JAKARTA — Tahun 2026 diprediksi akan menjadi periode yang sangat padat dan krusial bagi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM). Perusahaan pelat merah ini akan menggenjot sejumlah inisiatif strategis dan meluncurkan berbagai inovasi sebagai bagian dari upaya transformasi bisnis yang berkelanjutan. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa kesibukan ini merupakan konsekuensi dari agenda besar yang telah dipersiapkan.
Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa transformasi yang sedang dijalankan oleh Telkom, yang dimulai sejak tahun lalu dengan kampanye “Telkom 30” atau “Telkom 2030”, dirancang untuk mendorong kinerja perusahaan ke level yang lebih tinggi dan meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan. Untuk mencapai misi ambisius ini, Telkom telah merancang sebuah strategi yang kokoh dengan mengacu pada empat pilar utama.
Empat Pilar Transformasi Telkom
Dian merinci empat pilar strategis yang menjadi fondasi transformasi Telkom:
Personal Excellence: Pilar pertama ini berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di internal perusahaan. Ini mencakup perbaikan fundamental dalam aspek-aspek seperti tata kelola (governance), kondisi psikologis karyawan, budaya kerja, serta struktur organisasi. Tujuannya adalah menciptakan individu dan tim yang unggul dan berkinerja tinggi.
Streamlining: Pilar kedua bertujuan untuk menyederhanakan struktur grup Telkom. Dian mengakui bahwa jumlah anak perusahaan Telkom yang mencapai sekitar 60 entitas dinilai masih terlalu banyak. Dengan melakukan streamlining, diharapkan efisiensi operasional dapat meningkat, pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, dan sinergi antar unit bisnis dapat diperkuat.
Perubahan Struktur Holding: Pilar ketiga menitikberatkan pada pergeseran model holding perusahaan. Telkom berencana untuk bertransformasi dari personal holding menjadi strategic holding. Perubahan ini akan memungkinkan Telkom untuk lebih fokus pada strategi jangka panjang dan pengelolaan portofolio bisnis secara lebih terarah, bukan hanya pada aspek kepemilikan personal.
Unlock Value: Pilar keempat adalah upaya untuk membuka potensi nilai dari aset-aset perusahaan yang selama ini mungkin belum dimanfaatkan secara optimal atau tersembunyi. Ini bisa berarti melakukan diversifikasi bisnis, monetisasi aset, atau pengembangan lini bisnis baru yang berbasis pada aset yang sudah ada.
Inisiatif Spin-off InfraNexia
Salah satu langkah konkret yang telah diambil Telkom sebagai bagian dari strategi “Unlock Value” adalah persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait pemisahan (spin-off) sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity dari Telkom kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia, yang kini dikenal sebagai InfraNexia.
Inisiatif pemisahan ini merupakan bagian integral dari strategi transformasi Telkom. Tujuannya adalah untuk menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata di seluruh Indonesia. Dengan InfraNexia sebagai entitas baru yang fokus pada infrastruktur konektivitas, diharapkan pertumbuhan baru dapat terdorong.
InfraNexia diproyeksikan akan menjadi penggerak pertumbuhan baru yang mampu memperkuat kinerja perusahaan secara keseluruhan. Hal ini akan dicapai melalui optimalisasi aset infrastruktur yang dimiliki serta peningkatan kualitas layanan infrastruktur digital yang ditawarkan kepada pelanggan.
Rencana Bisnis dan Inovasi Lainnya
Di luar dari spin-off InfraNexia, Dian Siswarini juga memberikan gambaran mengenai berbagai rencana aksi korporasi, inovasi, dan pengembangan di berbagai lini bisnis Telkom yang akan dieksekusi sepanjang tahun ini. Pembicaraan mendalam yang berlangsung hampir satu jam dengan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia, Maria Yuliana Benyamin, mengungkap berbagai potensi pengembangan di sektor-sektor strategis.
Sektor-sektor yang menjadi fokus antara lain adalah:
- Data Center: Telkom terus berupaya memperkuat posisinya di bisnis data center, baik melalui ekspansi kapasitas maupun pengembangan layanan bernilai tambah.
- Layanan Seluler: Inovasi dalam layanan seluler terus digalakkan untuk memenuhi tuntutan pasar yang dinamis dan persaingan yang ketat.
- Menara Telekomunikasi: Optimalisasi dan pengembangan aset menara telekomunikasi akan terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis telekomunikasi secara keseluruhan.
- Serat Optik: Pembangunan dan perluasan jaringan serat optik menjadi prioritas utama untuk memperkuat infrastruktur konektivitas digital nasional.
Seluruh rencana dan strategi ini akan diungkapkan secara lebih rinci oleh Dian Siswarini dalam video streaming “Coffee Time With May”, yang rencananya akan segera ditayangkan di kanal YouTube Bisniscom. Publik dapat menyaksikan langsung bagaimana Telkom bersiap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era digital yang terus berkembang.

















