Jenazah Mantan Wakil Gubernur Sulawesi Barat Dimakamkan dengan Upacara Militer di TMP Kalibata
Jakarta Selatan – Jenazah almarhum Mayjen TNI (purn) Salim Sayyed Mengga, yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat, telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu, 1 Februari 2026. Prosesi pemakaman ini berlangsung khidmat dengan upacara militer penuh penghormatan.

Kedatangan jenazah di TMP Kalibata pada pukul 10.00 WIB disambut oleh barisan anggota TNI yang mengawal dari gerbang masuk hingga ke lokasi pemakaman. Ratusan pelayat turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Upacara militer secara resmi dimulai untuk mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhirnya. Inspektur Upacara dalam prosesi ini adalah Mayjen TNI Eko Susatyo, yang memimpin seluruh rangkaian upacara dengan penuh dedikasi.

Rangkaian upacara militer ini mencakup beberapa tahapan penting. Dimulai dengan pembacaan riwayat hidup almarhum yang memaparkan perjalanan hidup dan pengabdiannya. Selanjutnya, dilaksanakan apel persada sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur.
Puncak dari upacara adalah penghormatan terakhir yang diberikan kepada almarhum Mayjen TNI (purn) Salim Sayyed Mengga, diikuti dengan penembakan salvo oleh regu kehormatan. Salvo ini merupakan simbol penghargaan tertinggi dari negara atas jasa dan pengorbanan almarhum.
“Yang telah meninggal dunia demi kepentingan serta keluhuran negara dan bangsa pada hari Sabtu tanggal 31 Januari 2026 pukul 06.50 Waktu Indonesia Timur di Rumah Sakit Siloam Makassar karena sakit,” demikian pernyataan Inspektur Upacara yang dibacakan di hadapan para pelayat. Pernyataan ini menegaskan bahwa almarhum telah berpulang ke Rahmatullah setelah berjuang melawan sakitnya, meninggalkan jasa yang tak ternilai bagi bangsa dan negara.

Prosesi penurunan jenazah ke liang lahat dilakukan dengan penuh penghormatan. Bendera Merah Putih menyelimuti peti jenazah, sebuah simbol penghormatan tertinggi dari negara atas jasa-jasa almarhum.
Setelah liang lahat ditimbun, yang diawali oleh Inspektur Upacara dan dilanjutkan oleh perwakilan keluarga, acara dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga. Karangan bunga ini menjadi simbol belasungkawa dan penghormatan dari berbagai pihak, termasuk institusi tempat almarhum pernah mengabdi.
Prosesi diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh pemuka agama, memohonkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa bagi almarhum. Selanjutnya, dilakukan penyerahan Bendera Merah Putih yang menyelimuti jenazah kepada pihak keluarga sebagai tanda penghargaan negara atas pengabdian almarhum.
Kepergian Mayjen TNI (purn) Salim Sayyed Mengga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta seluruh masyarakat Sulawesi Barat dan Indonesia. Beliau dikenang sebagai sosok yang berdedikasi dan telah memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan daerah dan negara. Pemakaman di TMP Kalibata ini merupakan bukti nyata penghargaan tertinggi dari bangsa ini atas jasa-jasa mulia almarhum.

















