PERISTIWA

Bunda Bangga Prestasi, Foto Suami Hilang: Tragedi Ibu Dibunuh Anak SD

×

Bunda Bangga Prestasi, Foto Suami Hilang: Tragedi Ibu Dibunuh Anak SD

Sebarkan artikel ini

Tragedi di Medan: Ibu Dua Anak Ditemukan Tewas, Diduga Dibunuh Anak Bungsu yang Masih SD

Sebuah peristiwa tragis menggemparkan Medan Sunggal, Sumatera Utara, pada Rabu, 10 November 2025. Faizah Soraya (42), seorang ibu rumah tangga yang dikenal sangat menyayangi kedua putrinya, ditemukan tewas di rumahnya dalam kondisi mengenaskan. Penemuan jasadnya yang bersimbah darah di kamar tidurnya menimbulkan duka mendalam sekaligus kebingungan.

Seiring penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, fakta mengejutkan mulai terkuak. Anak bungsu Faizah, seorang siswi kelas 6 Sekolah Dasar berinisial SAS (12), diamankan oleh petugas. Meskipun masih di bawah umur dan dalam kondisi trauma berat, SAS menjalani pemeriksaan intensif dengan pendampingan psikolog. Kasus ini menarik perhatian publik, tidak hanya karena kekerasan yang terjadi dalam lingkup keluarga, tetapi juga karena kejanggalan yang muncul dari jejak digital sang ibu.

Jejak Digital yang Mengundang Tanda Tanya

Akun media sosial milik Faizah Soraya, yang dipenuhi dengan foto dan video kebersamaannya dengan kedua putrinya, menjadi sorotan utama. Berbagai unggahan menunjukkan betapa bangganya Faizah terhadap prestasi anak-anaknya, baik di bidang akademik maupun keagamaan. Foto-foto kemesraan antara ibu dan anak seringkali menghiasi linimasa, menggambarkan hubungan yang erat dan penuh kasih sayang. Anak sulungnya diketahui sudah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, sementara SAS yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Namun, di tengah ribuan foto dan video yang menampilkan kebahagiaan keluarganya, sebuah kekosongan yang mencolok mulai menarik perhatian publik. Tak ada satupun foto atau video yang menampilkan sosok suami Faizah, Alham Wumala Siagian, di akun media sosialnya. Keberadaan suami yang tidak terekam dalam jejak digital sang istri menimbulkan berbagai spekulasi mengenai kondisi rumah tangga mereka. Hal ini menjadi salah satu aspek yang turut menjadi perbincangan hangat dalam kasus pembunuhan yang mengerikan ini.

Baca Juga :  Puja Lestari: Emas SEA Games 2025 Bawa ke Akademi Kepolisian

Kronologi Mengerikan: Dari Kemarahan Hingga Kematian

Menurut laporan kepolisian, sehari sebelum ditemukan tewas, Faizah Soraya diduga sempat memarahi anak pertamanya. Setelah kejadian tersebut, mereka dilaporkan tidur dalam satu kamar di lantai satu rumah mereka. Sementara itu, Alham, suami Faizah dan ayah dari kedua anak tersebut, tidur di kamar yang berbeda di lantai dua.

Sekitar pukul 04.30 WIB dini hari, ketenangan rumah tangga itu pecah. Anak pertama Faizah dilaporkan histeris, berteriak memanggil ayahnya. Saat Alham turun dari lantai dua, ia mendapati pemandangan yang paling mengerikan: Faizah Soraya terkapar bersimbah darah di kamarnya. Dalam situasi panik tersebut, adik perempuannya, SAS, ditemukan sedang memegang pisau.

Penyelidikan dan Motif yang Masih Misterius

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengonfirmasi bahwa SAS telah diamankan di Polrestabes Medan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. Ia menambahkan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan mengingat usia SAS yang masih kecil dan kondisi psikologisnya yang terguncang akibat trauma.

Baca Juga :  Indonesia Bantu 5000 Buah Selimut Untuk Korban Gempa Turki

Hingga kini, pihak kepolisian masih belum merilis motif pasti di balik tindakan mengerikan yang diduga dilakukan oleh siswi kelas 6 SD tersebut. Namun, beredar informasi di masyarakat yang mengindikasikan bahwa SAS membunuh ibunya karena membela kakaknya.

Suhartono, Kepala Lingkungan V Tanjung Rejo, membenarkan adanya cerita dari ayah korban, Alham, mengenai kejadian di malam sebelum pembunuhan. Menurut penuturan Alham, SAS merasa tersinggung dan tidak terima ketika ibunya memarahi sang kakak. Tindakan pembelaan diri atau pembelaan terhadap kakak inilah yang diduga menjadi pemicu kejadian tragis tersebut.

Suhartono juga menambahkan bahwa hubungan Faizah dengan kedua anaknya sangat akrab. Ia kerap melihat Faizah mengantar anak-anaknya ke sekolah setiap pagi, menggambarkan kedekatan layaknya ibu dan anak pada umumnya. Namun, ironisnya, kedekatan dengan anak-anaknya ini justru berbanding terbalik dengan ketidakhadiran suaminya dalam foto-foto di media sosial sang istri.

Sementara itu, Alham Wumala Siagian, suami almarhumah, belum memberikan banyak komentar kepada awak media, hanya menyatakan bahwa ia masih berduka. Berdasarkan penelusuran, Alham diketahui bekerja di sebuah perusahaan provider sebagai Engineer Consumer SQA.

Kasus ini menjadi pengingat yang menyedihkan tentang kompleksitas hubungan keluarga dan dampak dari berbagai faktor yang mungkin mempengaruhinya. Penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang diharapkan dapat mengungkap seluruh tabir misteri di balik tragedi yang merenggut nyawa seorang ibu dan menghancurkan masa depan seorang anak.