Batam, – Google mengumumkan pencapaian bersejarah dalam teknologi komputasi kuantum dengan chip Willow yang berhasil mengurangi tingkat kesalahan secara eksponensial seiring bertambahnya jumlah qubit. Ini merupakan terobosan pertama yang mencapai “below threshold”, standar emas dalam koreksi kesalahan kuantum[31].
Chip Willow menunjukkan bahwa semakin banyak qubit yang digunakan, semakin rendah tingkat kesalahannya – membalikkan tren tradisional dimana penambahan qubit justru meningkatkan error. Tim Google menguji array qubit dari grid 3×3, kemudian 5×5, hingga 7×7, dan setiap kali berhasil memotong tingkat kesalahan hingga setengahnya.
“Ini adalah pencapaian yang sudah dinanti sejak 1995 ketika Peter Shor pertama kali memperkenalkan konsep koreksi kesalahan kuantum,” kata Dr. Hartmut Neven, kepala Google Quantum AI. “Willow membuktikan bahwa komputer kuantum berskala besar benar-benar dapat dibangun.”
Chip Willow menggunakan teknologi superconducting qubit dengan sistem koreksi kesalahan real-time yang crucial untuk komputasi praktis. Sistem ini memiliki lifetime yang lebih panjang dibandingkan qubit individual, menunjukkan bahwa koreksi kesalahan benar-benar meningkatkan performa sistem secara keseluruhan.
Microsoft juga mengumumkan terobosan serupa dengan chip Majorana 1 yang menggunakan arsitektur Topological Core. Chip ini didesain dapat menampung hingga satu juta qubit dalam ukuran yang dapat digenggam[37]. Kedua pencapaian ini menandai era baru dalam perlombaan teknologi kuantum global.
Para ahli memperkirakan komputer kuantum dengan kemampuan ini dapat merevolusi berbagai bidang, mulai dari pengembangan obat, kriptografi, hingga simulasi material baru dalam waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.

















