Berita

Program MBG Indonesia Didukung Kuat oleh Australia dan UNICEF

×

Program MBG Indonesia Didukung Kuat oleh Australia dan UNICEF

Sebarkan artikel ini

Dukungan Australia untuk Program Makanan Bergizi Gratis di Indonesia

Pemerintah Australia secara resmi mendukung pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia melalui kerja sama dengan UNICEF. Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk pendanaan dua Pusat Keunggulan (Center of Excellence/CoE) yang berlokasi di Bogor dan Papua. Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan program nasional MBG agar lebih berdampak bagi anak-anak Indonesia.

Perjanjian pendanaan antara pihak Australia dan UNICEF ditandatangani sejak Maret 2025, dan kini kedua pusat tersebut siap beroperasi. Australia menilai bahwa program MBG bukan hanya tentang gizi, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan sumber daya manusia Indonesia. Dengan fokus pada Bogor dan Papua, dua pusat keunggulan ini diharapkan dapat berperan besar dalam pengembangan kebijakan dan inovasi terkait gizi.

Fokus di Bogor dan Papua: Dua Pusat Keunggulan Siap Berperan Besar

Dua pusat keunggulan yang didanai oleh Australia memiliki peran strategis dalam riset dan inovasi kebijakan. Pusat nasional berada di Institut Pertanian Bogor (IPB), sementara pusat regional didirikan di Universitas Cenderawasih, Papua. Keduanya akan menjadi tempat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku sektor pangan.

Baca Juga :  Pasca Putusan MK, KPU Sumbar Segera Tetapkan Kepala Daerah Terpilih

Kamath menegaskan bahwa kehadiran CoE di dua lokasi berbeda mencerminkan pentingnya pemerataan pembangunan gizi di Indonesia. Papua dipilih karena representasi kawasan timur yang masih menghadapi tantangan ketahanan pangan, sedangkan Bogor menjadi pusat riset nasional. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan akses gizi yang merata kepada seluruh masyarakat.

Wadah Kolaborasi Pemerintah, Akademisi, dan Masyarakat

Menurut Gita Kamath, CoE akan menjadi ruang bagi kolaborasi multipihak mulai dari pemerintah pusat, lembaga akademik, sektor swasta, hingga komunitas lokal. Tujuannya adalah menciptakan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang benar-benar relevan dengan kondisi di lapangan.

Lembaga ini juga akan melaksanakan pelatihan, penelitian, dan berbagi pengetahuan untuk meningkatkan efektivitas program MBG. Melalui kerja sama lintas sektor, diharapkan inovasi yang dihasilkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.

Program MBG Ciptakan Ratusan Ribu Lapangan Kerja Baru

Sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sudah memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata. Pemerintah mencatat bahwa program ini telah menciptakan 418.545 lapangan kerja baru di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, MBG juga memberikan efek ekonomi berantai bagi 18.895 pelaku lokal mulai dari petani, nelayan, hingga pelaku UMKM pangan.

Baca Juga :  Messi Perpanjang Kontrak di Inter Miami

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa kebijakan gizi bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan makanan bergizi yang layak.

Menuju Indonesia Emas 2045 Lewat Anak-Anak yang Sehat dan Cerdas

Program MBG merupakan bagian dari misi besar pemerintah untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 dan agenda Asta Cita dalam pembangunan sumber daya manusia. Dengan dukungan Australia dan UNICEF, pelaksanaan MBG kini semakin kuat secara kelembagaan dan teknis.

Saat ini terdapat 11.984 dapur MBG atau Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (UPPG) aktif di seluruh Indonesia. Melalui sinergi riset, kebijakan, dan aksi lapangan, Indonesia berharap dapat mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, serta kompetitif di tingkat global.