Berita

Tim Pemprov Sumut Tangani Dugaan Keracunan di SMP Negeri 1 Laguboti

×

Tim Pemprov Sumut Tangani Dugaan Keracunan di SMP Negeri 1 Laguboti

Sebarkan artikel ini

Tim Gerak Cepat Diturunkan untuk Tangani Kasus Keracunan di SMPN 1 Laguboti

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Kesehatan telah menurunkan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk menangani dugaan kejadian keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa SMP Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba, pada 15 Oktober 2025. Kejadian ini memicu kekhawatiran terhadap kualitas dan keamanan pangan yang disajikan kepada para pelajar.

Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 81 siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, sakit kepala, pusing, nyeri tenggorokan, diare, hingga sesak napas. Seluruh siswa tersebut telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas dan beberapa rumah sakit terdekat. Pemprov Sumut berkomitmen untuk segera menangani kasus ini secara maksimal dan transparan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy, menyampaikan bahwa tim yang diturunkan telah berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengevaluasi situasi dan mencari tahu penyebab pasti dari kejadian ini. Ia juga menegaskan bahwa kondisi para siswa saat ini dalam keadaan stabil. Sebagian besar dari mereka telah diperbolehkan pulang, sementara beberapa lainnya masih menjalani perawatan dan observasi lebih lanjut.

Baca Juga :  Persiba Bantul: Tiket Semifinal Liga Nusantara 2025/2026 Teraih

Pemprov Sumut juga telah menerima sampel muntahan dari para siswa untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Sumut. Sementara itu, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan dikirim ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses uji laboratorium ini akan membantu mengidentifikasi bahan atau jenis makanan yang menyebabkan keracunan.

Selain itu, Faisal menjelaskan bahwa dua bidang utama di Dinas Kesehatan, yaitu Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) serta Bidang Kesehatan Masyarakat, telah diminta untuk melakukan supervisi lapangan. Koordinasi dengan BBPOM Medan juga dilakukan dalam penelusuran keamanan pangan dan rantai pasok bahan makanan yang digunakan.

Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan untuk siswa SMPN 1 Laguboti telah dihentikan sementara operasionalnya hingga hasil pemeriksaan keluar. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian untuk memastikan tidak ada risiko serupa terulang.

Faisal menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program pemerintah yang sangat baik dalam mendukung gizi dan pertumbuhan anak sekolah. Namun, ia menegaskan bahwa aspek keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaannya.

Baca Juga :  Mabinda Jateng Kembangkan PC PMII Banjarnegara untuk Wadahi Gerakan Intelektual Nahdliyin

Percepatan Penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Pemprov Sumut saat ini terus mempercepat proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh SPPG di Sumut. Sertifikat ini merupakan jaminan keamanan dan kesehatan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Dengan adanya SLHS, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para siswa yang mengonsumsi makanan dari SPPG.

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan makanan di sekolah-sekolah, Pemprov Sumut juga berencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengelolaan pangan di SPPG. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua standar kesehatan dan keamanan pangan dipatuhi secara ketat.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat, khususnya para pelajar yang menjadi fokus utama dari program-program sosial dan kesehatan. Dengan koordinasi yang baik antara instansi terkait dan penggunaan teknologi serta data yang akurat, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang lagi di masa depan.