Olahraga

Wonderkid PSM: Ricky Pratama Dilaporkan Aniaya Pacar

×

Wonderkid PSM: Ricky Pratama Dilaporkan Aniaya Pacar

Sebarkan artikel ini

Profil Ricky Pratama: Dari Wonderkid PSM Makassar hingga Kasus Dugaan Penganiayaan

Nama Ricky Pratama, seorang pemain muda berbakat yang dikenal sebagai “wonderkid” PSM Makassar, mendadak menjadi sorotan publik. Hal ini menyusul munculnya kasus dugaan tindak penganiayaan yang dilaporkan oleh kekasihnya. Laporan dugaan penganiayaan ini diajukan ke Polda Sulawesi Selatan pada Minggu, 15 Februari 2026, yang kemudian memicu perhatian luas di kalangan penggemar sepak bola nasional.

Peristiwa ini bermula dari pengakuan seorang perempuan berinisial AD yang viral di media sosial. Awalnya, kisah yang diunggah dalam sebuah utas (thread) tidak menyebutkan nama pelaku secara spesifik. Namun, seiring berjalannya waktu, informasi mulai mengarah pada keterlibatan seorang pemain sepak bola berlabel Timnas Indonesia yang saat ini berkarier di Liga Indonesia, yang kemudian teridentifikasi sebagai Ricky Pratama. Kasus ini tidak hanya menarik perhatian publik, tetapi juga pihak berwajib.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban, didampingi oleh dua kuasa hukumnya, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulsel pada tanggal 15 Februari 2026. Di sana, mereka secara resmi membuat laporan terkait dugaan penganiayaan yang dialaminya. Kuasa hukum korban, Eko Saputra, membenarkan laporan tersebut, menyatakan bahwa kliennya telah melaporkan RP (Ricky Pratama) atas dugaan penganiayaan.

Peristiwa dugaan penganiayaan ini dilaporkan terjadi pada tanggal 6 Februari 2026. Kejadian tersebut berlangsung di sebuah indekos yang berlokasi di Jalan Anuang, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Korban diketahui merupakan teman dekat sekaligus kekasih dari Ricky Pratama. Menurut keterangan kuasa hukum, cekcok antara keduanya terjadi tepat sebelum tim PSM Makassar bertolak untuk pertandingan tandang ke Yogyakarta.

Baca Juga :  Bonek Minta Libur Petugas MBG: Biarkan Tavares dan Trio MBG "Masak" di Persebaya

Kini, nama Ricky Pratama menjadi topik perbincangan hangat di dunia maya. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan baik dari pihak Ricky Pratama maupun klubnya, PSM Makassar, terkait kasus ini. Situasi ini menimbulkan spekulasi dan kekhawatiran mengenai kelanjutan karier pemain muda tersebut.

Bagi sebagian penggemar sepak bola nasional, profil lengkap Ricky Pratama mungkin belum sepenuhnya dikenal. Berikut adalah rangkuman singkat mengenai perjalanan kariernya.

Perjalanan Karier Ricky Pratama

Ricky Pratama lahir di Sidoarjo pada tanggal 6 Mei 2003. Sejak awal kariernya, ia memilih untuk mengembangkan bakatnya di Sulawesi Selatan dengan bergabung bersama akademi PSM Makassar pada tahun 2019.

Nama Ricky Pratama mulai dikenal luas di level junior berkat prestasinya yang gemilang. Ia berhasil keluar sebagai top skor dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18 pada tahun 2021, dengan torehan luar biasa sebanyak 27 gol. Pengalamannya semakin terasah ketika ia sempat menimba ilmu di Eropa melalui program Garuda Select.

Kecemerlangan Ricky Pratama di kancah junior tidak luput dari perhatian tim utama PSM Makassar. Ia kemudian dipromosikan ke skuad senior dan menjadi bagian penting dari tim yang berhasil menjuarai Liga 1 musim 2022/2023.

Baca Juga :  Vicky Prasetyo dilaporkan pengusaha asal Surabaya terkait kasus penipuan Rp 213 juta

Performa Ricky Pratama di musim-musim berikutnya menunjukkan konsistensi yang membanggakan. Ia mencatatkan 20 penampilan di Liga 1 musim 2023/2024 dan tampil dalam 32 pertandingan pada musim 2024/2025. Musim ini, ia telah mengumpulkan 11 pertandingan bersama “Juku Eja”, julukan PSM Makassar.

Secara keseluruhan, Ricky Pratama telah memainkan 94 pertandingan untuk PSM Makassar di berbagai kompetisi. Dalam kurun waktu tersebut, ia berhasil mencetak satu gol dan memberikan 9 assist.

Prestasi Ricky Pratama tidak hanya terbatas di level klub. Ia juga menjadi langganan panggilan Tim Nasional Indonesia di berbagai kelompok umur. Ia pernah menjadi bagian dari skuad asuhan pelatih ternama seperti Shin Tae-yong, Indra Sjafri, hingga Gerald Vanenburg, yang menunjukkan kualitasnya sebagai pemain muda potensial.

Terakhir, Ricky Pratama tergabung dalam skuad Timnas Indonesia U-23 yang berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Ia mendapatkan kesempatan bermain selama 74 menit dalam dua pertandingan pada fase kualifikasi tersebut.

Namun, dengan terseretnya namanya dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap sang kekasih, masa depan karier Ricky Pratama kini berada di persimpangan jalan. Apabila terbukti bersalah dan menerima sanksi pidana, hal tersebut tentu akan berdampak signifikan dan berpotensi meredupkan sinarnya sebagai pesepak bola nasional yang menjanjikan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa performa di lapangan harus diimbangi dengan perilaku yang baik di luar lapangan.