Breaking News

Pelajar Hanyut Cisadane: SAR Perluas Pencarian 40 Km

×

Pelajar Hanyut Cisadane: SAR Perluas Pencarian 40 Km

Sebarkan artikel ini

Pencarian Pelajar SMKN 1 Ciomas Bogor yang Diduga Hanyut di Sungai Cisadane Diperluas

Upaya pencarian terhadap seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Ciomas, Bogor, yang diduga hanyut di aliran Sungai Cisadane terus digencarkan oleh tim SAR gabungan. Korban, yang diketahui berinisial MY (16), dilaporkan hilang setelah diduga melompat dari atas Jembatan TB M Falak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada hari Kamis (29/1/2026). Hingga kini, pencarian masih terus berlangsung dengan harapan dapat segera menemukan korban.

Perluasan Radius Pencarian dan Pengerahan Ratusan Personel

Menghadapi situasi yang semakin mendesak, tim SAR gabungan telah mengambil langkah strategis dengan memperluas radius pencarian. Kini, operasi penyelamatan mencakup area hingga 40 kilometer dari titik awal di mana korban dinyatakan hanyut. Langkah ini diambil guna memaksimalkan peluang penemuan korban di tengah kondisi aliran sungai yang luas dan berliku.

Untuk mendukung operasi yang masif ini, ratusan personel dikerahkan dan dibagi ke dalam lima unit Search and Rescue Unit (SRU). Masing-masing SRU memiliki tugas spesifik dalam menyisir aliran Sungai Cisadane. Metode penyisiran sungai menggunakan perahu karet menjadi andalan utama tim SAR dalam melakukan pemantauan dan pencarian secara intensif di sepanjang tepian dan tengah sungai.

Koordinator Unit Siaga SAR Bogor, Muhammad Fazry, menjelaskan mengenai pembagian tugas dan metode yang diterapkan. “Tim SAR membagi lima SRU dengan tiga daerah pencarian. Untuk masing-masing daerah pencarian itu sudah ada dua perahu yang mencari,” ungkapnya pada Sabtu (31/1/2026). Pembagian ini bertujuan agar setiap area dapat dicakup secara merata dan efisien.

Baca Juga :  Belanja Barang Tanpa Tender, Siapa Bermain ?

Pengerahan personel yang mencapai sekitar 160 orang menunjukkan keseriusan dan komitmen tim dalam menemukan korban. Operasi pencarian yang telah memasuki hari ketiga ini terus dilakukan tanpa henti, menunjukkan dedikasi para petugas dalam menghadapi tantangan yang ada.

Tantangan Arus Deras dan Cuaca yang Sulit Diprediksi

Meskipun dengan pengerahan personel yang signifikan dan perluasan area pencarian, upaya ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala utama yang dihadapi tim SAR adalah kondisi alam di sekitar Sungai Cisadane.

  • Arus Sungai yang Deras: Sungai Cisadane dikenal memiliki arus yang cukup kuat, terutama setelah adanya curah hujan yang meningkat. Arus yang deras ini menyulitkan pergerakan perahu karet dan memperluas jangkauan area yang perlu disisir. Selain itu, arus yang kuat juga berpotensi membawa korban ke lokasi yang lebih jauh dari titik awal kejadian.
  • Kondisi Cuaca yang Tidak Menentu: Faktor cuaca menjadi tantangan lain yang dihadapi tim SAR. Prediksi cuaca yang sulit dan perubahan mendadak dapat mengganggu jalannya operasi. Hujan deras yang tiba-tiba dapat meningkatkan debit air sungai secara drastis, membuat arus semakin deras dan berbahaya bagi tim penyelamat. Kondisi ini menuntut tim SAR untuk selalu waspada dan siap beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
  • Kontur Aliran Sungai: Bentuk aliran Sungai Cisadane yang berkelok-kelok dan memiliki kontur yang beragam, termasuk adanya jeram atau area dangkal, juga menambah kompleksitas pencarian. Tim SAR harus ekstra hati-hati dalam menavigasi perahu mereka di medan yang tidak selalu dapat diprediksi.
Baca Juga :  Longsor Cisarua: 7 Marinir Ditemukan, 16 Masih Hilang

Meskipun demikian, Muhammad Fazry menegaskan bahwa kondisi tersebut masih memungkinkan untuk dilakukan pengarungan. “Untuk kendalanya ya pastinya dari faktor cuaca yang agak sulit diprediksi, debit air dan arus, juga kontur dari aliran Sungai Cisadane. Tapi masih aman untuk dilakukan pengarungan,” ujarnya, menunjukkan bahwa tim tetap optimis dan profesional dalam menjalankan tugasnya.

Tim SAR gabungan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban MY. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar, juga diharapkan dapat membantu kelancaran operasi pencarian ini. Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus dilakukan dengan harapan besar agar korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.