Breaking News

Demo Iran Membara

×

Demo Iran Membara

Sebarkan artikel ini

Iran tengah dilanda gelombang demonstrasi besar yang mengguncang berbagai kota. Ketidakpuasan publik yang telah memuncak ini dipicu oleh krisis ekonomi yang semakin parah dan lonjakan biaya hidup akibat merosotnya nilai mata uang rial. Situasi ini bahkan menarik perhatian dari mantan putra mahkota Iran yang kini tinggal di pengasingan di Amerika Serikat, yang menyerukan agar para demonstran merebut kota-kota besar di seluruh negeri.

Demonstrasi yang telah berlangsung selama dua pekan ini menunjukkan intensitas yang semakin meningkat. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Jumat (9/1) menuding bahwa aksi protes ini ditunggangi oleh Amerika Serikat. Untuk meredam gejolak, pemerintah Iran mengambil langkah drastis dengan memutuskan akses internet dan jaringan telepon. Di sisi lain, organisasi non-pemerintah yang memantau hak asasi manusia melaporkan bahwa puluhan demonstran telah tewas selama periode unjuk rasa ini.

Laporan menyebutkan bahwa sejak Jumat lalu, warga memenuhi jalan-jalan utama di ibu kota Teheran. Teriakan slogan seperti “Mati Khamenei” terdengar menggema. Demonstrasi tidak hanya terjadi di Teheran, tetapi juga meluas ke kota-kota lain seperti Mashhad dan Tabriz, yang terletak di wilayah utara dekat kota suci Syiah, Qom. Fenomena menarik lainnya terlihat di kota Hamedan, di mana para demonstran mulai mengibarkan bendera Iran era Dinasti Pahlavi, dinasti yang berakhir pada tahun 1979 melalui Revolusi Republik Islam yang dipimpin oleh ulama Syiah.

Baca Juga :  Gempa M 5,2 Guncang Maluku 1 Februari 2026

Respons Amerika Serikat dan Pernyataan Donald Trump

Di tengah meningkatnya penindakan aparat Iran terhadap para demonstran anti-pemerintah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS “siap membantu”. Pernyataan ini disampaikan Trump pada Sabtu (10/1), bertepatan dengan saat otoritas Iran memperketat respons mereka terhadap gelombang protes yang terus berlanjut.

“Iran sedang mencari kemerdekaan, yang mungkin belum pernah ada sebelumnya. AS siap membantu!” tulis Trump dalam unggahan di media sosial Truth Social. Meskipun ia menyatakan kesiapan untuk membantu, Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai bentuk bantuan yang dimaksudkan.

Pernyataan Trump ini disampaikan sehari setelah ia melontarkan peringatan keras kepada Teheran. Pada Jumat (9/10), Trump mengatakan bahwa Iran berada dalam “masalah besar” dan kembali mengingatkan bahwa ia dapat memerintahkan serangan militer jika diperlukan. Komentar Trump ini dilaporkan semakin menambah ketegangan di tengah situasi Iran yang kian memanas, seiring dengan laporan yang terus berdatangan mengenai meningkatnya represi terhadap demonstran oleh aparat keamanan pemerintah.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada hari yang sama menegaskan bahwa Republik Islam “tidak akan mundur” menghadapi gelombang protes ini, yang merupakan aksi unjuk rasa terbesar dalam hampir dua pekan terakhir.

Garda Revolusi Tuduh Kelompok Teroris

Menyikapi kerusuhan yang meluas di berbagai wilayah Iran, Garda Revolusi Iran (IRGC) menuding kelompok teroris sebagai dalang di balik semua ini. Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah, IRGC menegaskan komitmen mereka untuk menjaga sistem pemerintahan yang ada dan menyebut keamanan nasional sebagai “garis merah” yang tidak boleh dilanggar.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Jambi: 4 Kabupaten Waspada, BMKG Pantau 33 Kecamatan

Pernyataan ini dikeluarkan seiring dengan isyarat dari pemerintah Iran yang akan memperketat penindakan terhadap demonstrasi anti-pemerintah yang menjadi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. IRGC menuduh kelompok teroris telah menyerang pangkalan militer dan aparat penegak hukum selama dua malam berturut-turut, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa serta pembakaran fasilitas umum dan properti milik warga.

Pengerahan Aparat dan Penangkapan

Sejalan dengan tudingan tersebut, aparat keamanan dilaporkan telah dikerahkan ke sejumlah wilayah di Iran. Seorang saksi mata di bagian barat Iran melaporkan bahwa pasukan Garda Revolusi telah turun ke lapangan dan melepaskan tembakan.

Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa sebanyak 100 orang yang disebut sebagai perusuh bersenjata telah ditangkap di Baharestan, sebuah wilayah dekat Teheran. Militer reguler Iran juga telah menyatakan kesiapan mereka untuk “melindungi kepentingan nasional, infrastruktur strategis, dan fasilitas publik”. Situasi di Iran tetap tegang, dengan aparat keamanan terus berjaga dan melakukan penindakan terhadap aksi-aksi protes yang masih berlangsung.