Berita

Rayakan 500 Tahun Jakarta, Pramono Hadirkan Ikon Baru Ibu Kota: Blok M-Dukuh Atas-Kota Tua

×

Rayakan 500 Tahun Jakarta, Pramono Hadirkan Ikon Baru Ibu Kota: Blok M-Dukuh Atas-Kota Tua

Sebarkan artikel ini

Visi Gubernur DKI untuk Membangun Kota Tua sebagai Hub Baru Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memiliki rencana besar dalam mengembangkan beberapa kawasan di Jakarta sebagai hub baru. Setelah sebelumnya merencanakan pengembangan Blok M dan Dukuh Atas, kini ia kembali menyoroti pentingnya Kawasan Kota Tua sebagai salah satu pusat utama dan ikon baru Jakarta.

Menurut Pramono, tahun 2027 menjadi momen penting karena bertepatan dengan perayaan 500 tahun Jakarta. Selain itu, pada tahun 2029 nanti, proyek Mass Rapid Transit (MRT) akan selesai sampai ke area Kota Tua. Dengan kondisi ini, ia menilai bahwa Kawasan Kota Tua harus siap menjadi tempat baru yang menjadi hub bagi masyarakat Jakarta.

Pengembangan Kawasan Kota Tua ditujukan untuk menarik minat para wisatawan, baik dari Eropa Barat, Timur, maupun Asia. Namun, ia menyadari bahwa Pemprov DKI tidak bisa melakukan hal ini sendirian. Pasalnya, di kawasan tersebut terdapat aset yang dimiliki oleh pemerintah pusat juga.

Untuk mewujudkan visi ini, Pramono mengusulkan pembentukan sebuah Task Force yang terdiri dari pihak pemerintah pusat dan DKI Jakarta. Nantinya, Task Force ini akan melibatkan BUMN, BUMD, serta swasta dalam proses pengembangan.

Baca Juga :  Tanpa Migas Batam Tetap Tancap Gas: Ekonomi Tumbuh 6,76%, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional

Tanggung Jawab yang Jelas dalam Pengembangan Kawasan

Task Force tersebut akan bertugas untuk mendetailkan tanggung jawab masing-masing pihak. Mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga pelaku swasta. Dengan demikian, setiap pihak dapat memahami perannya masing-masing dalam proses pengembangan.

Namun, untuk tahap awal, Pemprov DKI akan fokus pada tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Salah satunya adalah perbaikan sarana dan prasarana dasar, seperti perbaikan jalan, sungai, hingga pedestrian. Ini menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan infrastruktur kawasan sudah siap.

Selain itu, Pramono juga mengusulkan agar Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dipindahkan ke Kawasan Kota Tua. Tujuannya adalah agar kawasan ini bisa menjadi tempat di mana seniman dan kreatif bisa berkarya secara lebih leluasa.

Perpindahan IKJ sebagai Langkah Strategis

Pramono menjelaskan bahwa kawasan heritage ini memerlukan banyak talenta seniman yang bisa langsung berpanggung di sana. Ia yakin bahwa dengan ruang kreativitas yang lebih baik, luas, dan didukung oleh pemerintah daerah serta pusat, IKJ akan semakin berkembang.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Rombongan Motor Gede, Mahasiswi Tewas di Tempat

Namun, ia menegaskan bahwa sebelum proses perpindahan dilakukan, tempat baru untuk IKJ harus benar-benar dipersiapkan. Rencananya, pada tahun 2027, proyek MRT sampai Kota Tua akan selesai. Saat itu, jalan-jalan di atas permukaan akan bersih, termasuk jalur-jalur lainnya akan konsentrasi di bawah tanah.

Proyek MRT di bawah tanah sampai Kota Tua ditargetkan selesai pada tahun 2029. Dengan penyelesaian proyek ini, diharapkan semua rencana pengembangan Kawasan Kota Tua bisa berjalan sesuai harapan.

Harapan untuk Masa Depan Jakarta

Pramono berharap bahwa dengan pengembangan yang terencana dan kolaborasi antara berbagai pihak, Kawasan Kota Tua akan menjadi tempat yang lebih baik dan mampu meningkatkan kelasnya. Dengan adanya MRT yang telah selesai, serta fasilitas yang memadai, kawasan ini akan menjadi ikon baru Jakarta yang bisa dinikmati oleh masyarakat dan wisatawan.

Dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, diharapkan Jakarta bisa menjadi kota yang lebih maju, modern, namun tetap menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah yang ada di dalamnya.