
Alreinamedia. Batam. (18/7/18). Fungsi musik dalam pendidikan meliputi :
Sarana ekspresi diri.
Musik menjadi wadah bagi pemusik untuk mengungkapkan perasaannya. Jika ingin mengungkapkan perasaan sedih, maka pemusik akan memainka irama yang cenderung bertempo pelan dan halus. Sebaliknya, meluapkan perasaan bahagia irama dimainkan secara cepat dan menggebu-gebu.
Sarana hiburan.
Musik sangat efisien dalam menghibur karena jika dimainkan bersama sama akan menghasilkan suara yang ramai. Namun, bagi segelintir orang musik dapat melalaikan pekerjaan sehari-harinya.
Sarana tari.
Musik dan tari merupakan dua hal yang kerap kali tidak terpisahkan. Keduanya memiliki pola dan ritme yang sama, sehingga suatu tarian tanpa diiringi irama musik akan terasa hampa dan menyulitkan penari.
Sarana upacara.
Musik berkaitan erat dengan kelangsungan upacara-upacara tertentu, seperti upacara spiritual, kenegaraan, kematiaan, perkawinan, dan lainnya. Ada iringan musik dalam suatu upacara menambah kekhidmatan suatu acara.
Sarana pendidikan.
Fungsi musik dalam pendidikan sangat banyak dimanfaatkan oleh sekolah dalam proses pembelajaran. Sekolah menggunakan untuk menciptakan siswa-siswanya yang cinta tanah air melalui lagu-lagu perjuangan.
Sarana terapi.
Saat ini, musik banyak digunakan sebagai terapi pasien dengan gangguan mental ataupun kelumpuhan organ tubuh. Selain itu, musik juga digunakan sebagai relaksasi sistem pola otak yang lelah bekerja. Penggunaan musik sebagai terapi sudah digunakan pasca perang dunia ke-II untuk memulihkan korban perang.
Sarana kreatifitas.
Kreatif merupakan sifat murni yang ada pada semua individu yang mengiringi kepribadiannya dalam rangka pemenuhan kebutuhannya. Musik dapat dijadikan sebagai wadah pemenuhan kreativitas mereka.
Sarana komunikasi.
Musik menghasilkan bunyi, dimana bunyi itu mengandung pola ritme yang memiliki maksud dan tujuan tertentu. Misalnya, jika sebuah upacara dilangsungkan maka akan dibunyikan musik khusus pertanda upacara akan dimulai.
Sarana komersial.
Musik dijadikan para seniman sebagai salah satu sumber penghasilan. Penghasilan ini diperoleh dengan menjual rekaman hasil karya mereka dalam bentuk kaset atau CD ke pasaran. Selain itu, hasil karyanya yang dikontrak dalam sebuah film atau iklan juga dapat menjadi penambahan penghasilan.

Dinas Pendidikan Provinsi Kepri gelar festival seni budaya siswa nasional bertempat Hotel Golden Prawn, Selasa (17/7). Ketua pelaksana Arif Salman Kasi Kesiswaan Dinas pendidikan Provinsi Kepri, menjelaskan bahwa pelaksanaan ini dimulai dari Tanggal 17 sampai 20 Juli, 2018. Kegiatan ini adalah agenda Tahunan untuk mencari juara 1 sekaligus perwakilan Kepri ke tingkat nasional yang akan berlangsung nantinya di Banda Aceh. Adapun peserta dari SMK Sekepri tujuh kabupaten dan kota satu daerah yang tidak ikut dari Kabupaten Natuna dengan kondisi jauh dan cuaca yang kurang baik di laut. Selanjutnya jenis perlombaan yang di tandingkan di antaranya solo song, musik klasik dan tarian. Dewan juri festival ada tiga orang diantaranya dari Dinas Parawisata Kepri dan 2 orang dari umum yang ahli di bidangya.

Harapan dengan festival ini adalah untuk mencari bakat siswa sehingga dapat disalurkan secara positif. Pembukaan pelaksanaan kegiatan festival pada hari Selasa (17/7). Yang dibuka oleh Kepala Dinas pendidikan Provinsi Kepri Dr. Muhammad Dali. MM., Kepala Sekolah SMK, SMA, serta tamu kehormatan Dinas pendidikan. (Ramadan)
















