Human Interest

Syifa Hadju & El Rumi: Dari DM Panjang ke Pelaminan

×

Syifa Hadju & El Rumi: Dari DM Panjang ke Pelaminan

Sebarkan artikel ini

Perjalanan Cinta Syifa Hadju dan El Rumi: Dari Pesan Singkat Hingga Gerbang Pernikahan

Dunia hiburan Tanah Air kembali diramaikan dengan kabar bahagia dari pasangan selebriti muda, Syifa Hadju dan El Rumi. Hubungan asmara yang telah terjalin di antara keduanya dikabarkan akan segera berlanjut ke jenjang yang lebih sakral, yaitu pernikahan. Momen membahagiakan ini menjadi sorotan publik, terlebih ketika Syifa dan El memutuskan untuk berbagi kisah awal mula kedekatan mereka yang ternyata berawal dari sebuah komunikasi sederhana.

Kisah bermula dari percakapan di ranah digital. Syifa Hadju dalam sebuah kesempatan menceritakan bahwa interaksi pertama mereka terjadi melalui pesan langsung (DM). Awalnya, Syifa menganggap balasan yang diberikan El hanyalah sebatas respons atas pertanyaan biasa. Namun, ia terkejut ketika percakapan tersebut berkembang menjadi lebih panjang dan menyentuh ranah personal.

“Jadi awalnya di DM terus aku balas, habis itu sebenarnya aku menaggapinya karena mikirnya dia beneran nanya. Jadi aku kayak oh emang dia mencari info aja kali, tiba-tiba kok chatnya panjang dan nanya-nanya ke hal personal,” ungkap Syifa, menggambarkan awal mula interaksi yang tak terduga. Ia mengaku pada awalnya tidak memiliki prasangka atau ekspektasi khusus terhadap pesan yang dikirimkan oleh El.

Perasaan serupa juga dirasakan oleh El Rumi. Ia merasakan ada sesuatu yang berbeda ketika komunikasi mereka mulai terjalin secara intens. El mengungkapkan kesan awal yang membuatnya bertanya-tanya mengenai arah hubungan yang sedang ia jalani.

“Terus dia juga respon nya dengan baik, antusias, lucu, panjang. Ya begitu lah awal-awal, mungking 4-5 hari pertama kayak kok ini panjang ya terus dia balesnya cepet. Apakah ini pertanda baik?” lanjut El, menggambarkan rasa penasaran yang mulai tumbuh. Dari interaksi yang intens dan responsif tersebut, El mulai merasakan adanya kecocokan yang terbangun secara alami, tanpa paksaan.

Baca Juga :  Menutup tahun dengan segala luka dan pelajaran, lalu menyambut tahun depan dengan harapan yang tetap ingin dihidupkan

Jembatan Pertemanan Menuju Cinta yang Serius

Syifa Hadju kemudian menjelaskan lebih lanjut bahwa kedekatan yang terjalin ini tidak didasari oleh niat awal untuk langsung menjalin hubungan romantis. Ia menegaskan bahwa status pertemanan di antara mereka sudah terjalin cukup lama sebelumnya, yang membuat komunikasi awal terasa lebih santai dan natural.

“Awalnya tuh aku ngerespon dia itu karena aku beneran mikir dia enggak ngedeketin aku, soalnya kita emang udah temenan kan kayak aku udah kenal dia dan dia udah kenal aku,” tutur Syifa. Pengakuan ini menunjukkan bahwa dasar pertemanan yang sudah ada memberikan rasa nyaman bagi Syifa untuk tetap membuka diri dalam berkomunikasi.

Namun, seiring berjalannya waktu, Syifa mulai menyadari adanya sinyal-sinyal pendekatan yang lebih dari sekadar hubungan pertemanan biasa. Meskipun demikian, ia tetap menyikapinya dengan santai dan tanpa menaruh ekspektasi yang berlebihan pada awalnya.

“Jadi pas aku nanggepin dan akhirnya aku sadar oh ternyata ini orang lagi ngedeketin gue ya. Jadinya aku nanggepinnya awalnya iseng aja, karena aku gak berpikir akan menuju ke sesuatu yang lebih serius ternyata semakin ngobrol semakin nyambung,” jelas Syifa, menggambarkan transisi dari sekadar iseng menjadi percakapan yang semakin mendalam dan penuh makna.

Kesamaan Visi dan Misi: Fondasi Hubungan Jangka Panjang

Yang menarik dari kisah kedekatan mereka adalah bagaimana Syifa, sejak awal interaksi yang lebih intens, sudah mulai mengarahkan pembicaraan ke topik-topik yang lebih serius. Tujuannya adalah untuk memastikan adanya kesamaan visi dan misi sebelum melangkah lebih jauh dalam hubungan.

“Terus poin penting yang aku bahas awal-awal tuh aku memancing dia soal hal serius tentang pernikahan, ternyata vision dan goals kita nih sama. Karena aku kan enggak kenal dia personally walaupun kita temenan tapi jarang ngobrol, aku pikir El tuh orangnya cuma lucu aja tapi ternyata dia juga serius di hidupnya dan satu visi juga sama aku,” ujar Syifa. Penegasan ini menunjukkan bahwa Syifa tidak hanya mencari pasangan yang lucu dan menyenangkan, tetapi juga yang memiliki pandangan hidup dan tujuan yang sejalan.

Baca Juga :  Profil Herdman: Inspirasi Baru Garuda

Kesamaan visi inilah yang menjadi titik krusial dalam hubungan mereka. Dengan adanya kesamaan tujuan, Syifa pun mulai merasa lebih berani untuk membuka diri dan melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa sempat muncul rasa keraguan di dalam dirinya.

“Dari situ aku perlahan-lahan berani untuk melanjutkan hubungan, walaupun sebenarnya selama melanjutkan aku juga masih bertanya-tanya ‘ini beneran gak sih?’ soalnya kita merasa kok semua terjadinya cepat banget ya,” lanjutnya. Perasaan ragu ini timbul karena proses hubungan yang berjalan terasa begitu cepat, sebuah dinamika yang wajar ketika dua insan menemukan kecocokan yang kuat.

El Rumi pun turut mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan hubungan yang telah mereka lalui bersama. Ia menyatakan bahwa hubungan mereka terus berkembang dan kini telah berada di jalur yang benar menuju komitmen yang lebih serius.

“Alhamdulillahnya berlanjut sampai sekarang dan menuju ke jenjang yang lebih serius,” tutup El, mengkonfirmasi kabar bahagia yang telah dinanti-nantikan oleh para penggemar. Kisah Syifa dan El menjadi bukti bahwa komunikasi yang tulus, keterbukaan, dan kesamaan visi dapat menjadi pondasi kuat bagi sebuah hubungan yang langgeng dan berujung pada kebahagiaan.