AdvertorialKepri

Gawat Darurat TBC, Kepri Siapkan Jurus Percepatan Penuntasan Penyakit

×

Gawat Darurat TBC, Kepri Siapkan Jurus Percepatan Penuntasan Penyakit

Sebarkan artikel ini

 

Gubernur Ansar Ahmad didampingi Kadinkes Kepri M Bisri dalam dapat membahas penanggulan TBC di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (2/10/2025).

ADVETORIAL-ALREINAMEDIA- KEPRI – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Kesehatan mempersiapkan langkah guna mempercepat penuntasan Tuberkulosis (TBC).

“Ke depan kita akan menambah 5.000 cartridge TCM, memperkuat kapasitas kader, serta mewajibkan skrining TBC bagi ASN dan tenaga kerja setiap enam bulan. Ini agar penemuan kasus semakin masif dan pengendalian bisa lebih terukur,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kepri M Bisri dalam rapat dipimpin Gubernur Ansar Ahmad di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (2/10/2025).

Disiapkannya langkah dimaksud merupakan tindak lanjut dari evaluasi pelaksanaan penuntasan TBC di Kepulauan Riau.

Baca Juga :  Pemprov Kepri Anggarkan Sekitar Rp 130 M untuk Pilkada Kepri

Bisri menerangkan, meski Pemprov Kepri sudah membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC sejak 2022, sejumlah kendala masih dihadapi. Mulai dari keterbatasan cartridge TCM, minimnya mesin X-ray portable, hingga belum optimalnya peran kader TBC di lapangan.

Pada kesempatan ini ia juga mengingatkan jika Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah penderita TBC terbesar kedua di dunia.

“TBC masih menjadi ancaman serius. Setiap tahun sekitar 1,3 juta orang meninggal akibat penyakit ini. Karena itu, kita di Kepri harus bekerja lebih keras agar target eliminasi tahun 2030 bisa tercapai,” ujarnya.

Upaya deteksi dini yang telah dilaksanakan sebelumnya dia sebut harus terus diperkuat, baik melalui skrining aktif (Active Case Finding/ACF) maupun pasif. Teknologi medis juga dimanfaatkan, seperti Tes Cepat Molekuler (TCM/GeneXpert), pemeriksaan dahak dan rontgen dada.

Baca Juga :  Jangan Takut dengan Pekerjaan yang Benar

September lalu, pelaksanaan ACF dengan X-ray portable di Bintan dan Tanjungpinang berhasil menjaring lebih dari 1.000 orang, puluhan di antaranya terindikasi TBC. Upaya serupa juga digelar di Batam dengan melibatkan organisasi profesi dan kegiatan pengabdian masyarakat. (ADV)