Berita Utama

Profil Jeffrey Hendrik: Pjs Dirut BEI

×

Profil Jeffrey Hendrik: Pjs Dirut BEI

Sebarkan artikel ini

Jeffrey Hendrik Ditunjuk Sebagai Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) kini memiliki nakhoda baru, setidaknya untuk sementara. Jeffrey Hendrik, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI, telah resmi ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI. Keputusan ini diambil menyusul pengunduran diri Direktur Utama sebelumnya, Iman Rachman, yang efektif berlaku pada Jumat, 29 Januari 2026.

Penunjukan Jeffrey Hendrik ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Purbaya usai melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pejabat terkait di Wisma Danantara pada Sabtu malam, 31 Januari 2026. “Iya, (Jeffrey) sebagai Pjs Dirut BEI,” tegas Purbaya.

Pergantian kepemimpinan di institusi sepenting Bursa Efek Indonesia selalu menjadi sorotan, terutama mengingat perannya yang krusial dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan pasar modal nasional. Penunjukan Pjs ini diharapkan dapat memastikan kelancaran operasional dan strategi BEI selama masa transisi.

Profil Singkat Jeffrey Hendrik: Perjalanan Karier yang Matang di Industri Keuangan

Jeffrey Hendrik bukanlah sosok baru di kancah industri keuangan Indonesia. Latar belakang pendidikannya yang kuat, dengan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti yang diraihnya pada tahun 1995, menjadi pondasi awal bagi kiprahnya. Perjalanannya di dunia profesional dimulai pada tahun 1994.

Berikut adalah rangkuman perjalanan karier Jeffrey Hendrik:

  • 1994-1996: Memulai karier di PT Zone Pratama.
  • 1996-1999: Menjabat sebagai Corporate Finance di PT Transpacific Securindo.
  • 1999-2022: Mengemban posisi Direktur Utama di PT Phintraco Sekuritas.
Baca Juga :  BP Batam Gesa Pengerjaan Jalan Alternatif Bandara Hang Nadim

Pengalaman panjang dan beragam di berbagai institusi keuangan, mulai dari sekuritas hingga posisi puncak di perusahaan sekuritas, memberikan Jeffrey pemahaman mendalam mengenai dinamika pasar modal, strategi pengembangan bisnis, serta manajemen operasional.

Keterlibatan dalam Organisasi dan Komite Penting

Selain rekam jejak karier yang mengesankan, Jeffrey Hendrik juga aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi dan komite yang berkaitan dengan industri pasar modal dan keuangan. Keterlibatannya di berbagai forum ini menunjukkan dedikasinya untuk memajukan sektor keuangan Indonesia.

Beberapa organisasi dan komite yang pernah diikuti oleh Jeffrey Hendrik antara lain:

  • Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019-2020): Peran ini memberikannya kesempatan untuk terlibat langsung dalam perumusan kebijakan terkait mekanisme perdagangan dan penyelesaian transaksi di bursa.
  • Pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Anggota Departemen Perdagangan Efek (2020-2022): Melalui posisinya di APEI, Jeffrey berkontribusi dalam mewakili kepentingan perusahaan efek dan mendorong pengembangan industri.
  • Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan OJK (sejak 2021): Keterlibatannya dalam gugus tugas ini menandakan komitmennya terhadap isu keuangan berkelanjutan, yang semakin menjadi fokus penting dalam pembangunan ekonomi global.

Partisipasi aktif dalam berbagai badan penentu kebijakan dan asosiasi industri ini memperkaya perspektif Jeffrey dalam memahami tantangan dan peluang yang dihadapi pasar modal, serta memberikannya modal berharga untuk memimpin BEI.

Baca Juga :  Vicky Prasetyo dilaporkan pengusaha asal Surabaya terkait kasus penipuan Rp 213 juta

Bergabung dengan BEI dan Peran Strategisnya

Kiprah Jeffrey Hendrik di Bursa Efek Indonesia dimulai pada tahun 2022. Ia secara resmi ditunjuk sebagai Direktur Pengembangan BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 29 Juni 2022.

Dalam perannya sebagai Direktur Pengembangan, Jeffrey bertanggung jawab untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi-strategi yang bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan jumlah investor, serta mengembangkan produk dan layanan baru di BEI. Fokus pada pengembangan ini sangat krusial dalam menjaga daya saing BEI di tengah lanskap keuangan global yang terus berubah.

Dengan penunjukannya sebagai Pjs Direktur Utama, Jeffrey kini dihadapkan pada tanggung jawab yang lebih besar. Ia diharapkan dapat meneruskan estafet kepemimpinan, menjaga momentum positif yang telah dibangun, serta merespons berbagai tantangan yang mungkin muncul di masa mendatang. Pengalaman dan rekam jejaknya yang solid menjadi modal utama baginya untuk mengemban amanah ini.

Pertemuan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan para petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) yang juga turut hadir dalam konferensi pers di Kantor Danantara, semakin menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan sektor keuangan Indonesia, terutama di tengah pergantian pucuk pimpinan BEI.