wakil Gubernur, juga menggelar acara “open house” yang memungkinkan masyarakat untuk bersilaturahmi langsung dengan para pemimpin daerah.

Di rumah jabatan Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena membuka pintu untuk bertemu dengan warga dari pukul 11.00 hingga 16.00 Wita. Warga silih berganti berjabat tangan dengan Gubernur dan istrinya, Asti Laka Lena, di ruang tamu. Banyak pengunjung yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengabadikan momen istimewa.

Hal serupa juga terjadi di rumah jabatan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma. Salah seorang mahasiswi, Masita Nonse (20), mengaku memanfaatkan kesempatan “open house” untuk bersilaturahmi dengan keluarga Wakil Gubernur. Ia berharap silaturahmi antar warga, pejabat, dan semua pihak dapat memperkuat makna perayaan Natal yang berujung pada kedamaian dan harapan baru.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyampaikan terima kasih atas kunjungan masyarakat dan tokoh agama seperti MUI NTT. Ia menilai momentum ini menjadi penguat dan pendukung untuk berbagai rencana kerja selanjutnya di Provinsi NTT. “Kita berharap, silaturahmi ini terus terjalin. Dan apa yang sudah baik mari kita terus jaga, rawat dan tingkatkan,” ujar Johni Asadoma.

Mantan Kapolda NTT ini menambahkan bahwa Natal mengajarkan semua orang untuk hidup dalam damai dan kasih. Kepedulian antar sesama serta keberpihakan kepada mereka yang lemah adalah kewajiban yang harus dilakukan.