Perjalanan Pernikahan Melda Safitri dan JS yang Berujung pada Perceraian
Melda Safitri dan JS, pasangan suami istri yang kini menjadi sorotan publik setelah perceraian mereka viral, memiliki latar belakang yang cukup unik. Menurut informasi dari Kepala Desa Kampung Siti Ambia, Aswalun, JS dikenal sebagai sosok yang baik dan tidak pernah melakukan kekerasan terhadap istrinya. Sementara itu, Melda Safitri dianggap sebagai seorang istri yang bekerja keras.
Aswalun menilai bahwa masalah dalam rumah tangga mereka lebih dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Ia juga menyatakan bahwa selama mengenal keluarga tersebut, sang suami dikenal baik dan tidak pernah melakukan tindakan yang tidak pantas. “Saya tanya, pernah kau pukul istrimu? Dia bilang tidak. Selingkuh pun tidak, sepengetahuan saya begitu,” ujar Aswalun.
Melda Safitri sendiri dikenal sebagai sosok yang rajin dan berusaha membantu kebutuhan keluarga dengan menjual sayur dan gorengan di rumahnya. “Dia agak rajin juga, jualan di rumahnya, kadang ke pasar. Pagi jual sayur, malam jual gorengan,” tambahnya.
Pasangan ini diketahui memiliki dua anak perempuan yang masih kecil. Mereka menikah di Kota Fajar, kampung halaman Melda, dan baru menetap di Kampung Siti Ambia selama dua tahun sebelum perceraian terjadi.
Upaya Mediasi yang Dilakukan Desa
Menurut Aswalun, pihak desa sudah beberapa kali melakukan mediasi antara Melda Safitri dan suaminya. “Itu ribut rumah tangga, maksudnya kita mediasilah untuk kebaikan. Beberapa kali kita mediasi, orang tuanya juga sudah kita libatkan. Tapi kita tidak tahu bagaimana komunikasi mereka di rumah,” ujarnya.
Mediasi pertama dilakukan langsung antara pasangan suami istri, kemudian pihak desa juga menghadirkan kedua orang tua dari masing-masing pihak untuk ikut mencari solusi terbaik. Namun, meskipun semua upaya dilakukan, akhirnya mereka tetap memutuskan untuk berpisah.
Setelah surat pernyataan dibuat dan ditandatangani oleh keluarga kedua belah pihak, proses perceraian dilanjutkan ke Mahkamah Syar’iyah (Pengadilan Agama) di Aceh Singkil.
Klarifikasi dari JS ke BKPSDM
JS, anggota Satpol PP Aceh Singkil, memberikan klarifikasi ke Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat. Ia membantah jika disebut menceraikan istri usai lulus P3K. Dalam penjelasannya, JS menyatakan bahwa masalah dengan istrinya bukan hanya terjadi jelang pelantikan PPPK.
Menurut Azman, Kepala BKPSDM Aceh Singkil, perceraian tersebut tidak terjadi mendadak menjelang pelantikan seperti yang ramai diberitakan. Meski demikian, prosesnya tetap tidak sesuai dengan regulasi aparatur sipil negara (ASN). “Jadi perceraian biasa, tidak mengikuti mekanisme perceraian ASN. Kalau ASN cerai kan harus ada izin atasan, proses mediasi baru persidangan di pengadilan,” ujar Azman.
Pengakuan Safitri Soal Awal Mula Diceraikan dan Viral
Menurut Melda Safitri, masalah rumah tangganya bermula dari pertengkaran kecil saat suami pulang dan tidak menemukan lauk di meja makan. Suaminya jarang memberikan nafkah untuk kebutuhan sehari-hari. “Hari itu tanggal 14 Agustus, dia pulang kerja, sudah sore, terus dia marah-marah gitu, tidak ada kawan nasi (lauk) di rumah,” ujar Fitri.
Suami Fitri terus marah dan mengeluarkan kata-kata kasar hingga dinilai melukai harga dirinya. Dengan perasaan penuh amarah, suami Fitri memilih pergi bersama rekannya hingga pulang larut malam.
Amarah suami Fitri terus berlanjut hingga keesokan harinya. Merasa tidak dihargai, Fitri lantas membalas ucapan suami yang dinilai menyakitkan hatinya hingga terjadi ribut besar.
“Saya balas-lah repetan dia, kamu mau apa, kesalahanku apa, saya bilang. ‘Kamu kan tidak bawa belanja, tidak ada kasih (nafkah) apa-apa, jadi apa yang saya masak?’ Jadi dia memancing emosi saya terus, dipancing-dipancing sama dia, terus saya merepet sama dia. Setelah itu, saya pergi cuci piring karena capek ribut terus,” ungkapnya.
Tiga hari setelah peristiwa itu, tepat pada 18 Agustus, sang suami dilantik menjadi PPPK. Fitri menegaskan, suaminya menceraikan dirinya bukan semata karena pertengkaran rumah tangga, melainkan karena sang suami akan dilantik menjadi PPPK.
Fitri kini tinggal di rumah orang tuanya di Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, bersama dua anaknya. Ia juga meminta maaf karena tak bisa membalas satu per satu komentar netizen dan memohon doa agar anaknya segera diberikan kesembuhan.

















