JAKARTA – Pengalaman menjadi seorang ibu telah memberikan perspektif baru bagi aktris ternama Dian Sastrowardoyo. Ia kini mengamalkan wejangan berharga dari sang ibu kepada kedua buah hatinya, menjadikannya prinsip hidup yang fundamental. Wejangan tersebut bukan sekadar kata-kata, melainkan sebuah pondasi kepercayaan diri yang ia harapkan dapat terus tumbuh dan berkembang dalam diri anak-anaknya.
Wejangan Ibu yang Menjadi Prinsip Hidup
Dian Sastrowardoyo mengungkapkan bahwa wejangan yang paling membekas dari ibunya adalah penegasan akan nilai diri yang inheren. “Kamu itu indah, dan bagus, dan sempurna sebagaimana kamu apa adanya,” ujar Dian saat ditemui beberapa waktu lalu. Pernyataan ini menekankan penerimaan diri tanpa syarat, sebuah konsep yang seringkali sulit dicapai di tengah tekanan sosial dan standar kecantikan yang terus berubah.
Lebih lanjut, wejangan tersebut juga mengandung pesan pemberdayaan diri yang kuat. Dian melanjutkan, “‘Selalu percaya bahwa kamu itu jauh lebih kuat daripada yang kamu pikir. Kamu itu jauh lebih pintar daripada yang kamu pikir. Kamu itu jauh lebih baik daripada yang kamu pikir.'” Pesan ini bertujuan untuk menanamkan rasa percaya diri dan potensi diri yang tak terbatas pada anak-anaknya. Dian meyakini bahwa dengan keyakinan pada kekuatan, kecerdasan, dan kebaikan diri sendiri, seseorang dapat menghadapi berbagai tantangan hidup dengan lebih tangguh.
Menurunkan Nilai Positif kepada Generasi Berikutnya
Kini, Dian Sastrowardoyo tidak hanya memegang teguh wejangan tersebut untuk dirinya sendiri, tetapi juga secara aktif menurunkannya kepada kedua anaknya. Sebagai istri dari Maulana Indraguna Sutowo, Dian memiliki harapan besar agar nilai-nilai fundamental ini dapat menjadi kompas moral dan pedoman hidup bagi buah hatinya.
“Semoga mereka benar-benar tumbuh menjadi orang yang baik dan peka terhadap masyarakat sekitar,” kata Dian, merujuk pada harapannya agar anak-anaknya tidak hanya memiliki kualitas diri yang baik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ia ingin mereka menjadi individu yang tidak hanya sukses secara personal, tetapi juga berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat luas.
Perubahan Perspektif tentang Anak-anak
Dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada Senin, 22 Desember 2025, Dian Sastrowardoyo juga berbagi cerita menarik mengenai pandangannya terhadap anak-anak sebelum ia sendiri menjadi seorang ibu. Ia mengakui bahwa sebelum memiliki anak, ia tidak terlalu menyukai anak kecil. Pandangannya ini merupakan sebuah kejutan, bahkan bagi dirinya sendiri.
“Saya enggak tahu kalau saya bisa keibuan sebelum punya anak. Dulu saya enggak terlalu suka anak kecil. Tapi giliran punya anak, ternyata bisa,” kenang Dian dengan senyum. Pengalaman menjadi ibu rupanya telah membuka matanya dan mengubah persepsinya secara drastis. Hal ini menunjukkan bagaimana peran dan tanggung jawab sebagai orang tua dapat memicu pertumbuhan emosional dan empati yang mendalam.
Peran Baru dalam Layar Lebar
Di samping berbagi kisah personal dan pandangannya mengenai peran ibu, Dian Sastrowardoyo juga tengah mempersiapkan diri untuk sebuah peran baru yang sangat relevan dengan pengalamannya saat ini. Ia akan menjajal peran sebagai seorang ibu dalam film terbarunya yang bertajuk “Esok Tanpa Ibu” atau “Mothernet”.
Film ini diprediksi akan menjadi tontonan menarik, mengingat Dian Sastro akan beradu akting dengan deretan aktor berbakat lainnya, termasuk Ali Fikry, Ringgo Agus Rahman, dan Nurra Datau. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan dinamika cerita yang kuat dan emosional, terutama dengan tema yang diangkat.
Rencananya, film “Esok Tanpa Ibu” akan segera menghiasi layar lebar dan dapat disaksikan oleh para penggemar film di bioskop mulai tanggal 22 Januari 2026. Kehadiran Dian Sastrowardoyo dalam peran yang begitu dekat dengan kehidupan pribadinya ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat sinema Indonesia.
















