Nasional

Nasib Buruk Kapolsek Usai Rumah Bandar Sabu Dibakar, Kapolda Turun Tangan

×

Nasib Buruk Kapolsek Usai Rumah Bandar Sabu Dibakar, Kapolda Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Aksi Massa di Rokan Hilir: Rumah Bandar Narkoba Dibakar dan Dirusak

Pada hari Sabtu (11/4/2026), sebuah rumah di Kelurahan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, dibakar dan dirusak oleh ratusan warga. Rumah tersebut diduga milik bandar narkoba yang telah lama menjadi sumber kekhawatiran masyarakat setempat.

Aksi massa ini dipicu oleh kemarahan warga terhadap dugaan peredaran narkotika yang semakin mengganggu kenyamanan hidup mereka. Warga merasa bahwa aparat penegak hukum lamban dalam menangani kasus-kasus narkoba yang disebut semakin meresahkan. Akibatnya, situasi memanas dan berujung pada aksi anarkis di lapangan.

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat ratusan warga menggeruduk sebuah rumah permanen yang disebut sebagai lokasi jaringan narkoba. Massa datang dalam jumlah besar, termasuk laki-laki dan perempuan. Mereka merusak pagar, melempari rumah, hingga mendobrak masuk ke area bangunan. Sejumlah sepeda motor yang berada di lokasi turut menjadi sasaran amuk massa. Setidaknya empat unit sepeda motor dibakar di lokasi kejadian.

Barang-barang dari dalam rumah juga dikeluarkan lalu dibakar di depan rumah. Bahkan, sebagian motor lainnya dirusak dan didorong ke parit oleh warga. Jumlah massa yang awalnya sekitar 150 orang terus bertambah hingga mencapai sekitar 500 orang.

Petugas kepolisian yang berada di lokasi sempat kewalahan mengendalikan situasi yang semakin tidak terkendali. Dalam video yang beredar, warga meluapkan kekecewaan terhadap dugaan lambannya penegakan hukum. “Ini rumah bandar sabu. Ini akibat lemahnya penegakan hukum,” teriak warga dalam rekaman tersebut.

Baca Juga :  Presiden: Angka Kesembuhan dan Standar Pengobatan Pasien Covid-19 Harus Terus Ditingkatkan

Sekitar pukul 16.20 WIB, massa bersama tokoh masyarakat bergerak menuju rumah warga lain yang juga diduga terkait jaringan narkoba. Di lokasi tersebut, aksi kembali memanas hingga terjadi pelemparan, perusakan, dan pembakaran barang-barang. Meski rumah yang dibangun permanen tidak langsung habis terbakar, namun bagian depan dan sejumlah fasilitas rusak berat akibat amukan massa.

Respons dari Pihak Berwenang

Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, mengatakan pihaknya memahami keresahan masyarakat terhadap peredaran narkoba di wilayah tersebut. Namun ia menegaskan, tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan secara hukum. “Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat dalam memerangi narkoba. Namun tindakan anarkis tetap tidak dibenarkan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ia memastikan seluruh aspirasi warga akan ditindaklanjuti secara hukum dan profesional. Termasuk penyelidikan terhadap dugaan jaringan narkoba yang disebut beroperasi di wilayah Panipahan. Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga ketertiban.

Di tengah situasi yang memanas tersebut, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengambil langkah tegas. Kapolda mencopot Kapolsek Panipahan, Iptu Robiansyah, serta Kanit Reskrim Polsek Panipahan, Aipda Rahmat Ilyas. Pencopotan itu disebut sebagai bentuk tanggung jawab institusi sekaligus evaluasi menyeluruh atas penanganan situasi kamtibmas di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Anies Hentikan Seluruh Proyek Reklamasi

Kapolda menilai pengendalian di tingkat Polsek tidak berjalan optimal hingga situasi di lapangan sempat lepas kendali. Menurutnya, setiap pimpinan wilayah harus memiliki kepekaan dan kemampuan membaca potensi gangguan keamanan sejak dini. Jika fungsi itu tidak berjalan, maka tindakan tegas menjadi konsekuensi yang harus diterima.

Polda Riau bersama pemerintah daerah kemudian diterjunkan kembali ke Panipahan untuk memastikan situasi benar-benar kondusif. Sejumlah pejabat utama turut turun langsung melakukan pengawasan serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat.

Tindakan Lanjutan dan Imbauan

Kapolda menegaskan kehadiran aparat bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga untuk mencegah eskalasi lanjutan dan meredam ketegangan. “Kami ingin memastikan situasi tetap terkendali, tidak ada eskalasi lanjutan, serta seluruh permasalahan ditangani secara komprehensif,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak anarkis meski dilandasi keresahan. Menurutnya, peredaran narkoba tetap menjadi perhatian serius dan akan ditindak tegas melalui jalur hukum.

Saat ini, kondisi di Panipahan dilaporkan mulai berangsur normal, meski aparat masih memperketat pengawasan. Polisi juga memastikan akan menindaklanjuti dugaan jaringan narkoba di wilayah tersebut secara menyeluruh. Kapolda mengajak masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas dan melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui jalur resmi. “Stabilitas daerah adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman terkait peristiwa dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba tersebut.