
alreinamedia.com, Solok – Wakil Walikota Solok Reinier menyebutkan penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) bertujuan untuk meningkatkan daya saing di Solok. Peningkatan diwujudkan dengan pemanfaatan produk unggulan yang ada di daerah. Dengan begitu, diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Penguatan SIDa ini salah satu faktor mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan,” kata Reinier saat membuka workshop dan pelatihan peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok tani minyak Atsiri Kota Solok, dalam rangka penguatan SIDa Kota Solok, di aula Balitbang Kota Solok, Rabu (12/9/2018).
Pelaksanaan Workshop dan pelatihan tersebut kerjasama Balitbang Kota Solok dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdiktki) RI.
Wawako Reinier mengatakan, bantuan yang diterima Kota Solok dari Kemenristekdikti RI melalui Balitbang Solok, untuk mewujudkan Peraturan Bersama Menrisetekdikti dan Mendagri Nomor 03 dan 36 Tahun 2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daera (SIDa).
Workshop dan pelatihan, dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan pelaku agribisnis minyak Atsiri Kota Solok, yang mana sejak 2009 telah ditetapkan sebagai produk unggulan Kota Solok.
Reinier mengatakan, untuk itulah workshop dan pelatihan ini dapat meningkatkan wawasan sekaligus memberi motivasi kepada para peserta pelaku agribisnis minyak atsiri.
“Kedepan kita harapkan agar sentra industri pengolahan minyak atsiri bertumbuh beserta turunannya. Sehingga, minyak atsiri yang diproduksi di Solok mampu bersaing dan terkenal di pasar regional maupun nasional,” jelas Reinier.
Balitro Bogor Dedi Suheryadi mengatakan, saat ini harga serai wangi berada di kisaran Rp 350 ribu sampai Rp 360 ribu. Ia berharap serai wangi di Solok nantinya sudah terkoneksi dengan baik antara petani dan Pemko.
“Jika sudah terkoneksi, kita akan segera memasarkan serai wangi ini,” kata Suheryadi.
Ia menyebutkan, saat ini pihaknya membutuhkan 3 sampai 4 kontainer serai wangi untuk perbulannya. Untuk itu, Suheryadi meminta pihaknya bersama Wakil Walikota Solok segera melakukan pergerakan nyata.
“Kita bikin grup WA bagi petani yang ikut workshop kali ini untuk saling berkomunikasi,” pintanya.
Menurut Dedi, saat ini menjadi petani serai wangi merupakan pekerjaan yang sangat menjanjikan hasilnya. Semua pihak harus benar-benar bekerja nyata untuk mensejahterakan para petani.
“Seperti di kabupaten Bandung, petani serai wangi dengan lahan 3000 meter bisa menghasilkan Rp 300 sampai 400 ribu perhari, dengan menggunakan prinsip 4s, yakni serai wangi, sapi, sehat, sejahtera,” tuturnya.
Penulis: Niko Irawan
Editor: Chandra Adi Putra

















