Opini

Nurul Akmal: Olimpiade, PPPK Paruh Waktu, dan Kekecewaan Prestasi

×

Nurul Akmal: Olimpiade, PPPK Paruh Waktu, dan Kekecewaan Prestasi

Sebarkan artikel ini

Nurul Akmal: Perjuangan Sang Lifter dan Kekecewaan atas Apresiasi Pemerintah

Kisah perjuangan atlet angkat besi putri andalan Indonesia, Nurul Akmal, telah mengukir sejarah bagi bangsa. Dikenal dengan sapaan akrab “Amak”, Nurul telah berulang kali mengibarkan bendera Merah Putih di kancah internasional, termasuk dua kali mewakili Indonesia di ajang Olimpiade. Namun, di balik sederet prestasi gemilang, terselip kekecewaan mendalam terkait apresiasi yang diterimanya dari pemerintah.

Baru-baru ini, Nurul Akmal resmi menyandang status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di bawah naungan Pemerintah Provinsi Aceh. Keputusan ini, kendati merupakan pengakuan, justru menimbulkan kegundahan di hati sang atlet. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @nurulamalia_12, Nurul secara terbuka mengungkapkan rasa kecewanya. Ia mempertanyakan kelayakannya untuk mendapatkan status Pegawai Negeri Sipil (PNS), sebuah penghargaan yang lazimnya diberikan kepada atlet berprestasi dunia sebagai bentuk jaminan masa depan.

Keputusan pemerintah mengangkatnya sebagai PPPK Paruh Waktu terasa kurang sepadan dengan pengorbanan dan dedikasi yang telah ia curahkan untuk bangsa. Nurul membandingkan rekam jejaknya yang telah menembus panggung dunia dengan status kepegawaian yang diterimanya saat ini. Ia mengungkapkan dilema yang dihadapi, antara rasa syukur dan kekhawatiran akan masa depannya.

“Kayak enggak adil saja sih, kek enggak bisa terima gitu. Cuma mau gimana lagi, takutnya nanti enggak dapat apa-apa kalau banyak kali protes dan menuntut,” ungkap Nurul, sebagaimana dikutip dari Sury.co.id. “Banyak yang enggak terima sama PPPK paruh waktu, apalagi diri saya sendiri. Entah lah, mau pasrah tapi saya juga mikir masa tua saya bagaimana nanti begitu.”

Meskipun tetap menyatakan rasa syukurnya, Nurul tak dapat menutupi kekecewaannya. Ia bahkan menandai akun Presiden RI dalam unggahannya, menunjukkan adanya harapan besar agar para atlet berprestasi mendapatkan jaminan hari tua yang lebih menjanjikan.

“Tetap bersyukur walaupun P3K PW (Paruh Waktu) Padahal 2x OLY, 2x seagame, 2x asiangame 3x emas PON Dan lain” nya lagi Yang tau” udah paham la. Tapi ini lah hasilnya,” tulis Nurul Akmal, menyertakan tagar akun-akun terkait.

Baca Juga :  Dompet Anti Bocor: Buang Ini, Rezeki Mengalir Deras!

Dalam unggahan terbarunya, Amak memamerkan sejumlah prestasi yang telah ia raih untuk Indonesia. Ia secara terbuka mempertanyakan kelayakannya untuk mendapatkan status PNS, sebuah standar penghargaan bagi atlet kelas dunia. “Aku hanya bisa belajar menerima semuanya. Apakah aku tidak pantas untuk mendapatkannya (PNS)?” tulis Nurul dalam narasi unggahannya, yang sontak memicu simpati luas dari warganet.

Rekam Jejak Gemilang Nurul Akmal: Persembahan Medali untuk Indonesia

Perjalanan Nurul Akmal di dunia angkat besi sungguh luar biasa. Sejak awal kemunculannya, bakatnya sudah tercium ketika ia duduk di bangku kelas satu SMA pada tahun 2010. Saat itu, pelatih lifter Aceh, Efendi Eria, menemukan potensi besar Nurul saat melihatnya sedang mengangkut padi di kampung halamannya, Desa Serbajaman Tunong.

Ketekunannya dalam berlatih membuahkan hasil manis. Ia berhasil menjadi lifter putri pertama Indonesia yang mampu lolos di kelas berat pada Olimpiade 2020 Tokyo. Prestasi ini sangatlah spesial, mengingat Indonesia biasanya hanya mampu meloloskan atlet di kelas ringan. Selain itu, Nurul juga mencatatkan diri sebagai atlet asal Aceh pertama yang tampil di Olimpiade setelah penantian selama 33 tahun.

Sepanjang kariernya, Nurul Akmal telah mengoleksi berbagai pencapaian prestisius, baik di tingkat internasional maupun nasional.

Prestasi Internasional Nurul Akmal:

  • Kejuaraan Egat di Thailand tahun 2016 – Medali Perunggu
  • Islamic Solidarity Game di Azerbaijan tahun 2017 – Medali Perak
  • Universiade di Taipei tahun 2017 – Peringkat kelima
  • Asian Games Jakarta Palembang tahun 2018 – Peringkat empat
  • Kejuaraan Dunia IWF tahun 2019 Turkmenistan – Peringkat 7
  • Kejuaraan Asia tahun 2019 di Chiamai Thailand – Medali Perak
  • Kejuaraan Granprix ke-1 di China tahun 2019 – Peringkat kelima
  • Kejuaraan Granprix ke-2 tahun 2019 di Qatar – Medali Perak
  • Kejuaraan Dunia IWF di Thailand tahun 2019 (prakualifikasi Olimpiade) – Peringkat 8
  • Olimpiade Tokyo tahun 2020 – Peringkat 5
  • Kejuaraan Asia tahun 2021 di Uzbekistan – Peringkat 6
  • Sea Games Hanoi tahun 2022 – Medali Perak
  • Islamic Solidarity Game tahun 2022 di Turki – Medali Perunggu
  • Kejuaraan Asia di Bahrain tahun 2022 – Medali Perak
  • Sea Games Kamboja tahun 2023 – Medali Perak
  • Asian Games Hangzhou tahun 2023 – Peringkat keempat
  • Kejuaraan Asia tahun 2025 di Tashkent — Medali Perunggu
  • Olimpiade Paris tahun 2024 – Peringkat kedelapan
  • Kejuaraan Asia di Bahrain tahun 2024 – Peringkat kelima
Baca Juga :  Ririn Warsiti Desak Pemprov Kepri Kaji Ulang Kuota Jalur Prestasi SPMB

Prestasi Nasional Nurul Akmal:

  • Kejurnas tahun 2011 di Yogyakarta – Medali Perunggu
  • Popnas tahun 2011 di Riau – Medali Perunggu
  • PON Riau tahun 2012 – Peringkat keempat
  • Kejurnas tahun 2013 di Bekasi – Medali Perak
  • Kejurnas tahun 2015 di Bandung – Medali Emas
  • PON Jawa Barat tahun 2016 – Medali Emas
  • Kejurnas tahun 2017 Pekanbaru – Medali Emas
  • Kejurnas tahun 2019 Bandung – Medali Emas
  • PON Papua tahun 2020 – Medali Emas
  • PON Aceh-Sumut tahun 2024 – Medali Emas

Harapan Keluarga Nurul Akmal: Apresiasi yang Lebih Layak

Kekecewaan Nurul Akmal tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh keluarganya. Ayah Nurul Akmal, Hasballah, berharap pemerintah dapat memberikan apresiasi yang lebih layak bagi putrinya.

“Semoga Presiden RI Prabowo Subianto mendengar cerita ini. Ada anak bangsa yang dilupakan walau sudah memberikan seluruh jiwa raganya untuk negara ini,” ujar Hasballah, ayah Nurul Akmal, seperti dikutip dari Kompas.com.

Hasballah mengaku telah berupaya keras agar putrinya mendapatkan jaminan masa depan sebagai aparatur sipil negara. Harapan yang sempat disandarkan kepada Presiden Joko Widodo sejak Olimpiade 2021 pupus seiring berakhirnya masa jabatan beliau.

“Harapan terakhir saya ada di tangan Presiden Prabowo. Semoga bisa diberi solusi terbaik untuk Nurul. Menjamin masa depan dan hari tuanya,” terang Hasballah.

Bagi keluarga, kekecewaan ini terasa semakin kontras mengingat dedikasi Nurul yang tak henti menyumbang medali bagi Merah Putih. Mereka berharap agar pemerintah dapat lebih memperhatikan nasib para atlet berprestasi, memberikan penghargaan yang sepadan dengan jasa dan pengorbanan mereka demi mengharumkan nama bangsa.