Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung, Evakuasi Hadapi Medan Ekstrem
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya berhasil menemukan serpihan besar dari pesawat jenis ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh di wilayah utara Puncak Gunung Bulusaraung. Lokasi penemuan ini berada di area perbatasan antara Kabupaten Maros dan Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan. Penemuan signifikan ini merupakan hasil dari operasi pencarian udara yang intensif menggunakan helikopter.
Operasi pencarian sendiri telah dimulai sejak Minggu pagi. Tim SAR gabungan diberangkatkan pada pukul 06.15 Waktu Indonesia Tengah (Wita) dengan pembagian tugas yang jelas. Sebagian tim bergerak melalui jalur darat dengan memanfaatkan teknologi drone, sementara tim lainnya memantau dari udara menggunakan helikopter.
“Pada pukul 06.15 Wita tadi kami sudah memberangkatkan tim AJU dengan membawa drone dan juga peralatan evakuasi lainnya. Pada pukul 06.30 Wita tadi, dari pihak udara, heli dari Lanud telah berangkat ke lokasi,” ujar seorang perwakilan tim kepada awak media pada Minggu (18/1).
Hasil upaya pencarian mulai membuahkan titik terang sekitar pukul 07.46 Wita. Tim yang beroperasi dari udara memberikan laporan awal mengenai adanya serpihan pesawat yang terlihat jelas dari ketinggian. Tak lama kemudian, penemuan yang lebih besar dilaporkan, yaitu bagian badan pesawat.
“Pada pukul 07.46 Wita kami diinfokan dari kru heli bahwa telah terlihat serpihan window pesawat yang kecil. Setelah itu, pada pukul 07.49 Wita penemuan besar badan pesawat, dicurigai badan pesawat dan ekor pesawat di lereng, bagian bawah,” ungkapnya, menjelaskan kronologi penemuan.
Menindaklanjuti informasi penting ini, tim Advance Jungle Unit (AJU) segera dikerahkan menuju titik lokasi ditemukannya badan pesawat yang berada di lereng gunung. Namun, proses evakuasi dipastikan akan dilakukan dengan tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi, mengingat kondisi medan di area tersebut yang dinilai cukup ekstrem dan berbahaya.
“Lalu kami memberangkatkan tim AJU untuk menuju badan pesawat. Sementara teman-teman masih (ke sana). Akses ke badan pesawat ini cukup terjal, sehingga kami mengukur safety-nya dulu,” jelas salah satu anggota tim mengenai tantangan yang dihadapi.
Menentukan Jalur Evakuasi yang Aman di Tengah Medan Sulit
Keputusan mengenai jalur evakuasi menjadi pertimbangan krusial. Tim SAR berencana untuk memanfaatkan jalur pendakian yang dianggap lebih aman, meskipun jarak tempuh melalui jalur tersebut diprediksi akan lebih jauh. Pilihan ini diambil demi mengutamakan keselamatan tim evakuasi, terutama mengingat kondisi medan yang sangat terjal di jalur alternatif yang lebih dekat.
“Kami merencanakan jalur evakuasi kita tetap menggunakan jalur pendakian karena itu mudah untuk dijangkau. Sebenarnya ada yang dekat, cuma terjal,” tegasnya, menegaskan prioritas keselamatan dalam operasi ini.
Sebelumnya, sebuah pesawat yang dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dilaporkan hilang kontak saat sedang dalam penerbangan pada hari Sabtu (17/1). Pesawat jenis ATR 400 yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport ini dilaporkan kehilangan komunikasi saat berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pesawat tersebut hilang kontak pada sekitar pukul 13.17 Wita. Lokasi hilangnya komunikasi diduga berada di sekitar perbatasan antara Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Pesawat yang melayani rute penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar ini diperkirakan membawa total 11 orang di dalamnya, yang terdiri dari delapan awak kabin dan tiga orang penumpang.
Kronologi Hilangnya Kontak Pesawat
Peristiwa hilangnya kontak pesawat ini menimbulkan kekhawatiran mendalam dan segera memicu respons cepat dari pihak berwenang.
- Sabtu, 17 Januari: Pesawat jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak.
- Pukul 13.17 Wita: Titik terakhir komunikasi dengan pesawat terjadi di wilayah sekitar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
- Perkiraan Penumpang dan Awak: Pesawat tersebut membawa total 11 orang, termasuk 8 awak kabin dan 3 penumpang.
- Rute Penerbangan: Pesawat melayani rute dari Yogyakarta ke Makassar.
Upaya Pencarian yang Dilakukan
Segera setelah laporan hilang kontak diterima, operasi pencarian besar-besaran diluncurkan.
- Minggu, 18 Januari Pagi: Operasi pencarian udara dan darat dimulai.
- 06.15 Wita: Tim SAR gabungan diberangkatkan, dengan pembagian tugas antara tim darat (menggunakan drone) dan tim udara (menggunakan helikopter).
- 06.30 Wita: Helikopter dari Lanud (Pangkalan Udara) diberangkatkan menuju lokasi yang dicurigai.
- 07.46 Wita: Serpihan kecil pesawat (window) terdeteksi dari udara.
- 07.49 Wita: Serpihan besar, diduga badan dan ekor pesawat, ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung.
- Selanjutnya: Tim AJU dikerahkan untuk melakukan evakuasi dengan mempertimbangkan kondisi medan yang ekstrem.
Penemuan serpihan ini menandai tahap baru dalam operasi SAR, di mana fokus beralih pada proses evakuasi yang aman dan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan. Kondisi medan yang sulit di Gunung Bulusaraung menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR dalam menjalankan tugasnya.

















