Opini

Wakil Gubernur Sulbar: Jenderal Humoris dengan Lelucon “Mati Ketawa Cara Rusia”

×

Wakil Gubernur Sulbar: Jenderal Humoris dengan Lelucon “Mati Ketawa Cara Rusia”

Sebarkan artikel ini

Kilas Balik Sosok Mayjen TNI (Purn) Salim Sayyid Mengga: Jenderal Humoris yang Berbakti pada Lingkungan

Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim Sayyid Mengga, telah berpulang ke Rahmatullah pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 06.40 Wita di RS Siloam, Makassar, Sulawesi Selatan. Kepergian beliau disebabkan oleh komplikasi penyakit jantung dan paru-paru. Rencananya, jenazah akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Minggu, 1 Februari 2026.

Kepergian almarhum menyisakan duka mendalam bagi keluarga, namun juga meninggalkan jejak kenangan hangat yang tak terlupakan. Di mata orang-orang terdekatnya, sosok seorang jenderal yang dikenal tegas ini justru memiliki sisi humoris yang menawan. Beliau sering kali melontarkan lelucon-lelucon cerdas dan satir, yang oleh keluarganya dianalogikan mirip dengan gaya penulisan dalam buku “Mati Ketawa Cara Rusia”.

Suasana haru menyelimuti rumah duka di Jalan Taman Cilandak IV Nomor 26, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam, 31 Januari 2026. Jenazah tiba dari Makassar sekitar pukul 18.00 WIB di kediaman putri sulungnya, Mega Kamila. Setibanya jenazah, keluarga dan para pelayat segera menggelar pengajian Yasinan sebagai bentuk penghormatan dan doa.

Berbagai karangan bunga dari tokoh-tokoh bangsa memadati area rumah duka, menjadi saksi bisu atas rasa kehilangan dan penghormatan yang mendalam. Ucapan duka cita mengalir dari berbagai kalangan, termasuk dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Gubernur Sulbar Suhardi Duka turut hadir secara langsung untuk memberikan penghormatan terakhir.

Sisi Hangat dan Kedisiplinan Sang Jenderal

Ibrahim Musawa, yang merupakan adik dari Irjen Pol (Purn) M Naufal Yahya, menantu almarhum, mengenang sisi hangat Salim Mengga. “Di lain sisi ketegasan beliau, beliau memiliki sisi humoris yang cukup tinggi. Beliau sering mengajak keluarga bercanda, memberikan jokes-jokes yang satir,” ujarnya. Ibrahim menambahkan, almarhum kerap memberikan analogi-analogi dalam ceritanya, yang mengingatkannya pada gaya buku “Mati Ketawa Cara Rusia”.

Baca Juga :  Opini: Kaderisasi HMI di Era Gen Z: Api Perjuangan di Arus Digital

Meskipun memiliki sisi humoris yang kental, nilai-nilai kedisiplinan yang tertanam kuat sebagai seorang prajurit tetap menjadi pondasi utama yang ditanamkan Salim kepada anak dan cucunya. Beliau dikenal sangat ketat dalam urusan waktu dan ketertiban. Selain itu, kejujuran dan keikhlasan dalam bekerja selalu ditekankan.

“Beliau berprinsip teguh untuk kejujuran dan keikhlasan dalam bekerja. Selalu menasihati keluarga terkait masalah bersosialisasi dengan baik dan terus berbagi terhadap sesama manusia,” kenang Ibrahim. Jika harus merangkum sosok almarhum dalam satu kalimat singkat, Ibrahim menyebut, “Berprinsip tegas dan penyayang.”

Pesan Terakhir dan Dedikasi untuk Sulawesi Barat

Sebelum menghembuskan napas terakhir, almarhum Salim Mengga sempat menitipkan pesan penting kepada keluarganya. Beliau berpesan agar keluarga senantiasa menjaga keharmonisan dan tidak melupakan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta masyarakat Sulawesi Barat.

Sebagai putra daerah, kepedulian Salim terhadap tanah kelahirannya, Sulawesi Barat, tidak pernah pudar hingga akhir hayatnya. Semangat pengabdian ini tercermin dalam perjalanan hidupnya yang penuh dedikasi.

Salim Sayyid Mengga, yang lahir pada 24 September 1951, adalah seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat yang kemudian meniti karier di dunia politik. Beliau pernah mengemban amanah sebagai Anggota DPR RI periode 2009–2014. Puncak karier politiknya adalah saat terpilih sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2025–2030, mendampingi Gubernur Suhardi Duka. Pasangan ini berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Barat 2024 dengan perolehan 337.512 suara atau 46,18 persen, dan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

Baca Juga :  Dompet Anti Bocor: Buang Ini, Rezeki Mengalir Deras!

Karier militernya dimulai setelah lulus dari Akademi Militer (Akmil) Kavaleri pada tahun 1974. Pangkat terakhir yang disandangnya adalah Mayor Jenderal, dengan jabatan puncak sebagai Panglima Kodam XV/Pattimura. Beliau juga telah menempuh berbagai pendidikan militer, termasuk di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) pada tahun 2001. Menariknya, beliau dikenal satu angkatan dengan Presiden Prabowo Subianto. Sejak awal kariernya, Salim dikenal sebagai sosok yang disiplin, meniti karier dari Komandan Peleton Kavaleri Yonkav 10 Kodam XIV Hasanuddin pada tahun 1975, sebelum akhirnya terjun dan berkiprah di dunia politik.

Himbauan Salat Gaib untuk Penghormatan Terakhir

Menindaklanjuti arahan dari Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, mengajak seluruh umat Islam di Sulawesi Barat untuk melaksanakan salat gaib dan doa bersama. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terakhir dan ungkapan duka cita atas wafatnya Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga.

Himbauan salat gaib ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat yang ditujukan kepada seluruh pengurus masjid dan mushalla di wilayah Sulawesi Barat. “Ini adalah bentuk duka cita sekaligus penghormatan terakhir dari pemerintah dan masyarakat Sulawesi Barat kepada almarhum yang telah mengabdikan diri bagi daerah dan bangsa,” ujar Murdanil pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Salat gaib dan doa bersama ini diharapkan dapat dilaksanakan secara serentak di masjid dan mushalla masing-masing setelah salat fardu, dalam rentang waktu Minggu hingga Selasa, 1-3 Februari 2026.