Kepri – Aroma Dugaan adanya kongkalikong di Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau kembali tecium oleh Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP).
Adiya Prama Rivaldi selaku Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) menduga ada Kongkalikong serta intervensi yang sangat keras oleh salah seorang Kabid (Kepala Bidang) Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau tentang pembagian proyek APBD serta dana DAK (Dana Alokasi Khusus).
Berhubungan baru saja terlantik Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau, Andi Agung yang secara Sah yang di serahkan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Tetapi terlihat janggal hingga saat ini sepertinya ada salah satu oknum Kabid Pendidikan Kepri yang Mengintervensi seolah olah dia yang paling berkuasa bisa mengatur seluruh isi yang ada di Dinas Pendidikan Kepri Tersebut.
Hasil investigasi Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) mencium keras salah satu oknum Kabid tersebut bisa melakukan apa saja dengan hanya sebuah ucapan dan menyetel seluruh kegiatan yang ada di Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.

“Kami menduga ada sesuatu intervensi yang sangat kuat dari oknum Kabid Pendidikan Kepri serta laporan dan data dari beberapa orang yang tidak ingin di sebutkan identitasnya kepada kami,” Paparnya, Jum’at (4/3/22).
Adi juga mengatakan bahwa sudah terjadi pembagian Kegiatan, mengatur rekanan dan terkesan bagi proyek sampai turun kesekolah sekolah untuk mengkondisikan beberapa kerjaan.
“Salah satu Oknum Kabid Pendidikan Kepri telah mengatur rekanan serta terkesan membagi bagi proyek tersebut hingga menuju sekolah sekolah dan menjadi kan dana DAK sebagai Permainan yang sangat menyenangkan,” Paparnya Kembali
Lanjutnya kembali, iya meminta Andi Agung selaku Kepala Dinas Pendidikan Yang baru dapat membina bawahanya untuk tidak terlalu mengintervensi seluruh kegiatan yang ada sehingga bisa terjadi sebuah KKN (Kolusi,Korupsi, dan Nepotisme) di dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.
“Agar terhindar dari KKN dan bersih di dalam kepemimpinan Andi Agung di dinas Pendidikan Kepri, sebaiknya Andi Agung Segera membina bawahanya agar bisa lebih profesional dalam bekerja dan tidak hanya memikirkan pembagian sejumlah Proyek kepada rekanan yang dapat membagi fee dan keuntungan yang lebih besar untuk pribadinya,” Ucapnya Lagi.
Pesan terakhir yang di katakannya, iya meminta sebaiknya APBD Kepulauan Riau di dinas pendidikan kepri dapat di kelola dengan baik untuk dunia Pendidikan jangan hanya di jadikan sebuah proyek untuk meraup keuntungan pribadi, sehingga sehingga pengadaan atau pekerjaan yang banyak di kerjakan malah menjadi barang yang tidak berguna dan berujung hanya disimpan dalam gudang.(Hs)

















