Aura Kasih Bantah Isu Hubungan dengan Ridwan Kamil, Ungkap Pandangannya Soal ‘Pelakor’
Jagad maya baru-baru ini dihebohkan dengan mencuatnya nama penyanyi Aura Kasih yang dikaitkan dalam isu hubungan asmara dengan politisi kenamaan Partai Golkar, Ridwan Kamil. Ridwan Kamil, yang akrab disapa Kang Emil, dikenal luas sebagai mantan Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat. Reputasinya sering kali dipuji sebagai pemimpin yang religius, gemar menyisipkan humor, serta sosok family man yang harmonis dengan sang istri, Atalia Praratya. Namun, citra positif tersebut kini harus berhadapan dengan kecurigaan dan spekulasi dari warganet.
Isu kedekatan antara Ridwan Kamil dan Aura Kasih mulai memanas ketika para pengguna media sosial dengan jeli menemukan adanya kecocokan dalam beberapa unggahan keduanya. Spekulasi ini semakin menguat ketika publik menyoroti kebiasaan unik Ridwan Kamil yang kerap menyelipkan nama “Aura” ke dalam bait-bait pantun jenakanya. Hal ini memicu berbagai interpretasi dan perbincangan hangat di platform digital.
Pandangan Aura Kasih Mengenai ‘Pelakor’
Menariknya, jauh sebelum isu hubungan dengan Ridwan Kamil ini menyeruak ke publik, Aura Kasih pernah dimintai pendapatnya mengenai fenomena “pelakor” atau perebut pasangan orang. Dalam sebuah kesempatan, mantan istri Eryck Amaral ini membeberkan pandangannya yang cukup lugas.
Menurut Aura Kasih, tidak banyak wanita yang berperan sebagai pelakor memiliki niat baik terhadap istri sah dari pria yang mereka dekati. Ia berpendapat bahwa jika ada pelakor yang bersikap baik, misalnya mengingatkan pria tersebut untuk pulang kepada keluarganya, itu menandakan bahwa pelakor tersebut benar-benar memiliki perasaan cinta yang mendalam kepada pria tersebut.
Pendapat ini terungkap dalam obrolannya bersama presenter ternama, Deddy Corbuzier. Aura menjelaskan, “Jarang pelakor itu baik sama istri yang pertama. Misalnya cowonya sama ceweknya nginep bareng ‘kamu harus pulang anak-anak kamu sekolah’ jarang banget. Kalau ada yang kayak gitu berarti bener-bener udah cinta.”
Kesadaran Akan Perasaan yang Datang dari Tuhan
Dalam percakapannya dengan Deddy Corbuzier, Aura Kasih juga menekankan pentingnya menilai niat di balik tindakan seseorang, terutama dalam konteks hubungan yang melibatkan pihak ketiga. Ia berargumen bahwa jika niat utama seorang wanita yang mendekati pria beristri adalah semata-mata untuk mencari keuntungan materi atau uang, maka tindakan tersebut jelas salah.
Namun, Aura Kasih juga menyampaikan pandangannya bahwa jika seorang wanita menemukan cinta sejati pada pria yang kebetulan sudah beristri, maka situasi tersebut tidak bisa serta-merta disalahkan sepenuhnya. Bagi Aura, perasaan yang muncul di hati manusia adalah sesuatu yang datangnya dari Tuhan, dan oleh karena itu, terkadang tidak bisa dihindari.
“Balik lagi mas, intention-nya apa. Misalkan aku ketemu cowok udah punya istri, kalau aku intention-nya cuma duit, salah besar. Tapi tiba-tiba aku ketemu orang, nyambung (ngobrolnya), eh udah punya bini tapi kita enggak bisa menghindari perasaan itu, ya gimana perasaan juga dikasih Tuhan,” papar Aura Kasih.
Deddy Corbuzier kemudian mencoba mengklarifikasi, “Berarti jawaban lo adalah is it by love or not?,” menanyakan apakah inti permasalahannya terletak pada apakah hubungan itu didasari oleh cinta atau bukan.
Aura Kasih mengonfirmasi, “Yap, iya. Kalau intention-nya cuma duit ya menurut aku salah banget. Kalau ngomongin perasaan, kita enggak bisa stop itu karena kita manusia dikasih perasaan dikasih akal,” jawab Aura, menegaskan posisinya bahwa perasaan adalah anugerah yang perlu dipahami konteksnya.

Bantahan Resmi dari Aura Kasih Melalui Kuasa Hukum
Menyadari namanya menjadi pusat perbincangan publik terkait isu hubungan dengan Ridwan Kamil, Aura Kasih akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Melalui kuasa hukumnya, Yanti Nurdin, Aura dengan tegas membantah seluruh isu yang beredar mengenai kedekatannya dengan Ridwan Kamil.
“Sebetulnya kita juga enggak tahu kalau masalah yang dengan Ridwan Kamil, tapi dari Mbak Aura sendiri bilang itu enggak benar semua,” ujar Yanti Nurdin seperti dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi pada Rabu, 24 Desember 2025.
Yanti Nurdin juga menegaskan bahwa saat ini pihaknya sedang dalam proses mengumpulkan bukti-bukti terkait penyebaran isu yang tidak benar tersebut. Ia tidak menutup kemungkinan bahwa masalah ini akan dibawa ke jalur hukum jika bukti-bukti yang terkumpul sudah mencukupi.

“Jadi kita lagi coba kumpulin semua bukti-bukti yang ada, kayaknya semakin parah ya beritanya. Mungkin kalau kita udah cukup bukti, kita juga siap-siap laporin orang yang bikin isu enggak benar itu,” jelas Yanti, menandakan keseriusan pihaknya dalam menanggapi pencemaran nama baik yang terjadi.
Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap kliennya dari pemberitaan negatif yang tidak berdasar dan berpotensi merusak reputasi.

















