Perjuangan Emilia Contessa dan Misteri Hubungan Ressa Rizky Rossano dengan Denada
Belakangan ini, nama mendiang aktris senior Emilia Contessa kembali menjadi sorotan publik. Hal ini tidak terlepas dari gugatan yang dilayangkan oleh Ressa Rizky Rossano terhadap penyanyi Denada. Ressa, yang kini telah berusia dewasa, menggugat Denada atas dugaan penelantaran anak. Gugatan ini mencuat setelah Ressa menjalani kehidupan bersama keluarga angkatnya, Dino Rossano dan Ratih Puspita Dewi, selama lebih dari dua dekade. Dino dan Ratih sendiri merupakan adik dari almarhumah Emilia Contessa, yang telah merawat Ressa sejak ia masih bayi.
Kini, setelah mengetahui identitas ibu kandungnya, Ressa memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi. Melalui berbagai kesempatan, termasuk dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo, Ressa mengungkapkan keinginannya agar Denada mengakui dirinya sebagai anak. Salah satu momen yang terungkap dalam perbincangan tersebut adalah ketika Ressa bekerja sebagai sopir bagi almarhumah Emilia Contessa.
Emilia Contessa dan Peran Ressa sebagai Sopir Pribadi
Semasa hidupnya, Emilia Contessa dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai bidang, termasuk politik. Beliau pernah mencalonkan diri dan terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia untuk periode 2014–2019. Di masa pencalonan tersebut, Ressa dikabarkan sempat dipercaya untuk menjadi sopir pribadi Emilia.
Pernyataan ini diungkapkan oleh kakak ipar Ressa, Ronald Armada Wiyono, yang juga hadir dalam podcast tersebut. Ronald menjelaskan bahwa Emilia sering mengajak Ressa dalam berbagai kegiatan, terutama saat beliau masih aktif dalam kampanye pencalonan anggota dewan.
“Nah, Ressa ini sering diajak sama bundanya (Emilia) waktu itu. Apalagi ketika Bunda itu masih mencalonkan diri sebagai anggota dewan, itu (Ressa) pernah dipekerjakan sebagai sopirnya,” ungkap Ronald.
Dalam kesempatan tersebut, terungkap pula bahwa Ressa menerima upah sebesar Rp2 juta per bulan selama bekerja sebagai sopir untuk bintang film “Bulan di Atas Kuburan” tersebut.
Klarifikasi dari Adik Denada: Niat Mulia Sang Ibu
Pernyataan dari pihak Ressa Rizky Rossano mengenai dirinya yang pernah bekerja sebagai sopir Emilia Contessa dengan upah tersebut, kini mendapat tanggapan dari adik Denada, Enrico Whenry Rizky Tambunan. Melalui akun media sosialnya, Enrico memberikan klarifikasi mengenai peran almarhumah ibundanya dalam mempekerjakan Ressa.
Enrico merasa perlu untuk meluruskan anggapan yang mungkin timbul mengenai ibundanya yang mempekerjakan Ressa dengan upah yang dianggap tidak layak. Beliau menegaskan bahwa almarhumah ibundanya bukanlah orang yang berperilaku seperti itu.
“Dibilang kayak katanya seolah-olah mama saya mempekerjakan resa dengan gaji yang tidak manusiawi. Secara tulus hati dan secara rendah hati saya mau katakan Mama saya bukan orang yang seperti itu,” ungkap Enrico.
Beliau menambahkan bahwa almarhumah Emilia Contessa sangat menyayangi seluruh anggota keluarganya, termasuk keluarga besar.
Filosofi Pendidikan Kerja dari Emilia Contessa
Enrico menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan di balik keputusan almarhumah ibundanya mempekerjakan Ressa sebagai sopir. Menurut Enrico, niat utama ibundanya bukanlah untuk mempekerjakan Ressa dengan upah yang minim, melainkan untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan semangat bekerja kepada seluruh anggota keluarga. Hal ini sejalan dengan cara almarhumah Emilia mendidik anak-anak dan cucu-cucunya.
“Dia mau mengajarkan kepada anak-anaknya, cucu-cucunya, keponakan-keponakan gitu ya untuk semuanya rajin bekerja, bisa bekerja,” jelas Enrico.
Beliau mencontohkan bagaimana ibundanya mendidik cucu-cucunya untuk mengenal dunia kerja sejak usia SMP. Bahkan, putra Enrico sendiri sudah diajarkan untuk bekerja di tempat makan cepat saji sejak duduk di bangku SMP, sebagai bagian dari ajaran ibundanya.
Enrico juga menekankan bahwa almarhumah ibundanya tidaklah kekurangan secara finansial sehingga tidak memiliki motif untuk mencari sopir dengan gaji murah.
“Teman-teman saya cukup bersyukur saya sangat bersyukur bahkan bahwa kami semuanya saya juga diberkati Tuhan cukup kami bisa kalau misalnya pun kami diminta oleh Mama kami untuk tolong kirimin Mama uang bulanan untuk bayar gaji karyawan, bayar gaji supir misalnya, tanpa mau kedengeran sombong saya bisa kok kirim uang ke Indonesia untuk gaji seorang sopir dengan gaji yang normal.”
“Jadi Mama saya bukan butuh apa ya supir murah, kalau dia cuma butuh supir dia tinggal telepon kami salah satu anaknya, kami mampu (mengantar) tanpa kedengaran sombong, tapi yang dia mau adalah dia mau ngajakin keluarganya untuk ya mungkin kerja kecil-kecilan, sedikit-sedikit sehingga mendapatkan gaji yang memang gajinya sedikit tapi kan tujuannya bukan untuk mempekerjakan,” lanjutnya.
Dengan tegas, Enrico menyatakan bahwa tidak ada sedikit pun niat jahat dari ibundanya dalam mendidik anggota keluarga.
“Lebih baik secara tulus saya katakan itu adalah niat baik mama saya tidak ada dia berniat jahat sama keluarga besarnya,” pungkasnya.
Kronologi Ressa Mengetahui Denada adalah Ibu Kandungnya
Sementara itu, kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono, membeberkan kronologi bagaimana kliennya mengetahui bahwa Denada adalah ibu kandungnya. Perjalanan Ressa untuk mengetahui kebenaran ini dimulai dari desas-desus yang ia dengar bahwa orang yang merawatnya selama ini bukanlah ibu kandungnya. Sejak kecil, Ressa diasuh oleh tante Denada di Banyuwangi.
Momen pencerahan ini datang setelah Ressa menyelesaikan pendidikan SMA-nya. Informasi penting ini ia dapatkan dari seseorang yang sangat ia percayai.
“Dia (Ressa) sering mendengar selentingan bahwa dirinya bukan anak tenteya Denada, melainkan anak Denada.”
“Hal itu baru diketahui secara pasti setelah lulus SMA, ketika diberitahu oleh seseorang yang sangat ia percayai,” ungkap Moh Firdaus Yuliantono.
Kecurigaan dan rasa penasaran Ressa sempat ia ungkapkan langsung kepada Denada. Namun, wanita yang akrab disapa Dena ini justru bersikukuh menyatakan bahwa Ressa adalah adiknya, bukan anaknya.
“Ketika ia menanyakan langsung kepada Denada, hal tersebut tidak diakui. Denada tetap mengatakan bahwa ia (Ressa) adalah adiknya, bukan anaknya,” tambah kuasa hukum Ressa.
Peristiwa ini menjadi titik awal dari perjalanan panjang Ressa dalam mencari kejelasan mengenai latar belakang keluarganya, yang akhirnya membawanya pada gugatan hukum terhadap Denada.

















