Daerah

Perkuat Budaya K3, PT Timah Gelar Webinar Keselamatan Pertambangan 2026

×

Perkuat Budaya K3, PT Timah Gelar Webinar Keselamatan Pertambangan 2026

Sebarkan artikel ini

Alreinamedia.com – Karimun, Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, PT Timah Tbk melalui Divisi Area Kundur menggelar Webinar Keselamatan Pertambangan 2026 sebagai upaya memperkuat implementasi budaya K3 di seluruh lini operasional.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan standar keselamatan, khususnya pada aktivitas pertambangan dan pengolahan timah yang memiliki tingkat risiko tinggi, termasuk operasi penambangan laut dan smelter.

Webinar tersebut dihadiri Sub Koordinator Keselamatan Pertambangan Mineral Kementerian ESDM, Dekan Andreas Simorangkir, Kepala Teknik Tambang Area Kundur PT Timah Tbk Ronanta, serta jajaran karyawan. Hadir pula sebagai narasumber para Inspektur Tambang dari Ditjen Minerba Kementerian ESDM, yakni M. Irfan Sabran, M. Aditya Riani, dan Zulkifli Basri.

Dekan Andreas Simorangkir menegaskan bahwa keselamatan pertambangan merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan perusahaan, pemerintah, akademisi, hingga asosiasi profesi dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

“Ekosistem keselamatan ini harus kita tunjukkan melalui profesionalisme, ketangguhan, dan kolaborasi. Tema yang diangkat PT Timah sangat kontekstual, khususnya terkait keselamatan penambangan kapal isap dan kapal keruk yang sesuai dengan karakteristik risiko operasional perusahaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Jerman Lirik Batam, Kota Berkembang dan Ekonomi Maju

Menurutnya, aktivitas penambangan di laut memiliki profil risiko berbeda dibanding pertambangan darat. Faktor cuaca, gelombang, arus, hingga jarak pandang menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, interaksi antara manusia, mesin, dan lingkungan kerja berlangsung lebih dinamis.

Sementara itu, Inspektur Tambang Ahli Muda Zulkifli Basri menekankan pentingnya identifikasi dan pemberitahuan risiko sebelum memulai pekerjaan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas sejak awal. Pastikan lokasi kerja aman dan pahami potensi bahaya. Banyak kecelakaan terjadi akibat kelalaian dan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

Ia mengajak seluruh pekerja membiasakan observasi dan evaluasi sebelum bekerja sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri, rekan kerja, maupun peralatan. “Harapan kita sederhana, berangkat kerja dengan semangat, bekerja dengan selamat, dan pulang tetap sehat,” ujarnya.

Dalam webinar tersebut juga dipaparkan sejumlah regulasi yang menjadi landasan pengelolaan keselamatan pertambangan, antara lain Permen ESDM Nomor 26 tentang Keselamatan Pertambangan, Kepmen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik, serta Kepdirjen ESDM Nomor 185/K/37.04/DJB/2018 mengenai petunjuk teknis pelaksanaan keselamatan pertambangan dan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP).

Baca Juga :  Gelar Reses Dua titik, di kecamatan Merbau,Darsini Kucurkan 1 ke PUPR untuk infrastruktur

Selain sektor hulu, aspek keselamatan pada proses hilirisasi juga menjadi perhatian. Operasional smelter timah yang melibatkan suhu tinggi, logam cair, serta bahan kimia berbahaya menuntut pengendalian risiko yang ketat dan disiplin operasional tinggi.

Pengawasan pemerintah melalui Inspektur Tambang disebut sebagai pilar penting dalam membangun ekosistem K3 pertambangan nasional yang kuat, tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan edukatif.

Melalui rangkaian Bulan K3 Nasional 2026 ini, PT Timah Tbk kembali menegaskan komitmennya menjadikan budaya keselamatan sebagai bagian integral dari tata kelola perusahaan yang baik serta praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.