Upaya Penyelamatan PPP Jabar: Para Kiai Serukan Persatuan Menjelang Muswil
Konflik internal yang memanas menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jawa Barat menjadi perhatian serius. KH Asep Ahmad Maoshul Affandy, tokoh terkemuka yang menjabat sebagai Majelis Syariah DPP PPP sekaligus Pimpinan Pesantren Miftahul Huda Manonjaya, Tasikmalaya, secara tegas menyerukan penghentian perselisihan demi menjaga keutuhan partai berlambang Ka’bah ini.
Dalam sebuah pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh para kiai dan tokoh penting PPP Jawa Barat, KH Asep Ahmad Maoshul Affandy menyampaikan keprihatinannya atas dinamika yang terjadi. Ia menekankan bahwa PPP, sebagai partai yang telah lama berkiprah dalam kancah politik Indonesia, seharusnya menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi setiap persoalan.
“Ini partai tua, mestinya dewasa. Lalu kenapa mesti dioprek orang yang belum dewasa?” ujar KH Asep Ahmad Maoshul Affandy, menyindir adanya pihak-pihak yang dianggapnya belum matang dalam mengelola dinamika partai. Pertemuan yang digelar di DPW PPP Jawa Barat pada Sabtu, 31 Januari 2026, itu memiliki satu tujuan utama: meredam potensi perpecahan dan memastikan PPP tetap kokoh.
Para ulama dan tokoh yang hadir sepakat bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga marwah dan eksistensi partai agar tidak tergerus oleh perseteruan internal yang dinilai tidak memiliki arah dan kepentingan yang jelas. “Kami berkumpul supaya PPP tetap kuat, jangan sampai bubar. Jangan ada bercak-bercak, perseteruan yang nggak jelas,” tegas KH Asep.
Klaim Pihak Luar dan Otoritas Pesantren Miftahul Huda
KH Asep Ahmad Maoshul Affandy juga menyoroti adanya pihak luar yang mengklaim proses Muswil PPP Jawa Barat. Menurutnya, tahapan Muswil seharusnya berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, mengingat panitia telah terbentuk lengkap dan persiapan telah matang.
“DPW Jawa Barat itu kan sudah jelas akan muswil. Panitianya lengkap, persiapannya banyak. Tiba-tiba ada orang lain masuk. Ya apa bisa dibilang maling gitu,” ungkapnya, menyamakan tindakan tersebut dengan pencurian hak dan proses yang seharusnya berjalan.
Beliau meyakini, jika persoalan ini tidak segera diselesaikan dengan baik, Muswil PPP Jawa Barat berpotensi gagal. Kegagalan Muswil ini, lanjutnya, akan berdampak langsung dan signifikan terhadap masa depan PPP di Jawa Barat secara keseluruhan. “Kalau ini tidak diselesaikan, Muswil gagal. Kalau Muswil gagal, ya gagal PPP juga,” imbuhnya.
Lebih lanjut, KH Asep Ahmad Maoshul Affandy menegaskan otoritasnya terkait penggunaan nama Pesantren Miftahul Huda dalam kancah politik internal partai. Ia menyatakan dengan tegas bahwa pesantren tersebut tidak boleh diseret atau diklaim oleh pihak mana pun tanpa izin dan otoritas yang sah.
“Kalau urusan Miftahul Huda itu urusan saya. Saya pimpinan umumnya. Bukan orang lain,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa Pesantren Miftahul Huda memiliki sistem dan mekanisme tersendiri dalam menyikapi dinamika politik kepartaian. Oleh karena itu, tidak bisa ada individu atau kelompok tertentu yang mengklaim dukungan politik dari pesantren tersebut secara sepihak.
Menjaga Momentum dan Prinsip Demokrasi
KH Asep juga menyampaikan harapannya agar pihak-pihak yang telah terlibat dalam kepanitiaan Muswil, termasuk panitia dan pengurus wilayah, tetap diberi kesempatan untuk menyelesaikan agenda Muswil dengan baik. Ia menekankan bahwa proses yang telah berjalan berbulan-bulan, melibatkan pengorbanan tenaga dan dana, tidak mungkin bisa diubah atau diganti dalam waktu singkat.
“Sudah melangkah, sudah keluar tenaga, dana, panitia sudah jalan. Masa yang berbulan-bulan diganti sepuluh hari? Nggak mungkin,” jelasnya.
Pertemuan silaturahmi ini dipandang sebagai bagian integral dari rangkaian persiapan Muswil. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan berbagai persoalan melalui dialog, komunikasi, dan semangat kebersamaan. Hal ini sejalan dengan prinsip demokrasi yang seharusnya dianut dalam partai politik.
“Ini partai, ini demokrasi. Bukan bisnis, bukan bos dan bawahan. Ini kebersamaan,” ujar KH Asep, menekankan bahwa partai politik adalah wadah untuk bersama-sama membangun dan bukan ajang untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Rekomendasi untuk Muswil yang Sukses
Dari pertemuan yang penuh dengan semangat rekonsiliasi tersebut, para kiai dan tokoh PPP Jawa Barat bersepakat untuk merumuskan rekomendasi. Rekomendasi ini akan diajukan agar Muswil PPP Jawa Barat dapat tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal dan rencana yang telah ditetapkan. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk menyelamatkan dan memajukan PPP di masa mendatang. Kesepakatan ini mencerminkan komitmen kuat para pengurus dan tokoh partai untuk mengutamakan kepentingan partai di atas segala perbedaan.

















