Pencarian Pelajar SMKN Ciomas Bogor yang Diduga Hanyut di Sungai Cisadane Masih Berlanjut
Bogor Barat – Upaya pencarian terhadap MY (16), seorang pelajar SMKN Ciomas Bogor yang diduga hanyut di aliran Sungai Cisadane, hingga kini belum menunjukkan hasil positif. Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026, setelah MY diduga melompat dari atas Jembatan TB M Falak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko, mengonfirmasi bahwa hingga Minggu, 1 Februari 2026, pencarian masih nihil. “Masih nihil (hasilnya),” ujar Dimas Tiko saat dihubungi.
Tim SAR gabungan terus berupaya keras untuk menemukan MY. Berbagai metode pencarian telah dikerahkan, termasuk memperluas area pencarian dan memanfaatkan teknologi terkini untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses.
Pemanfaatan Teknologi Drone Thermal dalam Pencarian
Untuk memaksimalkan visualisasi udara dan menjangkau area yang sulit dijangkau melalui jalur air maupun darat, tim pencari berencana untuk menerbangkan drone thermal. Drone ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai lokasi yang dicari.
“Hari ini rencana mau turun drone thermal dari 112 Kabupaten Bogor. Itu, untuk visualisasi udara titik-titik yang sulit di jangkau melalui jalur air atau darat,” jelas Dimas Tiko.
Upaya pencarian ini tidak hanya melibatkan tim lokal, tetapi juga telah meminta bantuan dari wilayah lain. “Kita juga sudah meminta bantuan teman-teman dari Tangerang Selatan dan Kota Tangerang,” tambahnya. Kolaborasi antar daerah ini diharapkan dapat mempercepat proses penemuan.
Faktor Cuaca Menjadi Kendala Utama
Meskipun upaya pencarian terus dimaksimalkan, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penentu kelanjutan operasi. Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Bogor menjadi perhatian serius bagi tim SAR.
“Jika cuaca hujan deras terpaksa kita hentikan. Kita lihat juga cuaca untuk pencarian ini,” ucap Dimas Tiko. Keselamatan tim pencari menjadi prioritas utama, sehingga operasional pencarian dapat dihentikan sementara jika kondisi cuaca membahayakan.
Pada Minggu pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, beberapa wilayah di Kota Bogor, termasuk Bogor Barat, masih diguyur hujan dengan intensitas yang bervariasi, mulai dari gerimis hingga lebat. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR yang sedang bertugas.
Kronologi Kejadian dan Upaya yang Dilakukan
Peristiwa yang menimpa MY berawal dari dugaan ia melompat dari atas Jembatan TB M Falak. Hingga kini, motif di balik tindakan tersebut masih belum diketahui secara pasti. Pihak berwenang masih terus mengumpulkan informasi dan keterangan dari saksi mata maupun keluarga korban.
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari personel BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan, telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Cisadane. Mereka menggunakan berbagai peralatan, mulai dari perahu karet, alat selam, hingga peralatan navigasi.
- Penyisiran Aliran Sungai: Tim SAR secara rutin menyisir aliran Sungai Cisadane, mulai dari titik dugaan jatuhnya korban hingga ke hilir.
- Pemeriksaan Titik Potensial: Area-area seperti tepian sungai, pusaran air, dan titik-titik yang diduga menjadi tempat korban tersangkut terus diperiksa secara detail.
- Koordinasi dengan Masyarakat: Informasi dari masyarakat sekitar sungai juga menjadi sumber penting dalam upaya pencarian.
Proses pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi. Kondisi sungai yang berarus deras dan terkadang keruh menambah kompleksitas upaya pencarian. Tim SAR terus berkoordinasi untuk memastikan setiap sudut area pencarian terjangkau.
Pihak keluarga MY tentu sangat berharap MY dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Dukungan moral dan doa dari masyarakat sekitar juga terus mengalir untuk kelancaran proses pencarian ini. Keberhasilan pencarian ini sangat bergantung pada kerja keras tim SAR, dukungan teknologi, serta kondisi cuaca yang mendukung.

















