Kecelakaan Kereta Api di Sleman: Tiga Orang Tewas, Enam Luka-Luka
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kereta api dan kendaraan bermotor terjadi di perlintasan JPL 320 Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (4/11/2025). Insiden ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa tersebut menimpa Kereta Api Bangunkarta dengan nomor KA 161 yang sedang melintasi perlintasan sebidang.
Saksi Mengaku Tidak Mendengar Suara Alarm Palang Pintu
Seorang saksi bernama Zidan (20) mengungkapkan bahwa ia hanya mendengar suara klakson kereta api, tetapi tidak mendengar suara alarm atau sirene palang pintu. Menurut Zidan, kejadian itu terjadi dalam jeda waktu yang tidak biasa, sehingga kendaraan di belakang truk yang melintas tidak sempat menghindar.
Alarm palang pintu adalah bagian penting dari sistem keselamatan di perlintasan kereta api. Biasanya, alarm berbunyi bersamaan dengan turunnya palang pintu, baik secara otomatis maupun manual oleh petugas jaga. Di Indonesia, suara alarm bisa berupa sirene, bel elektronik, atau suara khas yang mudah dikenali masyarakat. Namun, dalam kejadian ini, alarm tidak terdengar, sehingga pengemudi mungkin tidak menyadari adanya kereta yang akan melintas.
Kronologi Kecelakaan
Menurut keterangan saksi, mobil dan dua sepeda motor datang dari arah utara dan selatan, sedangkan kereta api datang dari arah timur. Diduga, truk yang lebih dulu melintas membuat palang pintu tertunda, sehingga kendaraan di belakangnya tidak sempat menghindar. Benturan keras terdengar, mengguncang area sekitar.
Mobil yang tertabrak membawa tiga penumpang, yaitu dua orang dewasa dan satu anak kecil. Dua pengendara sepeda motor juga menjadi korban. Warga sekitar segera berkerumun dan proses evakuasi dilakukan dengan cepat. Semua korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.
Korban dan Penanganan Medis
Dari total sembilan korban, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah pengendara sepeda motor. Sementara itu, empat orang lainnya termasuk pasangan suami istri dan dua balita selamat. Dua korban lainnya adalah pejalan kaki yang kini mendapatkan perawatan di RSI PDHI Kalasan.
Sopir mobil dan beberapa korban luka lainnya dirawat di RS Bhayangkara. Balita-balita yang terluka diobservasi di RSI Yogyakarta. Satu korban luka lainnya adalah seorang buruh harian lepas asal Brebes dan seorang bayi perempuan usia satu tahun tujuh bulan.
Pernyataan PT KAI
PT Kereta Api (KAI) Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini. Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan dan berbelasungkawa atas kecelakaan tersebut. Saat ini, KAI fokus pada penanganan korban dan pendampingan keluarga.
Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. “Kami masih menunggu informasi resmi hasil pemeriksaan dan penyelidikan,” ujar Feni. Menurut informasi yang diperoleh, KA 161 Bangunkarta bisa melanjutkan perjalanan setelah dilakukan pemeriksaan selama 12 menit. Seluruh awak dan penumpang kereta dalam kondisi selamat.
Penjaga Palang Pintu Diperiksa
Aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan para saksi untuk mengungkap kronologi kejadian. Termasuk meminta keterangan petugas penjaga palang pintu perlintasan. Informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula ketika Kereta Api Bangunkarta sedang melintas antara stasiun Brambanan dan Maguwoharjo.
Identitas Korban
Berdasarkan informasi yang diterima, ketiga korban meninggal dunia adalah:
– GJAG (26), warga Tanjungsari, Manisrenggo.
– S, laki-laki, beralamat di Sorosutan Umbulharjo, Yogyakarta.
– K, perempuan, beralamat di Sorosutan Umbulharjo, Yogyakarta.
Sementara itu, korban luka ada enam orang:
– OENS (26), sopir mobil, warga Lampir Tengah Semarang Selatan (dirawat di RS Bhayangkara).
– NSA (26), warga Lampir Tengah, Semarang Selatan (dirawat di RS Bhayangkara).
– KMP (2), balita asal Lampir Tengah, Semarang Selatan (diobservasi di RSI Yogyakarta).
– MA (2 bulan), balita asal Lampir Tengah, Semarang Selatan (diobservasi di RSI Yogyakarta).
– SA, buruh harian lepas asal Brebes (diobservasi di RSI Yogyakarta).
– EAS, umur satu tahun tujuh bulan, perempuan (diobservasi di RSI Yogyakarta).
Pihak KAI mengimbau masyarakat untuk waspada dan berhati-hati ketika melintas di perlintasan sebidang kereta api.

















