Jakarta: Media sosial telah ramaikan oleh misinformasi terkait situasi kesehatan publik saat ini, dan raksasa teknologi berupaya untuk mengendalikan situasi tersebut. Kini, WhatsApp juga bergabung dalam upaya ini untuk melindungi publik dari berita palsu terkait virus corona.
WhatsApp mengumumkan bahwa platformnya menyediakan hub informasi, hasil kerja sama dengan WHO, UNICEF, dan UNDP. Platform ini menawarkan panduan, informasi umum dan tips untuk memerangi penyebaran dari misinformasi, yang memicu panik akibat situasi saat ini.
Donasi ini ditujukan untuk memerangi unggahan tidak besar terkait dengan COVID-19. WhatsApp mendorong masyarakat untuk memastikan bahwa mereka hanya membaca informasi dari sumber terpercaya dan jika tidak yakin, tidak meneruskan pesan guna membantu membatasi penyebaran misinformasi.
Selain itu, Direktur IFCN Baybars Orsek menyebut bahwa Fact-Checking Network akan bekerja sama dalam menentukan cara penyebaran misinformasi di WhatsApp dan mengembangkan alat untuk mendeteksi dan melakukan moderasi dengan lebih baik.
Sebelumnya, Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan WhatsApp dalam penyelenggaraan sejumlah pelatihan literasi digital untuk perempuan di Tangerang Selatan, Mamuju, Tomohon, dan Makassar.
Pelatihan ini bertujuan memberdayakan perempuan Indonesia dengan meningkatkan kemampuan literasi digital sehingga secara aktif dapat berpartisipasi dalam melawan misinformasi di lingkungan mereka dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.
Baru-baru ini, WhatsApp akhirnya menghadirkan tuas untuk mode gelap pada seluruh pengguna aplikasinya. Kini, WhatsApp berencana memperkenalkan fitur yang telah tersedia di aplikasi pesan instan lain yaitu kemampuan menghapus pesan otomatis.
Dalam dua versi beta dari aplikasi ini, opsi tersebut diatur untuk membuat pesan terhapus dengan sendirinya secara otomatis pada pesan privat. Kemampuan ini terdapat dalam aplikasi dengan versi 2.20.83 dan 2.20.84.

















