Sumsel United Kembali Takluk dari Adhyaksa FC Banten, Posisi Klasemen Terancam
Pertarungan di pekan ke-16 kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 menyajikan drama yang kembali merugikan bagi Sumsel United. Dalam lawatan mereka ke Stadion Banten International Stadium, Serang, pada Sabtu (17/1/2026), tim berjuluk Laskar Juaro ini harus mengakui keunggulan Adhyaksa FC Banten dengan skor tipis 2-1. Kekalahan ini tidak hanya menggagalkan ambisi Sumsel United untuk membalas dendam dari pertemuan pertama, tetapi juga berimbas pada penurunan posisi mereka di klasemen sementara Grup 1 Wilayah Barat.
Dua gol kemenangan Adhyaksa FC Banten dicetak oleh pemain andalan mereka, Adilson Silva, pada menit ke-6 dan menit ke-69. Sementara itu, satu-satunya gol balasan Sumsel United dicetak oleh Tomi Darmawan di menit-menit akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-85. Gol hiburan ini tidak cukup untuk menyelamatkan tim dari kekalahan.
Analisis Pasca-Pertandingan: Fokus Jadi Kunci Kekalahan
Usai pertandingan, pelatih kepala Sumsel United, Nil Maizar, menyampaikan kekecewaannya dalam sesi konferensi pers. Ia mengakui bahwa kekalahan timnya sebagian besar disebabkan oleh kurangnya fokus para pemain dalam menjaga pergerakan lawan, khususnya Adilson Silva yang berhasil memanfaatkan kelengahan tersebut untuk mencetak dua gol krusial.
“Ketika kita tertinggal 1-0 di babak pertama, kita sudah mencoba memberikan motivasi kepada anak-anak bahwa kita masih bisa mengejar. Namun, sayangnya mereka terlihat kurang fokus. Seharusnya kita bisa memanfaatkan waktu untuk mengejar ketertinggalan, tetapi waktu keburu habis sehingga kita gagal menyamakan kedudukan,” ujar Nil Maizar dengan raut wajah lesu.
Mantan pelatih Semen Padang FC ini menambahkan bahwa secara permainan, tim asuhannya sebenarnya sudah mampu menjalankan taktik yang diinginkan. Namun, ia sangat menyayangkan kurangnya antisipasi terhadap pergerakan pemain lawan yang berujung pada dua gol Adhyaksa FC Banten.
“Gol pertama tercipta terlalu cepat karena kita kehilangan penjagaan akibat kurang fokus. Gol kedua juga terjadi karena hal yang sama, yaitu kehilangan penjagaan. Kami berharap di pertandingan selanjutnya melawan Sriwijaya FC, kami bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi hari ini,” harapnya.
Senada dengan pelatihnya, gelandang Sumsel United, Syahril Aprizal, menyatakan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh tim. “Kami akan melakukan evaluasi mendalam mengenai apa yang perlu diperbaiki dan apa yang perlu ditingkatkan. Kami berharap bisa tampil lebih baik lagi di pertandingan mendatang,” tutupnya.
Pergeseran Papan Klasemen
Kekalahan ini berdampak langsung pada posisi Sumsel United di klasemen sementara Grup 1 Wilayah Barat. Laskar Juaro kini harus rela turun ke peringkat ketiga dengan mengoleksi 27 poin dari 16 pertandingan yang telah dilakoni.
Sementara itu, kemenangan ini menjadi tambahan tiga poin yang berharga bagi Adhyaksa FC Banten. Mereka berhasil merangsek naik ke posisi kedua klasemen sementara dengan total 29 poin. Adhyaksa FC Banten kini hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen, Garudayaksa FC Banten, yang mengoleksi 30 poin. Perolehan poin Garudayaksa FC Banten sendiri didapat setelah bermain imbang 1-1 melawan Persikad Depok.
Menanti Derby Sumatera Selatan
Pada pekan ke-17 mendatang, Sumsel United akan menghadapi ujian berat dalam sebuah laga bertajuk derby Sumatera Selatan melawan Sriwijaya FC. Pertandingan krusial ini dijadwalkan akan digelar pada Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 15.30 WIB, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat kedua tim akan berjuang keras untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen dan meraih poin penuh.
Para pendukung Sumsel United tentu berharap tim kesayangan mereka dapat bangkit dari kekalahan ini dan menampilkan performa yang lebih baik, serta mampu memetik hasil positif di hadapan publik sendiri. Perbaikan dalam aspek fokus dan pertahanan akan menjadi kunci utama bagi Laskar Juaro untuk dapat bersaing di papan atas klasemen.

















