Local

Sungai Terantang Meluap, Jalan dan Permukiman Tenggelam

×

Sungai Terantang Meluap, Jalan dan Permukiman Tenggelam

Sebarkan artikel ini

Banjir Melanda Wilayah Tapin Selatan, Warga Khawatirkan Kerusakan Tanaman

Banjir yang melanda wilayah Kelurahan Tambarangan dan Desa Sawang, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, terjadi pada Senin (13/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.26 Wita. Peristiwa ini disebabkan oleh hujan lebat yang berlangsung dalam durasi cukup lama, sehingga menyebabkan genangan air yang merendam permukiman warga di beberapa titik.

Berdasarkan data sementara, jumlah warga terdampak banjir tersebar di empat RT di Kelurahan Tambarangan. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • RT 03: 23 kepala keluarga (KK) dengan total 89 jiwa
  • RT 04: 46 KK dengan total 180 jiwa
  • RT 05: 37 KK dengan total 143 jiwa
  • RT 06: 30 KK dengan total 119 jiwa

Di Desa Sawang, warga terdampak juga cukup banyak. Berikut rinciannya:

  • RT 01 RW 01: 37 KK dengan total 90 jiwa
  • RT 02 RW 01: 14 KK dengan total 58 jiwa
  • RT 04 RW 02: 3 KK dengan total 11 jiwa
  • RT 10 RW 03: 7 KK dengan total 25 jiwa
Baca Juga :  Tim Pembina Posyandu Dairi Bantu Sarana ke Pustu Sidiangkat

Kondisi terakhir menunjukkan bahwa air mulai mengalami penurunan, meski sebelumnya sempat menggenangi rumah-rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat. Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan akses jalan sulit dilalui.

Salah satu jalan utama yang terdampak adalah jalan Seragen, yang menjadi akses bagi siswa SMKN 1 Tapin Selatan serta petani karet dan sayuran di Desa Sawang. Hal ini memengaruhi mobilitas warga dan kegiatan ekonomi di daerah tersebut.

Warga Desa Sawang, Muhamad Dali, mengungkapkan kekhawatiran terhadap kerusakan tanaman miliknya jika banjir tidak segera surut. Ia menyebutkan bahwa sekitar 700 bibit cabai keriting yang belum dipanen dan 102 pohon pepaya terancam rusak.

“Sekitar 700 bibit cabai keriting yang belum dipanen dan 102 pohon pepaya terancam rusak kalau air tidak cepat surut,” ujarnya.

Baca Juga :  Prajurit TNI, Gendong Pelajar SD Lewati Sungai Aliran Lahar Semeru

Ia juga menjelaskan bahwa kondisi air sangat bergantung pada surutnya Sungai Terantang di wilayah hilir Desa Kumpai.

“Kalau Sungai Terantang cepat surut, biasanya air di Sawang juga cepat turun,” tambahnya.

Upaya Penanganan dari Berbagai Pihak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), TNI-Polri, serta pemerintah setempat langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pendataan. Selain itu, koordinasi dengan dinas terkait juga terus dilakukan untuk penanganan lebih lanjut.

BPBD Tapin melalui Pusdalops-PB juga terus melakukan pemantauan melalui perangkat komunikasi seperti radio repeater VHF, SMS, dan WhatsApp guna memastikan perkembangan situasi di lapangan.