Lokal

Warga Hilang Ditemukan Tewas Akibat Banjir Karawang

×

Warga Hilang Ditemukan Tewas Akibat Banjir Karawang

Sebarkan artikel ini

Tragedi Banjir Karawang: Satu Warga Ditemukan Meninggal Setelah Hilang

Sebuah insiden tragis terjadi di tengah musibah banjir yang melanda Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Seorang warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, yang sebelumnya dilaporkan hilang, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di area banjir. Peristiwa ini menambah duka di tengah upaya penanganan bencana yang masih berlangsung.

Korban diketahui bernama Adi Suwardi, seorang warga Dusun Pangasinan RT 001 RW 001, Desa Karangligar. Ia pertama kali dilaporkan hilang oleh keluarganya pada hari Senin, 19 Januari 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Kepanikan menyelimuti keluarga dan warga sekitar yang segera berupaya mencari keberadaannya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari Polsek Telukjambe Barat bersama petugas terkait segera melancarkan operasi pencarian. Dengan menggunakan perahu karet, para petugas menyusuri area genangan air yang luas demi menemukan korban. Pencarian yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian ini akhirnya membuahkan hasil, namun dengan kabar yang sangat menyedihkan.

Pada hari yang sama, Senin, 19 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area banjir. Penemuan ini sontak menghentikan harapan untuk menemukannya dalam keadaan selamat. Jenazah korban kemudian segera dievakuasi dan penanganan lebih lanjut dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk korban bencana.

Baca Juga :  Banjir Cikande: Pintu Air Cidurian Dibangun Tahun Ini

Skala Banjir dan Dampaknya yang Luas

Banjir yang melanda Kabupaten Karawang ini merupakan dampak dari curah hujan yang sangat tinggi sejak hari Minggu, 18 Januari 2026. Genangan air masih terus menggenangi wilayah ini hingga hari Senin, 19 Januari 2026, dengan ketinggian air yang bervariasi, mulai dari 30 cm hingga mencapai 200 cm di beberapa titik.

Penyebab utama banjir ini adalah meluapnya debit air dari Sungai Citarum dan Sungai Cibeet akibat hujan lebat yang tak kunjung reda. Luapan air sungai ini kemudian merambah ke pemukiman warga, menyebabkan kerusakan dan memaksa banyak orang mengungsi.

Data yang tercatat menunjukkan bahwa banjir ini telah berdampak pada 27 desa dan 1 kelurahan yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Karawang. Kecamatan-kecamatan yang terendam banjir antara lain:

  • Kecamatan Karawang Timur
  • Telukjambe Timur
  • Pangkalan
  • Telukjambe Barat
  • Karawang Barat
  • Jayakerta
  • Cilebar
  • Rawamerta
  • Rengasdengklok
  • Lemahabang
  • Cilamaya Watan
  • Klaro

Ribuan Jiwa Terdampak dan Kebutuhan Mendesak

Dampak dari banjir ini sangat signifikan, melibatkan ribuan kepala keluarga dan jiwa. Total populasi yang terdampak mencapai 4.304 kepala keluarga, atau setara dengan 13.841 jiwa. Dari jumlah tersebut, kelompok rentan menjadi perhatian utama. Data per tanggal 19 Januari 2026 mencatat adanya 374 balita, 86 bayi, dan 77 lansia yang termasuk dalam kelompok prioritas terdampak. Kebutuhan mereka akan perhatian khusus dan bantuan mendesak.

Baca Juga :  Api Lahap Rumah Nenek Akibat Lupa Matikan Kompor di Rejoso Nganjuk

Untuk menyelamatkan diri dari ancaman banjir, sebanyak 2.413 jiwa terpaksa mengungsi. Mereka tersebar di empat titik pos pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah dan pihak terkait. Konsentrasi pengungsian dilaporkan berada di beberapa lokasi strategis, yaitu:

  • Kantor Kelurahan Tanjungpura
  • Ruko Karaba
  • Jalan Pemancingan Ajo
  • Ruko Tupperware

Keberadaan ribuan pengungsi ini menimbulkan kebutuhan mendesak akan berbagai jenis bantuan, mulai dari pangan, air bersih, pakaian, obat-obatan, hingga kebutuhan sanitasi. Upaya penanganan bencana terus dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan para korban banjir.

Tragedi meninggalnya Adi Suwardi menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai saat banjir, terutama bagi mereka yang tinggal di area rawan. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana alam. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.