Berita UtamaKupang

Akibat Erupsi, Pemprov NTT Berikan 10 Ribu Masker Kepada Warga Sekitar Gunung Api Lewotobi Laki-laki

×

Akibat Erupsi, Pemprov NTT Berikan 10 Ribu Masker Kepada Warga Sekitar Gunung Api Lewotobi Laki-laki

Sebarkan artikel ini
Kepala BPBD NTT Ambrosius Kodo saat menerima penghargaan dari Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun, berlokasi di Hotel Sotis Kupang, Prov.NTT, Kamis 28/12/23 (Foto : Marcho/Alreinamedia.com)

KUPANG – Pemprov NTT memberikan bantuan 10 ribu masker melalui pemerintah kabupaten Flores Timur untuk diberikan kepada warga sekitar gunung api Lewotobi Laki-laki akibat erupsi yang terjadi pada sabtu pagi (23/12) di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT.

Erupsi ini terjadi yang kedua kali setelah sebelumnya pernah berstatus waspada, minggu (17/12) saat menjelang perayaan Hari Raya Natal.

Hal ini disampaikan kepala BPBD NTT Ambrosius Kodo, saat menjadi narasumber pada Uji Kompetensi Wartawan hasil kerjasama BUMN dan PWI di Kupang, berlokasi di Hotel Sotis NTT, kamis (28/12).

Dirinya menjelaskan bahwa saat mendapatkan informasi terjadinya erupsi, BPBD NTT langsung berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk segera melakukan penanganan dengan membagikan masker kepada warga di sekitar gunung api Lewotobi Laki-laki, sebab erupsi tersebut berdampak pada munculnya abu vulkanis tipis.

Baca Juga :  7 Inspirasi Styling Sepatu Sneakers Hitam ala Aktor Dew Jirawat, Gaya Streetwear Pintar!

“Selain berbagi masker, karena itu berdampak pada pernapasan maka kami juga mengedukasi warga agar di radius 2 kilo meter dari lokasi kejadian harus bebas. Tidak boleh ada aktivitas apapun di sekitarnya.” Kata Ambros (sapaan akrab Kepala BPBD NTT).

Kepala BPBD NTT Ambrosius Kodo saat ditemui media pada Uji Kompetensi Wartawan hasil kerjasama BUMN dan PWI di Kupang, berlokasi di Hotel Sotis NTT, kamis 28/12/23 (Foto : Marcho/Alreinamedia.com)

Tambahnya, masyarakat juga tidak perlu panik karena pusat vulkanologi dan pusat mitigasi bencana gempa tidak memberikan informasi untuk mengungsi karena masih dalam keadaan yang terkendali.

“Mengungsi dilakukan apabila sudah tidak ada aktivitas lagi di daerah tersebut, hanya perlu ketika aktivitas di luar rumah harus menggunakan masker karena dapat melindungi organ pernapasan.” Jelas Ambros.

Dalam mekanisme penanggulangan bencana selalu dilakukan kaji tepat oleh tim reaksi cepat, namun sampai saat ini belum ada laporan terkait dampak kepada warga sekitar.

Baca Juga :  Undangan Istana: Tokoh Ormas Islam dan Ponpes Bertemu Prabowo

“Dampak yang terjadi terhadap korban jiwa, kerusakan lingkungan dan psikologis sampai saat ini belum ada laporan yang kami dapatkan.” Tutup Kepala BPBD NTT.

 

Penulis : Marcho

Editor : Ali