Pengamatan di Jalan Balai Kota Manado: Banyak Pengendara Motor Tidak Memakai Helm
Dalam pengamatan selama 30 menit di depan Kantor Wali Kota Manado, ditemukan sebanyak 127 pengendara motor yang tidak memakai helm dari sekitar 500 kendaraan yang melintas. Pengamatan ini dilakukan oleh Tribunmanado.com pada Senin (13/4/2026) mulai pukul 09.00 hingga 09.30 Wita.
Pengendara yang melanggar aturan ini berasal dari berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga pengendara yang berboncengan lebih dari dua orang. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara masih rendah di kota Manado.
Beberapa alasan utama yang disampaikan oleh para pengendara yang tidak memakai helm antara lain jarak tempuh yang dekat, terburu-buru, serta helm yang rusak atau hilang. Meskipun begitu, kebiasaan ini tetap membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Kepatuhan Rendah dan Beragam Kalangan Terlibat
Berdasarkan hasil pengamatan, sebagian besar pengendara yang tidak memakai helm adalah pengemudi tunggal. Namun, ada juga kasus di mana pembonceng tidak mengenakan helm sementara pengemudinya memakai helm, atau sebaliknya. Bahkan, ada beberapa pengendara yang sama-sama tidak memakai helm.
Uniknya, banyak dari pengendara tanpa helm ini bukan hanya warga biasa. Beberapa di antaranya adalah ASN yang masih menggunakan seragam keki. Selain itu, ditemui juga siswa dan mahasiswa, bahkan ibu rumah tangga yang turut melanggar aturan ini.
Pengendara Berbonceng Tiga Tanpa Helm
Tidak hanya itu, dalam pengamatan tersebut juga ditemukan dua sepeda motor yang membawa tiga orang. Sayangnya, semua pengendaranya tidak mengenakan helm. Hal ini sangat berisiko dan bisa menyebabkan cedera serius jika terjadi kecelakaan.
Menurut estimasi dari Tribunmanado.com, jumlah sepeda motor yang melintas selama periode pengamatan mencapai sekitar 500-an. Dari jumlah tersebut, sekitar 127 di antaranya melanggar aturan dengan tidak memakai helm.
Alasan dan Kesadaran Masyarakat
Warga yang ditemui oleh Tribunmanado.com memberikan alasan-alasan seperti keburu dan jarak tempuh yang pendek sebagai alasan utama untuk tidak memakai helm. Selain itu, helm yang rusak atau hilang juga menjadi salah satu faktor penyebabnya.
Meski demikian, kebiasaan ini tetap perlu diperbaiki karena keselamatan berkendara harus menjadi prioritas. Penggunaan helm adalah salah satu cara efektif untuk melindungi diri dari cedera parah akibat kecelakaan lalu lintas.
Kesimpulan
Pengamatan ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara masih rendah. Banyak pengendara yang tidak memakai helm, baik secara individu maupun berboncengan. Diperlukan sosialisasi dan penegakan hukum yang lebih ketat agar masyarakat lebih memahami pentingnya keselamatan berkendara.

















