Berita Utama

Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Seligi Tahun 2018

×

Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Seligi Tahun 2018

Sebarkan artikel ini

Alreinamedia. Batam. (25/6/18). Apel konsolidasi operasi ketupat seligi 2018 dilaksanakan di lapangan upacara Polda Kepri, Senin (25/6).
Dipimpin oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Didid Widjanardi SH, di hadiri oleh Gubernur Provinsi Kepri, Ketua DPRD Prov Kepri, Kajati prov kepri, Danrem 033 WP,
Danlantamal IV TanjungPinang, Dan Lanud RHF TanjungPinang, Wakapolda Kepri, para pejabat
utama Polda Kepri, Walikota Batam beserta unsur pimpinan daerah Kota Batam, para pejabat instansi
Sipil dan TNI, tokoh masyarakat, tokoh Agama, dan tokoh pemuda, serta para tamu undangan.

Dalam amanatnya Kapolda Kepri menyampaikan operasi ketupat Tahun 2018 telah diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia termasuk Polda Kepri dengan sandi operasi :
“Operasi Ketupat Seligi 2018” yang diselenggarakan selama 18 hari mulai tanggal 7 s/d 24 Juni, 2018.
Dalam operasi ini Polda Kepri telah melibatkan sebanyak 1081 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda, serta stakeholders terkait dan elemen masyarakat lainnya di seluruh jajaran Polda Kepri, dengan jumlah pos pengamanan sebanyak 25 lokasi dan pos pelayanan sebanyak 21 lokasi.
Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi dalam pelaksanaan operasi ketupat seligi 2018 dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. Kasus laka lantas yang terjadi sebanyak 6 kasus, korban meninggal dunia 3 orang, luka berat 5 orang, luka ringan 18 orang dan kerugian materiil sebanyak Rp.26.000.000,- dibanding tahun 2017 telah terjadi sebanyak 9 kasus yang berarti adanya penurunan sebanyak 3 kasus atau turun 33 %, sedangkan kerugian materil Rp. 45.000.000;
2. Kasus kriminalitas menonjol yang terjadi selama operasi adalah sebanyak 6 kasus, yaitu : curat 2
kasus, curanmor 2 kasus, penganiayaan 1 kasus dan laka perairan 1 kasus;
3. Penumpang yang berangkat melalui pelabuhan laut tercatat sebanyak 510.416 orang dan
kedatangan sebanyak 459.957 orang, sedangkan keberangkatan melalui bandara sebanyak 200.870 orang dan kedatangan sebanyak 174.796 orang;
4. Harga tiket pesawat selama arus mudik maupun arus balik mengalami kenaikan rata-rata diatas 30%.

Baca Juga :  MK Restui Periksa Saksi Sengketa Pilpres lewat Telekonferensi

Selama operasi ketupat seligi 2018 juga telah dilakukan serangkaian kegiatan dan langkah-langkah
sebagai berikut:
Pertama : Menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di seluruh Provinsi Kepulauan
Riau. Secara umum stabilitas harga pangan dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan
pangan. Hal itu dapat diwujudkan berkat kerjasama dari semua instansi terkait seperti pemerintah
Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kabuapten/Kota, Bulog, Bea Cukai, Komisi Pengawas
Persaingan Usaha (KPPU) maupun satgas pangan Polda Kepri dan satuan kewilayahan, sehingga
upaya penimbunan oleh kelompok kartel / mafia pangan, maupun perilaku negatif lainnya yang
mencoba menaikkan harga di atas harga yang ditetapkan, dapat diantisipasi di Wilayah Provinsi
Kepulauan Riau.

Kedua adalah pengamanan dan kelancaran serta keselamatan arus mudik dan arus balik di wilayah
Provinsi Kepulauan Riau. Saya telah memberikan penekanan kepada seluruh personel yang
bertugas dilapangan baik yang ada di pos pelayanan maupun pos pengamanan, agar benar-benar
memberikan pelayanan, pengamanan dan pertolongan serta pemantauan secara cermat. Berbagai strategi bertindak yang telah ditetapkan dan telah diikuti dengan baik sehingga arus mudik dan arus balik dapat berjalan dengan baik di seluruh Wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Ketiga adalah potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya, seperti curat, curas,
curanmor, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis selama ops ketupat seligi 2018.
Berlangsung para kasatwil sudah mengambil langkah langkah preemtif maupun preventif yang
diperlukan sehingga bisa menekan potensi yang ada. Kapolda berharap agar seluruh satuan
kewilayahan dapat terus menerus berkoordinasi dengan pihak TNI, basarnas, BMKG, dan pihak
terkait lainnya, dalam upaya mengantisipasi dan mewaspadai potensi yang akan terjadi dimasa
yang akan datang.
Keempat adalah ancaman tindak pidana terorisme. Guna mengantisipasi potensi aksi terorisme, saya (Kapolda) sudah menekankan kepada seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kegiatan deteksi intelijen, pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, mako Polri, objek vital serta aspek
keselamatan personel pengamanan lainnya yang tetap menjadi perhatian, sehingga ancaman
terorisme sampai saat ini di wilayah hukum Polda Kepri dapat dicegah, hal ini juga berkat
kerjasama dengan aparat keamanan lainnya seperti TNI, Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.

Baca Juga :  Imigrasi Kelas I Khusus Batam Tolak 56 Permohonan Paspor

Oleh sebab itu untuk mewujudkan keamanan secara umum di wilayah provinsi kepulauan riau,
saya perintahkan kepada seluruh jajaran polda kepri untuk terus menerus meningkatkan kerjasama
dengan rekan–rekan TNI, Pemerintah Daerah serta stakeholders terkait lainnya serta seluruh elemen masyarakat, agar Provinsi Kepulauan Riau yang kita cintai ini tetap dalam keadaan aman dan kondusif.

Kapolda kepri juga menyampaikan ucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang
setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan “Operasi
Ketupat Seligi Tahun 2018” yang telah berakhir pada tanggal 24 Juni, 2018, semoga pengabdian yang
telah diberikan dengan penuh keihklasan, dapat menjadi sebuah catatan amal ibadah di hadapan Allah Swt. Tuhan Yang Maha Esa. (Ramadan)