Breaking News

19 Hilang: Tragedi Kapal Labuan Bajo-Yapen, Termasuk Pelatih Valencia

×

19 Hilang: Tragedi Kapal Labuan Bajo-Yapen, Termasuk Pelatih Valencia

Sebarkan artikel ini

Tragedi Akhir Tahun 2025: 19 Jiwa Masih Misterius di Lautan Labuan Bajo dan Kepulauan Yapen

Akhir tahun 2025 diwarnai dengan dua insiden tragis di perairan Indonesia, meninggalkan duka mendalam dan ketidakpastian bagi banyak keluarga. Sebanyak 19 orang dilaporkan masih belum diketahui nasibnya setelah dua kapal berbeda mengalami kecelakaan di Labuan Bajo dan Kepulauan Yapen, Papua Tengah. Insiden ini memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan berbagai unsur penyelamat, namun hingga kini, harapan untuk menemukan semua korban masih menggantung.

Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo: Tiga Jiwa Belum Kembali

Pada hari Jumat, 26 Desember 2025, kapal wisata KM Putri Sakinah yang mengangkut 11 orang penumpang dan kru dilaporkan mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar. Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 20.00 Wita. Kapal tersebut kemudian tenggelam di perairan Pulau Padar, meninggalkan tujuh orang yang berhasil diselamatkan.

Para korban yang selamat terdiri dari dua wisatawan asing asal Spanyol, empat kru kapal, dan satu pemandu wisata lokal. Data korban selamat adalah sebagai berikut:

  • Lukman (Kapten, Laki-laki, Indonesia)
  • Muhamad Rifai (ABK, Laki-laki, Indonesia)
  • Muhamad Alif Latifa (ABK, Laki-laki, Indonesia)
  • Rahimullah (ABK, Laki-laki, Indonesia)
  • Valdus (Guide, Laki-laki, Indonesia)
  • Ortuno Andrea (penumpang, perempuan, Spain)
  • Mar Martinez Ortuno (Penumpang, Perempuan, Spain)

Namun, empat orang lainnya dinyatakan hilang. Hingga Sabtu, 3 Januari 2026, tiga dari empat korban tersebut belum ditemukan. Salah satu korban yang hilang, Martin Carreras Fernando, adalah seorang pelatih tim sepak bola wanita ternama di Spanyol. Tragedi ini semakin memilukan karena dua dari tiga korban yang belum ditemukan adalah anak-anak dari Martin Carreras Fernando. Istri Martin dan seorang anak lainnya berhasil selamat dari insiden ini.

Baca Juga :  Total 111 Personel Gabungan Cari Keberadaan Syafiq Ali Pelajar yang Hilang di Gunung Slamet

Pada Senin, 29 Desember 2025, salah satu korban yang hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan utara Pulau Serai, Labuan Bajo. Korban ini diidentifikasi sebagai salah satu anak dari Martin Carreras Fernando. Pencarian terus dilanjutkan untuk menemukan dua korban lainnya, namun hingga kini belum ada kabar pasti.

Speedboat Terbalik di Kepulauan Yapen: Operasi SAR Dihentikan

Hanya dua hari sebelum insiden di Labuan Bajo, tepatnya pada Rabu, 24 Desember 2025, sebuah speedboat yang membawa 21 penumpang mengalami kecelakaan di perairan Tanjung Andei, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua Tengah. Speedboat yang sedang dalam perjalanan dari Kota Serui menuju Kampung Waindu ini terbalik akibat badai dan gelombang tinggi yang menerjang menjelang malam Natal.

Menurut Kepala Pos SAR Basarnas Serui, Thommy M Lewerissa, kapal tersebut diterjang angin kencang dan gelombang tinggi sekitar pukul 20.00 WIT, menyebabkannya terbalik dan tenggelam di perairan Waindu.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga korban dalam kondisi selamat setelah mereka terapung di lautan selama berjam-jam.

  • Usman Asis Aninam: Tenaga medis sekaligus penumpang speedboat, ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang memancing di Selat Sasorai pada Kamis pagi.
  • Santi Rontini: Ditemukan di perairan arah Biak.
  • Hengki Injoroweri: Ditemukan di perairan arah Biak bersama Santi Rontini.

Kedua korban terakhir dilaporkan mengalami luka bakar akibat paparan bahan bakar minyak karena menggunakan jeriken berisi BBM sebagai pelampung.

Meskipun upaya pencarian terus dilakukan dengan mengerahkan kapal SAR dan perahu karet dari Basarnas Biak, serta melibatkan personel TNI-Polri dan masyarakat lokal, operasi pencarian untuk 16 korban lainnya akhirnya dihentikan pada Jumat, 2 Januari 2026. Penghentian ini dilakukan setelah tim SAR telah berupaya selama seminggu penuh sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) namun tidak membuahkan hasil.

Baca Juga :  Gempa Gorontalo Pagi Ini: Info BMKG Terbaru

Kepala Kantor SAR Biak, Kundori, menyatakan bahwa tim telah melaksanakan pencarian sesuai waktu dan area yang ditetapkan, baik melalui udara maupun laut. Selama operasi yang dimulai sejak 25 Desember 2025, tim hanya berhasil mengevakuasi dua jenazah.

Data korban kecelakaan speedboat di Yapen adalah sebagai berikut:

Korban Meninggal:
* Sarah Injoroweri (P) 12 Tahun
* Arius Mabui (L) 52 Tahun

Korban Selamat:
* Usman Asis (L) 37 Tahun
* Santi Rontini (P) 26 Tahun
* Hengki Injoroweri (L) 40 Tahun

Korban Hilang (total 16 orang):
* Yakoba Swom (P) 37 Tahun
* Alfonsina Injoroweri (P) 17 Tahun
* Ester Injoroweri (P) 4 Tahun
* Ajay Injoroweri (L) 2 Tahun 6 Bulan
* Charles Injoroweri (L) 33 Tahun
* Ona Poppi Ampasoi (P) 32 Tahun
* Yone Olivia Injoroweri (P) 9 Tahun
* Hendrik Injoroweri (L) 5 Tahun
* Aliando Brayen injoroweri (L) 2 Tahun
* Teri Brando Injoroweri (L) 8 Tahun
* Johanis Injoroweri (L) 60 Tahun
* Ivon Injoroweri (P) 6 Tahun
* Naftali Injoroweri (L) 19 Tahun
* Mey (P) 1 Tahun 7 Bulan
* Maria Injoroweri (P) 35 Tahun
* Hendrik Injoroweri (L) 10 Tahun

Meskipun operasi pencarian resmi dihentikan, pihak Basarnas tetap membuka kemungkinan untuk mengaktifkan kembali operasi jika masyarakat menemukan petunjuk baru terkait keberadaan korban. Penghentian operasi SAR ini ditandai dengan kembalinya seluruh personel gabungan dari TNI-Polri serta relawan masyarakat ke satuan masing-masing. Pemerintah daerah diharapkan terus memberikan pendampingan psikologis dan bantuan kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Kedua insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca buruk, serta perlunya memprioritaskan keselamatan diri saat beraktivitas di laut. Doa dan harapan terus dipanjatkan agar seluruh korban dapat segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.