Berita Utama

Seabad NU Sumedang: Diplomasi, Peran NU, dan Jalinan Kuwait

×

Seabad NU Sumedang: Diplomasi, Peran NU, dan Jalinan Kuwait

Sebarkan artikel ini

Harlah Ke-100 NU di Sumedang: Simbol Diplomasi Internasional dan Komitmen Pembangunan

Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Sumedang, yang jatuh pada tanggal 31 Januari 2026, tidak hanya menandai satu abad perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia, tetapi juga membuka babak baru dalam ranah diplomasi dan kerja sama internasional. Acara akbar ini bertransformasi menjadi panggung penting yang dihadiri oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Negara Kuwait, menandakan pengakuan global terhadap peran dan signifikansi NU.

Perayaan yang berlangsung di Islamic Center Sumedang ini menjadi saksi bisu bagaimana NU, sebagai pilar kebangsaan, mampu menjembatani hubungan antarnegara. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, yang turut hadir dalam momen bersejarah ini, secara tegas menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran delegasi Kuwait. Beliau menekankan bahwa momen Harlah ke-100 ini adalah sebuah kehormatan tersendiri bagi Sumedang dan NU.

“Selamat datang di Sumedang. Kehadiran perwakilan dari Kedutaan Besar Kuwait, Bapak Husein, bertepatan dengan peringatan Harlah ke-100 NU merupakan sebuah kehormatan yang luar biasa bagi kami. NU adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia, dan rekam jejaknya dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa telah terbukti,” ujar Bupati Dony dalam pidato sambutannya.

Peluang Kolaborasi Lintas Negara: Bantuan Awal dan Rencana Investasi

Salah satu poin penting yang terungkap dalam perayaan tersebut adalah adanya komitmen bantuan awal dari perwakilan Kedutaan Besar Kuwait untuk pembangunan Kantor Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Sumedang. Bantuan senilai Rp10 juta ini diharapkan menjadi fondasi awal untuk pembangunan sekretariat organisasi perempuan NU tersebut.

Baca Juga :  Kodaeral IV Batam Lagi-lagi Bongkar Penyelundupan Sabu 1 Kg Lebih di Pelabuhan Rakyat Sagulung Batam

Bupati Dony menjelaskan lebih lanjut pentingnya sekretariat bagi sebuah organisasi. “Sekretariat adalah jantung dari sebuah organisasi. Di sanalah berbagai program dan kebijakan dirumuskan, khususnya dalam upaya merawat dan mengembangkan Nahdlatul Ulama. Alhamdulillah, kami menerima bantuan awal yang sangat berarti ini,” tuturnya.

Lebih dari sekadar bantuan finansial, kehadiran delegasi Kuwait dalam peringatan Harlah NU ke-100 ini dipandang sebagai simbol kuatnya persaudaraan lintas bangsa dan umat. Bupati Dony melihat momen ini sebagai peluang emas untuk memperluas jangkauan kerja sama, tidak terbatas pada sektor keagamaan semata, melainkan juga merambah ke bidang-bidang vital lainnya seperti:

  • Pembangunan Sosial: Peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program yang berfokus pada kesejahteraan.
  • Pendidikan: Pengembangan sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas, mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia.
  • Kemanusiaan: Kolaborasi dalam aksi-aksi kemanusiaan untuk membantu mereka yang membutuhkan, baik di tingkat lokal maupun global.
  • Investasi: Membuka peluang investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Sumedang.

Menariknya, Bupati Dony mengungkapkan bahwa pihak Kedutaan Besar Kuwait juga memiliki rencana investasi yang lebih luas di Sumedang. Beliau menyoroti rekam jejak positif Dubes Kuwait yang sebelumnya telah berkontribusi dalam pembangunan sembilan masjid di Cianjur. Kini, ada rencana serupa untuk pembangunan masjid di Kabupaten Sumedang, yang tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

NU: Pilar Moral dan Mitra Strategis Pembangunan Bangsa

Memasuki usia satu abad, NU telah membuktikan konsistensinya dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah, melestarikan tradisi Islam yang moderat, serta memberikan khidmat yang tulus bagi umat dan negara. Bupati Dony menyampaikan rasa syukurnya atas perjalanan panjang NU yang telah memberikan banyak berkah.

Baca Juga :  71 Ribu Penyeberangan Bakauheni: ASDP Ingatkan Ferizy

“Kita patut bersyukur bahwa NU telah mencapai usia 100 tahun. Siapa pun yang menjadi bagian dari NU, insya Allah akan senantiasa dilimpahi keberkahan,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Beliau juga menyerukan kepada seluruh warga NU untuk terus aktif merawat nilai-nilai luhur, budaya, dan tradisi organisasi. Upaya ini penting agar warisan berharga ini tetap hidup dan dapat diwariskan secara estafet kepada generasi penerus.

“Budaya NU harus terus kita jaga dan lestarikan. Penting bagi anak cucu kita untuk tetap menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama agar keberkahannya terus mengalir hingga masa depan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Dony menyampaikan harapan besarnya agar NU terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah. Peran ini krusial dalam menjaga persatuan, memupuk toleransi, serta merawat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Lebih dari itu, NU diharapkan mampu menjadi benteng moral bangsa yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“NU adalah penuntun umat dan pelita peradaban. Keberadaan NU sangat dibutuhkan oleh pemerintah. Pembangunan yang kita laksanakan tidak hanya harus maju secara fisik, tetapi juga harus bermartabat secara moral dan spiritual,” pungkas Bupati Dony, menegaskan sinergi antara pemerintah dan NU untuk mewujudkan Indonesia yang beradab dan berkarakter.