Tragedi Kebakaran di Palembang: Dua Nyawa Melayang Akibat Ledakan Gas
Sebuah insiden tragis yang merenggut nyawa dua orang terjadi di Jalan Ratu Sianum, Lorong Nepos, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang. Peristiwa nahas ini berawal dari kebocoran tabung gas elpiji yang memicu ledakan hebat saat para korban tengah mempersiapkan hidangan untuk sedekah ruahan, sebuah tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Rincian Kejadian yang Memilukan
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026) ini, mengakibatkan sembilan orang mengalami luka bakar serius. Setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dua di antara korban tidak dapat diselamatkan. Keduanya adalah Nyimas Dewi Rohayati (33), istri pemilik rumah, dan Murni (40), seorang asisten rumah tangga (ART) di kediaman tersebut.
Menurut keterangan dari pihak berwenang, kedua korban yang meninggal dunia mengalami luka bakar yang sangat parah, mencapai sekitar 70 hingga 80 persen di sekujur tubuh mereka. Luka bakar parah ini menjadi penyebab utama tidak tertolongnya nyawa mereka meskipun telah mendapatkan perawatan medis.
Kapolsek Ilir Timur II, Kompol M Ismail, membenarkan adanya dua korban yang meninggal dunia akibat insiden kebakaran tersebut. “Iya, dua orang yang meninggal dunia atas nama Dewi Rohayati dan Murni. Akibat luka bakar sekitar 70-80 persen,” ujar Kompol Ismail pada Minggu (1/2/2026). Ia menambahkan bahwa kedua korban tersebut tengah membantu kegiatan memasak untuk persiapan sedekah menyambut bulan Ramadhan di rumah salah seorang warga.
“Kedua korban akan dikebumikan oleh pihak keluarga. Kami turut menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut,” tambahnya dengan nada prihatin.
Kronologi dan Penyebab Kebakaran
Peristiwa kebakaran ini terjadi pada hari Sabtu, ketika warga setempat sedang bergotong royong menyiapkan makanan untuk acara sedekah ruahan. Tradisi ini merupakan bagian dari persiapan masyarakat Muslim dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, sumber ledakan berasal dari kebocoran tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram. Kebocoran tersebut diduga terjadi saat proses memasak berlangsung, memicu api yang dengan cepat membesar dan menimbulkan ledakan.
Akibat ledakan dan api yang berkobar, sembilan orang dilaporkan mengalami luka bakar. Sembilan korban ini terdiri dari tujuh orang dewasa dan dua anak-anak. Mereka yang terkena dampak ledakan segera dilarikan ke Rumah Sakit Pelabuhan untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Tingkat luka bakar yang dialami para korban bervariasi, mulai dari 20 hingga 80 persen.
Upaya Penyelamatan dan Perawatan Korban
Tim medis di Rumah Sakit Pelabuhan segera memberikan perawatan intensif kepada seluruh korban luka bakar. Fokus utama adalah menangani luka bakar yang serius, mencegah infeksi, dan memulihkan kondisi fisik para korban. Namun, meskipun telah dilakukan berbagai upaya medis, dua korban yang mengalami luka bakar paling parah akhirnya meninggal dunia.
Tujuh korban lainnya masih terus menjalani perawatan medis di rumah sakit. Kondisi mereka dipantau secara ketat oleh tim dokter. Dukungan moral dan material dari keluarga serta masyarakat juga terus mengalir bagi para korban dan keluarga mereka yang sedang berduka.
Dampak Sosial dan Tradisi Menyambut Ramadhan
Insiden kebakaran ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga memberikan pukulan emosional yang mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Persiapan sedekah ruahan yang seharusnya menjadi momen kebersamaan dan kegembiraan, berubah menjadi duka yang mendalam.
Tradisi sedekah ruahan sendiri memiliki makna penting dalam budaya masyarakat Palembang. Acara ini menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sebelum memasuki bulan puasa. Harapannya, tradisi ini dapat terus berjalan, namun dengan kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap potensi bahaya, terutama yang berkaitan dengan penggunaan alat rumah tangga seperti tabung gas elpiji.
Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dari kebocoran tabung gas tersebut. Edukasi mengenai keselamatan penggunaan gas elpiji dan tindakan pencegahan kebakaran menjadi semakin penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Kehilangan dua nyawa dalam peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan keselamatan, terutama dalam aktivitas sehari-hari yang melibatkan potensi risiko. Doa dan harapan terbaik disampaikan untuk kesembuhan tujuh korban lainnya yang masih dalam perawatan.

















