Breaking News

Perketat Pengawasan Kapal Asing: Pengukuhan & Revalidasi PSCO

×

Perketat Pengawasan Kapal Asing: Pengukuhan & Revalidasi PSCO

Sebarkan artikel ini

Peningkatan Kapasitas Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal Asing: Pilar Keamanan Maritim Indonesia

Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara proaktif memperkuat sistem pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pengukuhan dan revalidasi Pejabat Pemeriksa Kelaiklautan dan Keamanan Kapal Asing (Port State Control Officer/PSCO). Penguatan kapasitas para PSCO ini menjadi krusial mengingat volume lalu lintas kapal asing yang terus meningkat di perairan nasional, serta kapal-kapal berbendera Indonesia yang beroperasi di jalur pelayaran internasional. Pengawasan yang efektif dan komprehensif merupakan kunci utama dalam memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran global, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan maritim.

Dalam sebuah acara yang diselenggarakan pada Jumat, 30 Januari 2026, Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Kemenhub, Capt. Hendri Ginting, yang mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut, menyampaikan betapa vitalnya peran PSCO. Beliau menegaskan bahwa para pejabat ini memegang peranan strategis dalam memastikan setiap kapal yang memasuki pelabuhan Indonesia telah memenuhi standar kelaiklautan dan keamanan yang berlaku. Lebih lanjut, pengawasan yang ketat oleh PSCO diharapkan dapat mencegah terjadinya detensi kapal-kapal Indonesia di luar negeri. Detensi semacam itu tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga dapat merusak citra maritim Indonesia di kancah internasional.

Baca Juga :  Ronny Buka Kegiatan Perumusan Kebijakan Pengawasan Ormas Bintan 

“Keberadaan PSCO yang profesional dan berintegritas adalah faktor penentu dalam mempertahankan posisi Indonesia pada daftar ‘White List’ Tokyo MoU,” ujar Capt. Hendri. “Ini tidak hanya tentang memenuhi standar internasional, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor keselamatan pelayaran secara keseluruhan.”

Kegiatan pengukuhan dan revalidasi ini mencakup beberapa poin penting:

  • Pengukuhan Mentor PSCO: Sebanyak 14 mentor PSCO baru dikukuhkan, yang akan bertugas membimbing dan melatih para pejabat pemeriksa lainnya. Keberadaan mentor yang berpengalaman sangat penting untuk transfer pengetahuan dan praktik terbaik.
  • Pelantikan PSCO Baru: Sebanyak 15 PSCO baru resmi dilantik, menambah jumlah personel yang siap bertugas dalam pengawasan.
  • Revalidasi PSCO: Sebanyak 26 PSCO yang telah bertugas sebelumnya menjalani proses revalidasi untuk memastikan kompetensi dan pemahaman mereka terhadap regulasi terbaru tetap terjaga.

Langkah-langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan jumlah PSCO nasional yang ada, sekaligus memperkuat sistem pengawasan terhadap kapal-kapal asing yang beroperasi di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Dengan demikian, diharapkan efektivitas pengawasan dapat ditingkatkan secara signifikan.

Capt. Hendri Ginting juga menekankan bahwa lanskap keselamatan pelayaran saat ini semakin kompleks. Berbagai tantangan baru terus bermunculan, menuntut para PSCO untuk tidak pernah berhenti belajar dan meningkatkan kompetensi mereka. Hal ini mencakup pembaruan pengetahuan tentang teknologi maritim terkini, serta pemahaman mendalam terhadap regulasi internasional yang terus berkembang. Kepatuhan terhadap ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO) dan Tokyo MoU menjadi prioritas utama.

Baca Juga :  Oknum ASN Pemprov Sulbar Tertangkap Narkoba

Kemenhub memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Australia, khususnya melalui Australian Maritime Safety Authority (AMSA) dan program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP). Dukungan dari pihak-pihak tersebut telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan kapasitas PSCO di Indonesia sejak tahun 2008. Kolaborasi internasional semacam ini sangat berharga dalam upaya membangun kapasitas maritim yang kuat.

Penguatan sumber daya manusia di sektor pengawasan ini diharapkan tidak hanya mendukung terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran yang lebih baik. Lebih dari itu, ini juga merupakan wujud komitmen Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dalam tata kelola pelayaran internasional yang bertanggung jawab. Dengan PSCO yang kompeten dan berintegritas, Indonesia dapat terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim dan memastikan arus perdagangan global berjalan lancar dan aman.