Ekonomi

Tesla Tak Lagi Raja EV: Penjualan 2025 Melorot Tajam

×

Tesla Tak Lagi Raja EV: Penjualan 2025 Melorot Tajam

Sebarkan artikel ini

Tesla Tergeser dari Posisi Puncak, BYD Kokoh di Puncak Pasar Kendaraan Listrik Global

Pada Jumat malam waktu Beijing, Tesla, perusahaan otomotif dengan valuasi tertinggi di dunia, merilis data kinerja operasional kuartal keempat dan sepanjang tahun 2025. Hasil yang dirilis secara resmi menunjukkan bahwa Tesla tidak lagi menyandang predikat sebagai produsen mobil listrik terlaris di dunia, bahkan dengan selisih yang cukup signifikan.

Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui situs resmi Tesla, perusahaan berhasil mengirimkan sebanyak 418.227 unit kendaraan pada kuartal terakhir tahun 2025. Sementara itu, angka produksi pada periode yang sama tercatat lebih tinggi, yaitu 434.358 unit.

Jika dilihat secara tahunan, Tesla mencatat total pengiriman sebanyak 1.636.129 unit dan produksi sebesar 1.654.667 unit sepanjang tahun 2025. Angka-angka ini tidak hanya berada di bawah ekspektasi para analis, tetapi juga tidak mencapai target konsensus pasar yang sebelumnya telah disampaikan oleh Tesla sendiri.

Perbandingan dengan kinerja tahun sebelumnya semakin memperjelas penurunan yang dialami Tesla. Pada kuartal keempat tahun 2024, Tesla berhasil membukukan pengiriman sebanyak 495.570 unit. Sementara itu, total pengiriman sepanjang tahun 2024 mencapai 1.789.226 unit. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengiriman kuartalan Tesla mengalami penurunan drastis sebesar 15,6 persen secara tahunan, dan penjualan setahun penuh turun sebesar 8,6 persen.

Situasi ini berbanding terbalik dengan pencapaian BYD, produsen kendaraan listrik terkemuka asal Tiongkok. BYD mengumumkan penjualan yang impresif sebanyak 2,2567 juta unit kendaraan listrik pada tahun 2025. Angka ini merupakan lonjakan signifikan sebesar 27,86 persen dibandingkan dengan pencapaian mereka pada tahun 2024. Dengan performa yang luar biasa ini, BYD secara resmi berhasil mengungguli Tesla dan merebut posisi puncak di pasar kendaraan listrik global.

Baca Juga :  Apindo: Target Ekonomi 6% Berat, Dunia Usaha Tetap Optimis Hati-hati

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penurunan Tesla

Tekanan terhadap Tesla sebenarnya sudah mulai terasa sepanjang tahun 2025. Berbagai faktor eksternal dan internal berkontribusi pada tren penurunan ini.

  • Perubahan Kebijakan Pemerintah AS: Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah mencabut insentif pajak kendaraan listrik yang sebelumnya bernilai hingga USD 7.500. Kebijakan ini diikuti pula dengan pelonggaran regulasi lingkungan, yang secara tidak langsung mengurangi daya tarik kendaraan listrik bagi sebagian konsumen.
  • Citra Merek yang Terdampak: Keterlibatan politik CEO Tesla, Elon Musk, baik di Amerika Serikat maupun di Eropa, turut memengaruhi citra merek Tesla. Pernyataan dan tindakan kontroversial yang kerap dilontarkan oleh Musk terkadang menimbulkan reaksi negatif dari publik dan regulator.
  • Minimnya Pembaruan Model: Kurangnya pembaruan signifikan pada model-model andalan Tesla juga menjadi salah satu penyebab kekhawatiran. Konsumen cenderung mencari inovasi terbaru, dan stagnasi pada lini produk yang ada dapat membuat Tesla tertinggal dari pesaing yang terus berinovasi.

Meskipun Tesla masih mampu menguasai sekitar 45 persen pasar mobil listrik di Amerika Serikat, posisinya di pasar global mulai tergerus. Di pasar Eropa, misalnya, Volkswagen telah berhasil melampaui Tesla dalam hal penjualan mobil listrik, menunjukkan pergeseran kekuatan yang nyata.

Baca Juga :  Diskusi Bersama Para Pelaku Ekonomi, Molen Ingin Ciptakan Pangkalpinang Kota Jasa, Dagang dan Industri

Satu-satunya Titik Cerah: Bisnis Penyimpanan Energi

Di tengah tantangan yang dihadapi di sektor otomotif, bisnis penyimpanan energi Tesla menunjukkan performa yang mengesankan. Pada kuartal keempat tahun 2025, Tesla mencatat penempatan produk energi sebesar 14,2 GWh, yang melampaui rekor sebelumnya. Secara kumulatif sepanjang tahun 2025, total kapasitas energi yang berhasil dipasang mencapai 46,7 GWh. Angka ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan 31,4 GWh yang tercatat pada tahun 2024. Pertumbuhan positif di sektor ini menjadi satu-satunya cahaya terang bagi Tesla di tengah penurunan kinerja penjualan kendaraan listriknya.

Prospek Pasar Kendaraan Listrik dan Ekspektasi Masa Depan

Para analis memperkirakan bahwa pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat akan tetap lesu pada tahun 2026. Pemulihan yang lebih substansial baru diperkirakan akan terlihat pada tahun 2027, terutama dengan hadirnya model-model mobil listrik yang ditawarkan dengan harga di bawah USD 30.000. Keterjangkauan harga menjadi kunci penting untuk mendorong adopsi kendaraan listrik secara massal di masa depan.

Menyikapi kondisi pasar yang berubah, para analis di Wall Street telah menurunkan ekspektasi penjualan Tesla untuk tahun 2026. Proyeksi terbaru kini berkisar pada angka sekitar 1,8 juta unit, sebuah angka yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi optimis 3 juta unit per tahun yang pernah digaungkan oleh Tesla dua tahun lalu. Penurunan ekspektasi ini mencerminkan realitas pasar yang semakin kompetitif dan tantangan yang harus dihadapi oleh Tesla untuk mengembalikan dominasinya.