ADVETORIAL-ALREINAMEDIA-KEPRI-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri memproyeksikan penurunan pendapatan daerah di APBD Perubahan 2025. Gubernur Ansar Ahmad menyatakan, proyeksi ini didasarkan pada perhitungan yang realistis.
Ia menjelaskan bahwa pendapatan daerah diperkirakan turun Rp7,3 miliar, karena adanya efisiensi dari dana transfer pemerintah pusat yang tidak bisa diimbangi sepenuhnya dengan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di sisi lain, belanja daerah justru mengalami kenaikan Rp14,7 miliar, dari semula Rp3,918 triliun menjadi Rp3,933 triliun. Kenaikan ini ditujukan untuk membiayai program-program strategis seperti pembangunan ekonomi, infrastruktur, dan sumber daya manusia.
Lebih lanjut, Ansar Ahmad juga menyampaikan bahwa pembiayaan daerah naik drastis sebesar Rp22,4 miliar. Kenaikan ini terutama didorong oleh revisi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2024 yang ternyata lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Untuk mengatasi tantangan ini, Ansar menegaskan bahwa Pemprov akan mengoptimalkan PAD dan fokus pada belanja yang produktif serta bermanfaat langsung bagi masyarakat. (ADV)

















