Breaking News

Ressa Rizky Terintimidasi: Kuasa Hukum Ancam Iis Dahlia & Irfan Hakim

×

Ressa Rizky Terintimidasi: Kuasa Hukum Ancam Iis Dahlia & Irfan Hakim

Sebarkan artikel ini

Kasus Hukum Ressa Rizky Meluas: Intimidasi Psikologis dari Lingkaran Pertemanan Denada

Kasus gugatan hukum yang diajukan oleh Ressa Rizky Rossano terhadap penyanyi Denada kini memasuki babak baru yang lebih kompleks, melibatkan lingkaran pertemanan sang diva. Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, meluapkan kekesalannya terkait dugaan intimidasi psikologis yang dialami kliennya dari sejumlah artis senior yang merupakan sahabat Denada.

Dalam sebuah wawancara yang berlangsung di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 31 Januari 2026, Ronald Armada secara terbuka menyebut nama Iis Dahlia dan Irfan Hakim. Ia memberikan peringatan tegas kepada kedua selebriti papan atas tersebut untuk tidak mencampuri urusan keluarga yang detail dan latar belakangnya tidak mereka pahami sepenuhnya.

Ketegangan ini bermula ketika Ressa Rizky Rossano menghadiri sebuah acara dan berkesempatan bertemu dengan beberapa rekan artis Denada. Alih-alih mendapatkan solusi atau pemahaman, Ressa justru merasa terpojok dan disalahkan atas situasi yang tengah dihadapi Denada saat ini.

“Tadi itu Ressa sempat dikerubungi dan diteror secara psikis, seakan-akan dia yang bersalah sehingga Denada itu tidak mendapatkan pekerjaan di stasiun TV karena di-boikot. Itu makanya saya geram!” tegas Ronald Armada dalam kutipan yang beredar di kanal Youtube ReyBen Entertainment pada Minggu, 1 Februari 2026.

Ronald secara khusus menyoroti sikap penyanyi dangdut Iis Dahlia yang dinilai terlalu menyudutkan kliennya. Ia merasa perlu menyebutkan nama karena peristiwa tersebut benar-benar terjadi dan dampaknya dirasakan oleh Ressa.

Baca Juga :  Masiman Tikam Rekan Kerja Hingga Tewas Pasca Cekcok

“Terutama buat Iis Dahlia, ya saya menyebut nama karena itu yang terjadi. Dia memojokkan Ressa seakan-akan gara-gara dia, temannya itu tidak dapat pekerjaan,” tambah Ronald, menunjukkan kekecewaannya atas tindakan tersebut.

Tak hanya Iis Dahlia, nama presenter Irfan Hakim juga turut terseret dalam pernyataan tim hukum Ressa. Meskipun Ronald mengaku sangat mengagumi sosok Irfan Hakim dan menghargai akhlaknya, ia meminta agar penilaian terhadap kasus ini tetap didasarkan pada objektivitas.

“Saya sangat kagum dengan beliau (Irfan Hakim). Akan tetapi dalam konteks ini, jangan karena temannya, dia melakukan pembelaan. Kalau temannya salah, katakan yang salah,” ujar Ronald, menekankan pentingnya kejujuran dan keadilan dalam memberikan pandangan.

Ronald Armada kemudian meminta agar para figur publik tersebut mempertimbangkan penderitaan Ressa Rizky Rossano, yang diklaim telah ditelantarkan selama puluhan tahun, sebelum mengeluarkan penilaian atau penghakiman. Ia berharap ada empati dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai akar permasalahan.

“Jadi buat Bang Irfan Hakim dan Iis Dahlia, tolonglah agak sedikit adil, jangan ikut campur kalau tidak tahu asbabun nuzul (asal-usul) persoalan ini,” tuturnya, menyerukan agar mereka memahami konteks sejarah dan kronologi kasus sebelum mengambil sikap.

Ressa Rizky Rossano Bantah Inisiasi Boikot

Dalam kesempatan yang sama, Ressa Rizky Rossano sendiri mengungkapkan rasa sedihnya melihat kondisi Denada yang kabarnya mulai dibatasi tampil di televisi akibat kasus yang sedang bergulir. Namun, ia dengan tegas membantah bahwa gerakan boikot tersebut berasal dari dirinya atau atas permintaannya.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 17 Kg Ganja, 4 Pengedar Diringkus

“Ya maksudnya Ressa kan, Ressa nggak meminta seperti ini dan bukan Ressa yang minta di-boikot. Bagaimana pun itu kan masih darah daging,” tutur Ressa, menunjukkan bahwa ia tetap memiliki ikatan emosional dengan Denada dan tidak berniat merugikan karirnya. Pernyataannya ini menggarisbawahi bahwa niatnya adalah penyelesaian hukum, bukan penghancuran karier pihak lain.

Tim Hukum Ressa: Siap Melindungi Klien dari Serangan Mental

Sebagai penutup, Ronald Armada menegaskan bahwa Ressa Rizky Rossano berada di bawah perlindungan penuh tim hukumnya. Ia secara tegas menantang siapapun yang mencoba menyerang mental kliennya untuk berhadapan langsung dengannya.

“Satu yang harus pihak sana tahu, Ressa ini adik saya. Dia dalam proteksi saya. Kalau kalian mau menyerang dia, serang saya!” tegas Ronald, menunjukkan keseriusan dan komitmennya untuk membela Ressa. Ia ingin memastikan bahwa kliennya tidak lagi menjadi sasaran empuk intimidasi.

Ronald juga mengingatkan kembali latar belakang penderitaan Ressa yang telah berlangsung lama. “Ressa ini sudah 24 tahun ditelantarkan, tidak dikasih makan, dibuang, tidak dinafkahi. Itu yang harus kalian lihat,” pungkasnya, menggarisbawahi luka dan pengabaian yang telah dialami kliennya selama bertahun-tahun. Pernyataan ini bertujuan untuk membuka mata publik dan para figur publik yang terlibat agar melihat kasus ini dari perspektif yang lebih luas dan berempati terhadap Ressa.