Alreinamedia.com–Pernahkah kamu mendengar mengenai kondisi angin duduk? Dalam bahasa medis, angin duduk dikenal sebagai angina pectoris. Kondisi ini adalah nyeri dada yang terjadi akibat adanya gangguan pada jantung.
Sebaiknya ketahui berbagai gejala yang menjadi tanda dari kondisi ini. Dengan begitu, kamu bisa mencegah berbagai komplikasi atau perburukan gejala yang disebabkan angina pectoris.
Tanda dari Angina Pectoris
Angina pectoris adalah nyeri dada akibat jantung tidak cukup menerima darah yang kaya akan oksigen. Akibatnya, jantung akan berdetak lebih cepat untuk memompa darah agar mendapatkan oksigen yang cukup.
Proses kerja yang lebih keras pada jantung menyebabkan munculnya rasa nyeri atau tidak nyaman pada bagian dada.
Rasa nyeri atau ketidaknyamanan tersebut juga dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain, seperti leher, rahang, bahu, lengan, punggung, atau perut. Selain itu, kondisi ini juga menyebabkan pengidapnya mengalami napas yang menjadi pendek.
Kamu pun perlu waspada terhadap gejala lain, seperti lemas, kelelahan, hingga munculnya keringat berlebihan. Kondisi ini juga bisa menyebabkan kamu mengalami perasaan tidak nyaman pada pencernaan, seperti perut yang kembung.
Penyebab Angina Pectoris
Kondisi ini bisa terjadi akibat beberapa hal yang terjadi pada pembuluh darah dan jantung, seperti:
Terjadinya pengerasan pembuluh darah.
Munculnya gumpalan darah pada arteri.
Adanya plak pada arteri.
Katup jantung yang menyempit.
Tentunya kondisi ini bisa terjadi oleh siapa saja. Namun, beberapa kondisi bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan ini, yaitu:
Aktivitas fisik yang terlalu berat.
Stres yang tidak diatasi dengan baik.
Cuaca yang sangat panas atau dingin.
Terlalu banyak mengonsumsi alkohol.
Kebiasaan merokok.
Selain itu, ada beberapa penyakit yang juga bisa memicu kamu mengalami kondisi ini,seperti:
Obesitas.
Diabetes.
Kolesterol tinggi.
Tekanan darah tinggi.
Redaktur: Arizki

















