Malut United FC Tumbang di Kandang, Strategi Hendri Susilo Gagal Bendung Bhayangkara FC
Malut United FC secara mengejutkan harus mengakui keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 1-2 dalam pertandingan pekan ke-19 Super League yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi tim berjuluk Laskar Kie Raha, mengingat rekor kandang mereka yang impresif sebelumnya.
Sebelumnya, Malut United telah mengukir rentetan enam kemenangan beruntun dan tidak terkalahkan dalam tujuh laga terakhir di kandang sendiri. Performa gemilang ini menjadikan kekalahan dari Bhayangkara FC, tim yang justru dikenal memiliki catatan tandang yang kurang memuaskan, semakin mengejutkan banyak pihak. Bhayangkara FC sendiri hanya mampu meraih satu kemenangan dan dua hasil imbang dari sembilan pertandingan tandang mereka.
Perbedaan posisi kedua tim di klasemen liga semakin menambah signifikansi hasil ini. Malut United kokoh di peringkat keempat dengan mengoleksi 37 poin, sementara Bhayangkara FC tertahan di posisi kesembilan dengan total 23 poin. Menariknya, pada pertemuan pertama kedua tim di Bandar Lampung pada 25 September lalu, Malut United berhasil meraih kemenangan 1-0. Namun, segala keunggulan statistik dan rekor kandang tersebut seolah menguap ketika pertandingan dimulai.
Jalannya Pertandingan yang Mengecewakan
Malut United justru tertinggal dua gol terlebih dahulu. Keunggulan Bhayangkara FC dibuka oleh Moussa Sidibe pada menit ke-22, disusul oleh gol kedua dari Moises Wolschick pada menit ke-52. Gol balasan dari David da Silva pada menit ke-70 sempat memberikan secercah harapan bagi publik tuan rumah, namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang mampu diciptakan oleh Malut United untuk menyamakan kedudukan.
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas hasil yang diraih timnya. “Tentu kami kecewa dengan kekalahan ini. Strategi yang disiapkan untuk pertandingan melawan Bhayangkara tak berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Hendri. Ia menambahkan bahwa ada banyak faktor yang berkontribusi pada kekalahan timnya.
“Sebagai pelatih, saya bertanggung jawab atas hasil ini dan akan melakukan evaluasi untuk menghadapi laga selanjutnya,” tegasnya.
Analisis Performa dan Statistik
Laskar Kie Raha tampak mengalami kesulitan signifikan dalam membongkar pertahanan ketat yang diterapkan oleh tim tamu, yang dijuluki “The Guardians of Saburai,” terutama di babak pertama. Bukti nyata dari kesulitan ini adalah minimnya ancaman yang dilancarkan ke gawang lawan. Duet Ciro Alves dan kawan-kawan hanya mampu melepaskan dua tembakan sepanjang 45 menit pertama, dan ironisnya, tidak ada satupun yang mengarah tepat sasaran.
Memasuki babak kedua, Malut United menunjukkan peningkatan performa yang cukup signifikan. Mereka berhasil mendominasi jalannya pertandingan dengan menguasai bola hingga 69 persen. Dari total 11 percobaan tembakan yang dilepaskan, lima di antaranya berhasil mengarah ke gawang. Namun, hanya satu yang berujung gol melalui tendangan David da Silva. Statistik ini menggarisbawahi efektivitas pertahanan Bhayangkara FC yang berhasil menahan gempuran tuan rumah meski kalah dalam penguasaan bola.
Dampak Kekalahan dan Fokus ke Depan
Kekalahan ini berdampak langsung pada upaya Malut United untuk terus menempel tim-tim papan atas. Mereka gagal memanfaatkan momentum pekan ke-19 untuk menyamai langkah dua tim teratas lainnya, yaitu Persija dan Persib, yang sama-sama meraih kemenangan di laga tandang. Persija sukses mengalahkan Persita dengan skor 2-0, sementara Persib menaklukkan Persis dengan skor tipis 1-0.
Saat ini, Malut United masih tertahan di peringkat keempat klasemen Super League. Namun, jarak poin dengan tim di posisi teratas semakin melebar. Mereka kini tertinggal tujuh poin dari Persib Bandung yang menduduki puncak klasemen.
Tantangan berat menanti Malut United di pertandingan berikutnya. Mereka dijadwalkan akan bertandang ke markas Persib Bandung pada pekan ke-20, yang akan berlangsung pada Selasa, 6 Februari 2026. Pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mental dan kemampuan Malut United untuk bangkit dari kekalahan kandang.
“Saya pikir kami sudah berusaha semaksimal mungkin pada pertandingan tadi,” ujar Hendri Susilo, mencoba melihat sisi positif dari upaya timnya. “Pertandingan sudah selesai, sekarang kami harus melupakan kekalahan ini dan fokus menatap laga kontra Persib,” pungkasnya, menunjukkan tekad untuk segera melakukan evaluasi dan mempersiapkan diri menghadapi duel penting berikutnya.

















