Kekalahan Persis Solo dari Persib Bandung: Milo Seslija Ungkap Kekecewaan dan Evaluasi Mendalam
SURAKARTA – Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, yang akrab disapa Milo, mengungkapkan rasa kecewanya setelah tim asuhannya menelan kekalahan 0-1 dari Persib Bandung dalam lanjutan pekan ke-19 Liga Super di Stadion Manahan, Surakarta, pada Sabtu sore. Milo menilai bahwa performa anak asuhnya seharusnya bisa lebih baik lagi, terutama pada babak pertama pertandingan.
Meskipun demikian, Milo tidak ragu mengakui keunggulan Persib Bandung dalam tiga aspek fundamental permainan sepak bola. Ia menyebutkan bahwa timnya menghadapi lawan yang sangat kuat dan berpengalaman.
“Pertandingan ini memang sangat sulit karena kami berhadapan dengan tim terbaik di liga dalam hal fisik, taktik, dan pengalaman,” ujar Milo. Ia menambahkan bahwa, dalam pandangannya, timnya tidak menunjukkan performa yang optimal.
Evaluasi Babak Pertama: Alur Bola yang Tersendat
Milo secara spesifik menyoroti pola permainan timnya pada 45 menit pertama pertandingan. Ia merasa bahwa transisi atau alur perpindahan bola antar lini tidak berjalan dengan lancar. Hal ini cukup mengejutkan bagi Milo, mengingat ia telah memberikan berbagai program latihan yang berfokus pada efektivitas aliran bola.
“Banyak transisi atau alur bola yang tidak mengalir dengan baik. Padahal saya sudah banyak memberikan program latihan bagaimana aliran bola antar lini bisa efektif,” jelasnya.
Pada jeda paruh waktu, Milo mengaku telah memberikan instruksi kepada para pemainnya untuk meningkatkan intensitas permainan dan bermain lebih menekan lawan. Harapannya adalah agar tim bisa membalikkan keadaan atau setidaknya mencetak gol.
Perbaikan di Babak Kedua, Namun Tanpa Gol
Meskipun ada peningkatan performa di babak kedua, Milo menyayangkan kegagalan timnya untuk mencetak gol. Ia melihat ada perubahan signifikan dalam cara bermain timnya, dan babak kedua menunjukkan permainan yang jauh lebih baik dibandingkan babak pertama.
“Di pertandingan ini permainan tim sudah banyak berubah. Dan di babak kedua jauh lebih baik, tetapi saya tidak mau mencari alasan,” tuturnya.
Meski demikian, Milo tetap memberikan apresiasi atas perjuangan yang ditunjukkan oleh para pemainnya di lapangan. Ia mengakui bahwa hasil akhir memang mengecewakan karena tidak mampu mengkonversi peluang menjadi gol.
“Saya mengapresiasi perjuangan pemain meskipun sangat disayangkan tidak menciptakan gol,” pungkasnya.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Milo dan tim pelatih Persis Solo untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas permainan mereka di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Fokus utama adalah memperbaiki aliran bola dan efektivitas serangan agar mampu bersaing lebih baik di kompetisi Liga Super.

















