Gerakan Literasi Pesisir: CYL Community Hadirkan Ruang Baca Gratis di Tepi Laut Tanjungpinang
Tanjungpinang, 12 Desember 2025 – Di tengah hiruk pikuk kehidupan pesisir Kepulauan Riau, sebuah inisiatif segar muncul dari para pemuda untuk membangkitkan kembali semangat literasi. Coastal Youth Literacy Community (CYL Community), sebuah komunitas yang digagas oleh pemuda pesisir, secara konsisten menggerakkan roda literasi di Kota Tanjungpinang melalui program unggulannya, “Baca Buku Gratis”. Kegiatan ini diselenggarakan setiap akhir pekan, tepatnya pada hari Sabtu dan Minggu, mulai pukul 16.00 WIB, bertempat di lokasi yang paling ikonik dan mudah dijangkau: Tepi Laut Tanjungpinang.
CYL Community tidak membatasi siapa saja yang dapat bergabung. Komunitas ini membuka pintu lebar bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak yang penuh rasa ingin tahu, remaja yang sedang mencari jati diri, orang dewasa yang ingin terus berkembang, hingga para lansia yang memiliki banyak pengalaman. Pemilihan Tepi Laut sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Lokasi ini dipilih karena menawarkan suasana yang santai, tidak kaku, dan yang terpenting, sangat mudah diakses oleh siapa saja tanpa adanya batasan geografis atau sosial. Hal ini sejalan dengan visi komunitas untuk menciptakan ekosistem literasi yang inklusif dan merakyat.
Lebih dari sekadar menyediakan buku bacaan secara gratis, CYL Community juga menciptakan sebuah forum yang dinamis. Di sini, para pengunjung tidak hanya diajak untuk membaca, tetapi juga didorong untuk berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai isi buku yang telah dibaca. Ruang diskusi ini menjadi wadah penting untuk memperluas wawasan, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan membangun pemahaman yang lebih mendalam terhadap berbagai topik. Dengan demikian, CYL Community berupaya mengubah paradigma membaca dari aktivitas individual menjadi pengalaman komunal yang memperkaya.
Akar Keresahan Menjadi Gerakan Positif
Terbentuknya CYL Community bermula dari keprihatinan mendalam para penggagasnya terhadap fenomena rendahnya minat baca di lingkungan sekitar dan masyarakat secara umum. Minimnya ruang literasi yang benar-benar inklusif dan mudah dijangkau menjadi salah satu motivasi utama. Menyadari kebutuhan ini, CYL Community hadir sebagai solusi nyata untuk mengisi kekosongan tersebut.
Sayed Fachry Pangestu, salah satu Co-Founder CYL Community, menceritakan dengan lugas latar belakang pembentukan komunitas ini. “Kegiatan ini berangkat dari keresahan pribadi kami yang merasa minim membaca, begitu juga dengan lingkungan sekitar. Kami melihat ada kebutuhan mendesak untuk menciptakan sebuah ruang belajar yang terasa santai, nyaman, dan tentunya terbuka untuk siapapun yang ingin merasa lebih dekat dengan buku,” jelas Fachry. Pernyataan ini menegaskan komitmen komunitas untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya kecintaan terhadap literasi.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun semangat yang ditunjukkan oleh para anggota dan masyarakat cukup tinggi, perjalanan CYL Community tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan koleksi buku bacaan. Saat ini, koleksi buku yang tersedia sangat bergantung pada donasi yang diberikan oleh para relawan dan warga Tanjungpinang. Ketergantungan pada donasi ini terkadang membuat koleksi buku menjadi tidak bervariasi atau kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan pembaca yang terus bertambah.
Menyadari pentingnya dukungan dari berbagai pihak, Fachry menyampaikan harapan besar kepada pemerintah, baik di tingkat Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Kota Tanjungpinang. “Kami sangat berharap pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Tanjungpinang dapat memberikan perhatian yang lebih besar kepada komunitas-komunitas baca seperti kami. Terutama dalam hal penyediaan dan kelayakan buku yang memadai, agar kegiatan Baca Buku Gratis ini tidak hanya terus berjalan, tetapi juga dapat berkembang lebih pesat lagi,” ungkapnya. Dukungan ini diharapkan dapat membantu CYL Community dalam memperkaya koleksi buku, memperluas jangkauan program, dan bahkan mungkin mengembangkan fasilitas belajar yang lebih baik.
Menjadi Inspirasi Literasi Kepulauan Riau
Dengan antusiasme masyarakat Kota Tanjungpinang yang terus menunjukkan peningkatan signifikan, CYL Community memiliki optimisme tinggi untuk dapat bertransformasi menjadi sebuah ruang belajar alternatif yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi munculnya komunitas-komunitas literasi baru di wilayah Kepulauan Riau. Komitmen komunitas ini tidak berhenti pada kegiatan mingguan saja, melainkan lebih jauh lagi, yaitu menjadi garda terdepan dalam menggerakkan budaya membaca yang kuat bagi generasi saat ini dan generasi mendatang di seluruh Kepulauan Riau.
CYL Community membuktikan bahwa literasi dapat hadir di mana saja, bahkan di tepi laut yang seringkali identik dengan aktivitas rekreasi. Melalui program “Baca Buku Gratis”, mereka tidak hanya menghadirkan buku, tetapi juga membangun koneksi, memupuk diskusi, dan menyebarkan virus kecintaan pada ilmu pengetahuan. Keberadaan komunitas ini menjadi pengingat bahwa potensi literasi dapat terus digali dan dikembangkan, bahkan di lokasi yang paling tidak terduga sekalipun, asalkan ada kemauan dan kepedulian dari para pemudanya.

















